IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 9


__ADS_3

"Beli apa Egi? kenapa gak suruh istrinya yang beli?" tanya Ibu-ibu yang sedang bersamaan berbelanja.


"Istri saya capek, dan belum tahu daerah sini Bu!" ucap Egi.


"Oh iya Egi, itu kan rumah bekas peninggalan almarhum Nenek dan Kakek kamu? kenapa gak tinggal di rumah kamu yang bagus itu? kenapa harus tinggal di rumah reot dan butut." Tanya dan ucap Ibu-ibu.


"Iya Egi, mendingan dibangun, dibikin kontrakan. Kasihan istri kamu dong!" ucap Ibu-ibu lainnya.


"Permisi ya Bu, saya gak ada waktu buat jelasin!" ucap Egi Tersenyum.


"Ibu-ibu ini usil sekali, terserah dia dong, mau dia tinggal di mana bukan urusan Ibu-ibu!" ucap Ibu warung.


****


Akhirnya, Egi sampai rumah. Kila tertidur di bale depan. Egi melihat Kila merasa kasihan dan menggendong-nya ke kamar.


Astaghfirullah, Kila. Kasihan kamu, pasti kamu capek dan lelah. Sabar ya sayang, ada waktunya aku cerita semua sama kamu. Ingin bangunin, tapi gak tega. Sebaiknya, aku bawa ke kamar.


Saat Egi selesai menggendong Shakila, ponsel Shakila berbunyi. Ternyata dari Ayah dan Ibunya Shakila.


"Assalamu'alaikum, Ibu." Ucap Egi dengan lembut.


"Wa'alaikumsalam, Egi! kamu sudah sampai bersama Shakila?" tanya Ibunya Kila.


"Alhamdulillah, saya dan Kila udah sampai Bu. Maaf, saya baru ngabarin Ibu. Soalnya sangat sulit ngajak Kila beradaptasi dengan rumah almarhum Kakek ini Bu." Ucap Egi.


"Kamu yang sabar ya Egi, suatu saat nanti Kila akan terbiasa dan bisa belajar mandiri bersama kamu! kan selama di sini, Kila itu selalu dilayani. Gak pernah mau mandiri." Ucap Ibunya.


"Iya Bu, insya Allah, Egi akan didik Kila semampu Egi. Dan berusaha jadi imam yang baik untuk Kila." Ucap Egi.


"Alhamdulillah, Ibu senang dengarnya Nak! sekarang Kila mana?" tanya Ibunya Kila.


"Kila kecapean Bu, dia sekarang sudah tidur." Ucap Egi.


"Oh, gitu? ya sudah, biarkan saja! Nak, Ayah mau ngomong nih!" minta Ibunya Kila.


"Assalamu'alaikum, Egi." Ucap Ayahnya Kila.


"Wa'alaikumsalam, Yah. Maaf Egi baru ngabarin kalau udah sampai." Ucap Egi.


"Iya-iya tidak apa-apa. Ayah paham, Ayah sudah dengar semua percakapan kamu dengan Ibu. Ayah hanya pesan, tolong jaga Kila di sana ya Egi! karena Ayah percaya, kamu bisa menjaga Kila sebaik mungkin. Ayah gak mau, Kila di sana jadi Anak nakal karena pergaulan. Tolong ya Nak!" minta dan pesan Ayah Kila.


"Insya Allah Yah, Egi akan jaga Kila dengan baik di sini. Usaha Egi untuk membujuk Kila agar berhenti sekolah sulit. Egi gak akan memaksa. Tapi, Egi akan pantau semua kegiatan Kila di sekolah Yah. Pokoknya, Ayah dan Ibu gak usah khawatir yah!" minta Egi.

__ADS_1


"Ayah dan Ibu sangat percaya pada kamu! gak salah Ayah kamu menjodohkan kamu dengan Anak Ayah. Ayah beruntung sekali mempunyai mantu seperti kamu Egi!" ucap Ayah Kila.


"Alhamdulillah, kalau Ayah percaya sama Egi. Egi, gak akan sia-siakan kepercayaan Ayah dan Ibu." Ucap Egi.


Setelah lama bertelepon, Egi dan kedua orang tua Kila menutup telepon. Egi ke dapur menyiapkan makanan untuk Egi dan Kila. Kila terbangun dan kaget, kenapa dirinya ada di kasur.


"Aaaaaaaaaaa......." teriak Kila.


"Kila! kamu apa-apaan sih? kenapa teriak begitu? ini bukan di hutan yah!" ucap Egi.


