IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 31


__ADS_3

"Ya ampun Kila, gak apa-apa lah!" ucap Eva.


"Gue gak bisa nginap bareng kalian, karena gue cowok sendiri. Jadi, gue pulang yah!" ucap Ferdi.


"Ya iyalah, lo pulang Ferdi. Apa kata tetangga nanti? mau sekarang pulang juga gak apa-apa." Ucap Wiwi.


"Wiwi, jangan gitu ah!" ucap Kila.


Akhirnya, Eva dan Wiwi menghubungi orang tuanya untuk meminta izin. Pembantu mereka masing-masing membawakan baju mereka.


Egi bingung saat itu harus meminjam uang pada siapa lagi. Egi menangis dan bingung apa yang harus dia lakukan. Egi mencintai Kila dan tidak mungkin mengikuti kemauan Pak Joni. Egi juga gak mau kalau sampai kehilangan Ibunya.


Saat di rumah sakit, Suster memberi tahu kalau Bu Retno harus segera dioperasi. Kalau tidak, nyawanya tidak akan tertolong lagi.


"Maaf, Bapak Egi! Bu Retno harus segera dioperasi, kalau tidak, nyawanya tidak akan bisa tertolong lagi. Mohon Bapak persiapankan Administrasinya saya tunggu dua jam lagi." Ucap Suster.


"Sus, tolong operasi ajah! saya akan lunasi biaya Administrasi segera! tolong selamatkan Ibu saya!" minta Egi sambil berlari.


Egi berlari ke rumah Pak Joni. Akhirnya, Egi dengan terpaksa mengikuti semua mau Pak Joni demi Ibunya.


"Assalamu'alaikum!" salam Egi.


"Wa'alaikumsalam, saya sudah menduga pasti kamu akan ke sini!" ucap Pak Joni.


"Saya, akan menuruti semua permintaan Bapak. Saya akan menikahi Desi, tapi sesuai janji Bapak. Bapak harus melunasi biaya operasi Ibu saya!" minta Egi.


"Ha-ha-ha... Egi-Egi! itu, perkara mudah. Saya akan lunasi hari ini juga. Tapi, saya gak mau Anak saya dimadu oleh kamu! kamu harus segera menceraikan istri kamu itu!" ucap Pak Joni.


"Tapi Pak, Istri saya sedang hamil." Ucap Egi.


"Bodoh! ya kamu jangan bilang ke pengadilan kalau istri kamu hamil. Itu kalau kamu mau, kalau tidak juga tidak apa-apa." Ucap Pak Joni.


"Cukup Papah! Papah gak bisa maksa Aa Egi seperti itu! Aa Egi mempunyai Istri!" ucap Desi.


"Kamu, gak usah ikut campur Nak! ini semua demi kebaikan kamu! sejak dulu, kamu mencintai dia kan? jadi, kamu gak boleh munafik!" ucap Pak Joni.


"Ta-," Desi ingin berbicara tapi dipotong dengan Pak Joni.


"Jadi gimana Egi? kamu mau?" tanya Pak Joni tersenyum.


"Baik, saya mau!" ucap Egi gemetar.


"Oke, Maman bawakan uangnya! dengar Egi, kalau sampai kamu macam-macam dan bohongin saya, saya gak akan main-main sama Ibu dan keluarga kamu! ngerti kamu!" minta Pak Joni.


"Baik Pak." Ucap Egi.


"Saat kamu ingin bilang sama Istri kamu, kamu harus bawa Desi!" ucap Pak Joni.


"Baik Pak." Ucap Egi.


Maafin Desi A, Desi gak bisa bantu. Karena dengan cara ini, Desi bisa bersama A Egi selamanya.


Saat itu Egi telah membayar Administrasi Ibunya. Ibunya pun lancar dioperasi dan Alhamdulillah setelah keesokan harinya sadar.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Ibu sudah sadar." Ucap Egi.


"Egi, Ibu di mana?" tanya Ibunya.


"Ibu mengalami kecelakaan. Sampai Ibu dioperasi." Ucap Egi.


"Ya Allah Nak, separah itu Ibu yah? Istri kamu gimana?" tanya ibunya Egi.


"Kalau Ibu sudah benar-benar pulih, baru Egi cerita. Sekarang, Ibu istirahat dulu! Egi panggil Dokter dulu!" ucap Egi.


"Iya Nak." Ucap Ibunya.


