IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 27


__ADS_3

"Ibu, kenapa Ibu muntahin? kasihan mantu kita sudah masak, harusnya Ibu bangga suami dari Anak kita pintar masak." Ucap Pak Yono.


"Ibu enek Ayah! pokoknya Ibu gak mau makan." Ucap Bu Lastri.


"Ya udah, Ibu mau apa? nanti Egi beliin." Ucap Egi mencoba untuk tersenyum.


"Mas! gak usah!" ucap Kila.


"Gak apa-apa Kila." Ucap Egi.


"Saya mau steak, ayam bakar, sate, dan minuman lemon tea." Ucap Bu Lastri.


"Astaghfirullah, Ibu. Gak kebanyakan pesannya? nanti gak habis mubajir!" ucap Kila.


"Udah-udah! gak apa-apa biar saya pesanin." Ucap Egi.


"Ibu jangan keterlaluan gitu dong! kasihan Egi." Ucap Pak Yono


"Ibu gak maksa, kalau mau beliin silakan, enggak juga gak apa-apa, artinya dia belum becus jadi suami!" ucap Bu Lastri.


"Ibu benar-benar berubah yah, beda dengan Ibu yang Kila kenal." Ucap Kila.


"Udah! Ibu capek, Ibu mau tidur! kamu bersihkan seprei ganti dengan yang baru! Ibu gak mau bekas kalian!" ucap dan minta Bu Lastri ketus.


"Mas, sebaiknya gak usah diturutin Ibu!" ucap Kila.


"Iya Egi, gak usah lah! biarin aja dia marah." Ucap Pak Yono.


"Ayah, Kila, gak apa-apa. Egi gak akan takut kehabisan uang, karena rezeki gak akan kemana kalau kita memberi orang tua. Orang tua Kila, itu orang tua saya juga Ayah." Ucap Egi.


"Alhamdulillah, Ayah bangga sama kamu Egi. Gak salah Ayah pilih kamu sebagai mantu Ayah." Ucap Pak Yono.


Aku bangga sama kamu Mas, walaupun sejak awal aku benci kamu, lama-lama aku mencintaimu Mas.


Gak lama kemudian, paket makanan pun sampai. Pak Yono langsung membangunkan Bu Lastri yang nyenyak tertidur lelap.


"Bu, Ibu! ayo bangun!" colek Pak Yono.


"Ayah!" ucap Bu Lastri.


"Makanan udah sampai, ayo makan!" minta Pak Yono.


"Beneran?" tanya Bu Lastri.


"Benaran Ibu. Ibu ternyata nyenyak juga ya tidur di sini!" ucap Pak Yono meledek.


"Nyenyak apaan? panas tahu Yah, karena Ibu capek aja jadi lelap. Bukan karena kasur atau rumahnya." Ucap Bu Lastri.


"Ini Egi yang siapin Yah?" tanya Bu Lastri.


"Iya dong, siapa lagi? demi Mamah lho." Ucap Pak Yono.


"Sekarang mereka mana?" tanya Bu Lastri.


"Kenapa? kangen?" tanya Pak Yono.


"Ikh, kangen apa? kalau bisa bahagiakan Kila baru kangen." Ucap Bu Lastri.

__ADS_1


"Gak boleh gitu dong Bu! biar bagaimana juga, dia tetap Anak kita." Ucap Pak Yono.


****


Egi dan Kila menyusuri jembatan dan ke sungai. Egi bercerita semua masa lalu dan masa kecilnya. Kila bangga dan terharu oleh Egi.


"Mas, mau kemana?" tanya Kila.


"Kita jalan-jalan aja!" ucap Egi.


"Lewat jembatan itu?" tanya Kila ketakutan.


"Iya kenapa emang? nanti kita ke bawah Situ!" ucap Egi.


"Aku takut Mas. Apa lagi jembatannya tinggi dan menggantung gitu!" ucap Kila.


"Ayo naik ke pundak saya!" ajak Egi sambil menyuruh Kila untuk naik di atas pundak Egi.


"Kamu mau gendong aku?" tanya Kila.


"Iya ayo! kalau kamu takut, kamu bisa merem aja!" ucap Egi.


"Tapi nanti kamu capek gak?" tanya Kila.


"Ayo cepat! gak usah bawel!" ucap Egi.


Kila berteriak-teriak karena jembatan tersebut begitu tinggi dan goyang-goyang. Tangan Kila yang halus memegang badan Egi.