"Hiks-hiks-hiks.... kenapa aku bisa di sini? kamu abis apakan aku Mas? kenapa aku ada di kasur? bukannya aku di bale?" tanya Kila ketakutan dan sambil menangis.


"Emang kenapa kalau aku apa-apakan kamu? di mata hukum kita syah menjadi suami-istri. Apa yang kamu takutin Kila?" tanya Egi meledek Kila.


"Jadi, kamu benar udah ngapa-ngapain aku Mas? aaaaaa..... kamu jahat Mas! kamu jahat!" ucap Kila.


"Udah yah, aku mau masak dulu! katanya kamu lapar." Ucap Egi langsung bangun dengan wajah tersenyum sambil melangkah ke dapur.


"Mas Egi! Mas!" panggil Kila sambil mengikuti Egi.


"Apa Kila?" tanya Egi.


"Mas, jujur Mas! aku gak akan mau makan! kamu bilang sama aku! bilang! kamu udah apain aku?" tanya Kila sambil menarik baju Egi.


"Hiks-hiks-hiks.... kok kamu bentak aku sih Mas? aku gak mau, hidup aku hancur dan hamil Mas! Mas jahat!" ucap Kila langsung meninggalkan Egi dan masuk kamar sambil menangis.


"Kila! Kila!" panggil Egi. Egi langsung menghampiri Kila. Kila menangis dan takut.


"Hiks-hiks-hiks....." Kila menangis.


"Kila! maafin saya yah! maafin saya udah bentak kamu!" ucap Egi.


"Ahk!" Kila menepak tangan Egi.


"Kamu mau dengar penjelasan saya gak?" tanya Egi.


"Kamu jahat Mas, kamu udah nodai aku! kamu tahu gak, aku masih ingin sekolah Mas! kamu udah hancurin masa depan aku! kalau aku hamil, perut aku besar, terus teman-teman di sekolah nanti mengejek aku gimana? hiks-hiks-hiks....." ucap Kila.


"Ha-ha-ha..... ha-ha-ha..... Kila-Kila, kamu itu lucu banget sih!" ucap Egi menertawakan Kila.


"Kamu kenapa ketawa? gak lucu! kamu senang, aku gak suci lagi hah? kamu senang Mas?" tanya Kila.


"Hadeh, Kila-Kila. Kamu dengar yah, saya gak apa-apakan kamu, saya hanya mindahin kamu dari bale depan ke kasur aja udah. Lagian, kalau saya ngapa-ngapain kamu, ya pasti kamu bangun dan berasa lah! kamu gimana sih, diledekin gitu aja udah panik." Ucap Egi tersenyum.

__ADS_1


"Benaran? kamu gak apa-apain aku? ya maaf ya Mas, udah marah-marah sama kamu! aku jadi malu he-he-he...." ucap Kila. Egi tersenyum dan kembali ke dapur. Kila menarik tangan Egi.


"Mas! maafin aku!" ucap Kila tersenyum.


"Ya udah, saya maafin. Saya mau masak dulu!" ucap Egi.


Aduh, aku jadi gak enak sama Mas Egi. Aaaa.... aku jadi malu.


Kila langsung menghampiri Egi dan tersenyum pada Egi.


"Mas, sekali lagi maafin aku yah! sebagai tanda maaf, aku bantuin boleh?" tanya dan minta Kila.


"Emang kamu bisa? udah sana! nanti capek lagi." Ucap Egi.


"Mas, please! boleh yah Mas!" minta Kila.


"Ya udah, kamu kupas bawang merah aja tuh!" minta Egi.


"Siap Bos!" ucap Kila.


"Cepat ya ngupasnya!" minta Egi.


"Iya-iya." Ucap Kila.


Saat Kila mengupas bawang. Matanya terasa pedih, karena baru pertama kalinya mengupas bawang merah. Kila berteriak kepedasan dengan matanya.


"Aduh-duh.... aaaaahhhh.... Mas perih Mas! tolong!" teriak Kila.


"Jangan dikucek! tunggu-tunggu! saya ambil air!" ucap Egi.


"Cepatan Mas Egi! Uuuuuhhhhh! Mas!" teriak Kila.


"Coba basuh pelan-pelan!" minta Egi. Egi berusaha membasuh mata Kila dengan air bersih. Egi meniupi dan menghapus mata Kila dengan tisu. Kila dan Egi saling berpandangan.


Bersambung......


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita GURUKU CALON IMAMKU, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


CINTA HAFISA


__ADS_1


__ADS_2