Egi keluar ruangan sambil menangis. Egi bingung harus gimana. Dia secepatnya harus menceraikan Kila. Kalau tidak, Pak Joni tidak main-main dengan Ibunya Egi.


"Assalamu'alaikum, A." Ucap Desi datang.


"Wa'alaikumsalam, eh Desi." Ucap Egi tanpa senyuman.


"A kenapa? ini Desi bawa lauk buat A. Gimana kabar Ibu?" tanya Desi.


"Kamu gak usah repot-repot. Ibu sudah sadar." Ucap Egi.


"A! mau kemana?" tanya Desi.


"Mau panggil Dokter. Kamu masuk aja!" ucap Egi.


"Tunggu A, Desi mau bicara!" minta Desi.


Akhirnya, Desi masuk ruangan dan mencium tangan Bu Retno.


"Assalamu'alaikum, Ibu. Ibu sudah sadar?" tanya Desi.


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah sudah Neng. Kamu sendiri aja?" tanya Bu Retno.


"Iya Ibu. Ibu kenapa bisa sampai kecelakaan? Ibu lain kali hati-hati yah!" ucap Desi.


"Namanya juga musibah Neng." Ucap Bu Retno.


Dokter dan Suster datang ke ruangan untuk memeriksa Bu Retno. Egi dan Desi keluar ruangan.


"A! tunggu!" minta Desi.


"Apa?" tanya Egi.


"A makan dulu yah! sambil ngobrol." Minta Desi.


"Nanti aja! saya udah kenyang." Ucap Egi.


"Ya udah, kalau gitu Desi mau ngomong!" minta Desi.


"Ngomong aja!" ucap Egi.


"A, apa A udah cerita semua ke Ibu? kalau kita akan menikah? dan A akan menceraikan Istri A itu?" tanya Desi.

__ADS_1


"Belum, kenapa?" tanya Egi.


"Papah nyuruh cepat A." Ucap Desi.


"Iya, nanti! saya tunggu Ibu sampai pulih betul. Saya bukan orang yang ingkar janji kok! kamu tenang aja!" minta Egi.


"Iya, Desi percaya. Desi senang banget, gak bisa bayangin kalau Desi bakal jadi Istri A." Ucap Desi memegang tangan Egi. Tapi, Egi menempisnya.


"Kamu harus tahu Desi! saya lakukan ini terpaksa. Kamu sendiri tahu, saya punya istri yang sedang hamil, saya gak tahu reaksi dia apa setelah tahu. Jadi, kamu jangan bahagia dulu!" ucap Egi.


"Iya, Desi tahu A." Ucap Desi.


"Saya minta satu syarat sama kamu!" minta Egi.


"Apa?" tanya Desi.


"Tapi, saya gak mau Papah dan Mamah kamu tahu hal ini!" minta Egi.


"Apa A?" tanya Desi.


"Setelah menikah, saya gak mau tidur bareng kamu!" ucap Egi.


"Tapi A, kalau Papah dan Mamah Desi minta cucu gimana?" tanya Desi.


"Saya butuh waktu Desi. Saya merasa bersalah kalau sampai lakukan itu sama kamu! saya seperti lelaki bejat aja." Ucap Egi.


"Tapi kan A syah sama Desi. A gak bejat." Ucap Desi.


"Tapi saya sudah menyakiti orang yang saya sayang, kamu ngerti kan? kamu seorang perempuan, pasti kamu ngerti perasaan istri saya!" minta Egi.


"Ya udah, kalau mau A seperti itu! asalkan bersama A Desi mau nurut." Ucap Desi.


"Makasih Desi." Ucap Egi.


Setelah seminggu kesembuhan Bu Retno, Egi menceritakan semua ke Bu Retno. Bu Retno hanya bisa menangis. Karena dirinya Egi dan Kila berpisah. Membuat Egi jadi beban.


"Hiks-hiks-hiks... maafin Ibu ya Nak! gara-gara Ibu, kamu harus lakukan ini!" ucap Bu Retno.


"Ibu gak usah bersalah, semua ini Egi lakukan demi Ibu. Agar Ibu sehat lagi." Ucap Egi.


"Tapi Nak, gimana perasaan Kila? pasti dia hancur Nak." Ucap Bu Retno.


"Hiks-hiks-hiks... itu yang Egi takutin Bu, apa Egi sanggup bicara dengan Kila." Ucap Egi sambil menangis.


Bersambung


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


Ta'aruf Cinta


__ADS_1


__ADS_2