"Coba buka mata kamu pelan-pelan, indah banget sayang. Saya gak akan biarkan kamu jatuh kok!" ucap Egi.


"Wow, indah banget. Cuma jembatannya goyang." Ucap Kila.


"Oh gitu? seru yah?" tanya Kila.


"Iya dong!" ucap Egi.


"Cerita dong!" minta Kila.


"Iya kita ke bawah dulu yah!" ucap Egi.


"Aneh, di kota aja ada tempat seindah ini!" ucap Kila.


"Wah, Egi so sweet banget. Ajak istrinya ke sini!" ucap seseorang tersenyum.


"Iya Bu, biar tahu." Ucap Egi tersenyum.


"Siapa? kayanya wilayah ini kamu kenal semua yah orang-orangnya?" tanya Kila.


Egi bercerita semua tentang masa lalunya. Kila sampai meneteskan air mata mendengar cerita suaminya itu.


"Hei, kok nangis? jangan dong! sini-sini!" ucap Egi.


"Sedih aja. Kamu dulu menderita banget. Aku itu gak tega tahu." Ucap Kila.


"Biarin aja, itu kan masa lalu. Yang penting, saya sekarang udah punya kebahagiaan bersama kamu! saya janji sama kamu, saya akan bahagiakan kamu sampai titik darah penghabisan." Ucap Egi.


"Karena kamu, aku jadi mandiri. Hidup aku enak, tapi aku agak sombong." Ucap Kila.

__ADS_1


"Maafkan saya, saya belum bisa bahagiakan kamu Kila. Gaji dari seorang olahraga gak seberapa." Ucap Egi.


"Kok Mas ngomong gitu? aku ikhlas kok, jadi istri Mas. Jika nanti, semua orang tahu kalau aku istri Mas, satu yang aku takutkan." Ucap Kila.


"Apa yang kamu takutkan?" tanya Kila.


"Aku takut, Mas dikucilkan orang lain, aku takut Mas di pecat. Dan aku takut, karena kita berbohong pada kepala sekolah, aku takut penjara Mas." Ucap Kila.


"Itu gak akan terjadi sayang! saya bukan maling atau pembunuh, jadi gak bisa." Ucap Egi.


"Secara kita sudah berbohong Mas, aku hanya takut." Ucap Kila.


"Kamu gak usah takut yah, apapun yang terjadi saya akan selalu melindungi kamu!" ucap Egi.


"Iya Mas, makasih Mas sudah baik sama aku. Walaupun kadang aku selalu menyusahkan Mas Egi, ditambah Ibu seperti itu!" ucap Kila.


"Sabar, suatu saat nanti Ibu akan berubah. Percaya deh sama aku!" ucap Egi.


"Gak tahan kalau Ibu menjelekkan Mas!" ucap Kila.


"Gak apa-apa, aku masih maklumin kok!" ucap Egi tersenyum.


"Aku boleh tanya?" tanya Kila.


"Tanya apa?" tanya Egi kembali.


"Sebenarnya, perasaan Mas Egi sama aku sekarang gimana sih?" tanya Kila.


"Ha-ha-ha... kok kamu lucu nanya gitu tiba-tiba." Ucap Egi.


"Jawab Mas!" minta Kila.


"Jawab gak yah? ha-ha-ha..." Egi berlari dekat sungai dan Kila berusaha mengejarnya. Saat Kila mengejar Egi, Kila tersandung ranting di tepi sungai. Kila terjatuh dan berdarah.


"Akh... Mas!" ucap Kila kesakitan.


"Kila! ya Allah, kaki kamu berdarah! tunggu!" ucap Egi menyobek bajunya untuk membalut kaki Kila.


"Sakit banget Mas!" ucap Kila.


"Kamu tahan yah! sekarang kita pulang, kita obatin luka kamu!" ucap Egi menggendong Kila.


"Kamu sabar yah, maafin saya, gara-gara saya lari kamu jadi ngejar saya dan seperti ini!" ucap Egi.


"Gak apa-apa Mas, aku rela terluka sekarang. Asal satu pintaku!" ucap Kila.


"Apa?" tanya Egi.


"Jangan pernah pergi dari aku! karena aku udah mencintai Mas Egi!" ucap Kila.


"Iya sayang, sampai kapan pun saya gak akan pernah pergi dari kamu!" ucap Egi.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


MANARA RUMAH TANGGA



__ADS_2