IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 2


__ADS_3

"Jadi, Kila harus pindah sekolah ke Jakarta Bu?" tanya Kila.


"Iya Kila, biar Egi yang mengurus sekolah kamu di Jakarta!" ucap Ibunya Retno.


"Iya Nak, biar bagaimana juga, kamu sudah menjadi istri syah Egi! kemana suami pergi, kamu harus ikut!" ucap Ayahnya Shakila.


Shakila tidak bisa berbuat apa-apa. Shakila hanya bisa menangis, jauh dari Ibu, Ayah dan teman-temannya di Bandung. Besok terakhir Shakila sekolah di Bandung. Shakila menangis di kasur. Egi langsung menghampiri Shakila.


"Mau ngapain Mas?" tanya Kila.


"Gak ngapa-ngapain kok! kamu kenapa nangis?" tanya Egi.


"Jangan macam-macam sama saya ya Mas! Mas udah janji, bakal menjaga kehormatan saya, sampai saya lulus dan dapat kerjaan." Ucap Kila.


"Iya-iya! saya janji. Yang saya tanya, kenapa kamu nangis? saya gak bisa lihat wanita nangis! hapus dulu nih!" minta Egi.


"Ya kesal lah, saya harus pindah ke Jakarta! harus pisah sama Ibu, Ayah dan teman-teman! kenapa sih, Mas harus nikah sama seumuran seperti saya? kenapa Ayah Mas, harus milih saya!" ucap Shakila.


"Jadi kamu gak ikhlas? hmm?" ucap Egi.


"Bukan gak ikhlas! tahu ah! baper banget." Ucap Kila.


"Kamu mau kemana?" Egi memegang tangan Kila.


"Saya mau tidur lah!" minta Kila.


"Kamu tidur di sini! nanti kamu dingin!" ucap dan minta Egi.


"Gak mau! nanti kalau Mas Egi khilaf gimana? enggak-enggak! aku gak mau pas sekolah hamil." Ucap Kila.


"Ha-ha-ha.... Kila-Kila, kamu ada-ada sih!" Egi tertawa.


"Kenapa ketawa? gak lucu!" ucap Kila.


"Walaupun aku ngelakuin sama kamu, aku gak akan buat kamu hamil kok! sekarang kan ada alat!" ucap Egi.


"Jadi, Mas Egi mau ngelakuin sama aku? hiks-hiks-hiks.... tolong Mas! jangan! aku belum siap! jangan! aku masih ingin sekolah. Tolong!" ucap Kila dengan polosnya.


"Ha-ha-ha... kamu lucu banget sih, Kila! saya gak akan lakuin ke kamu, kalau kamu gak mau dan gak siap! saya kan udah janji sama kamu, tapi kalau kamu mau, baru saya mau!" ucap Egi.


"Benaran?" tanya Kila.


"Benar gadis kecilku! sekarang kamu tidur yah!" minta Egi.


"Hah? gadis kecil?" tanya Kila.


"Iya, itu buat panggilan aku ke kamu! gadis kecil yang bawel dan polos!" ucap Egi.


"Terserah deh!" ucap Kila.

__ADS_1


"Ya udah, tidur! besok kan kamu sekolah. Kesiangan lagi." Ucap Egi.


"Awas ya Mas! kalau aku tidur lelap kamu sentuh aku!" ancam Kila.


"Enggak!" ucap Egi.


Saya senang telah mewujudkan keinginan Ayah. Saya tidak pernah menyesal menikah dengan Shakila, meskipun saya harus menunggu. Saya ikhlas bisa bersamanya. Saya akan menjaga Kila. Gadis kecilku yang cantik dan manis.


****


Keesokan harinya, Egi bangun lebih dulu dibanding Shakila. Egi langsung membangunkan Kila untuk salat berjamaah bersama. Saat Kila mau beranjak dari kasur, Kila tersandung selimut hingga Egi menangkapnya. Kila langsung kaget menatap mata Egi dengan dengan dekat.


"Lepasin!" ucap Kila.


"Hati-hati mangkanya, kalau gak ada saya gimana? cepat mandi, wudhu, kita salat berjamaah!" ucap dan minta Egi.


"Maaf! orang masih ngantuk, lagian baru aja jam lima!" ucap Kila.


"Jadi wanita, biasakan mandi pagi! jangan dibiasakan bangun siang!" ucap Egi.


Setelah Shakila selesai mandi, rambut basah Shakila bergibas. Shakila saat itu masih memakai baju handuk sambil menutupi dadanya. Sedangkan Egi terpesona melihat kecantikan istrinya yang basah dan terurai. Egi sudah rapi memakai baju kokoh dan siap untuk salat.


"Kila!" panggil Ibunya sambil senyum-senyum.


"Ibu, kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Kila.


"Apaan sih, Bu! Kila mau salat dulu ah!" ucap Kila langsung masuk kamar.


"Astaghfirullah!" ucap Egi terdiam melihat Shakila.


"Kenapa lihatin seperti itu? gak boleh yah! gak boleh lihat-lihat! kamu gak lihat dada aku kan tadi?" tanya Shakila.


"Enggak!" ucap Egi.


"Awas bohong! ya udah, Mas keluar dulu! aku mau ganti baju!" minta Kila.


"Kenapa keluar? saya kan suami kamu!" ucap Egi tersenyum.


"Ayo! ingkar janji deh! cepat keluar Mas! keluar!" minta Kila sambil mendorong Egi.


Hadeh, Kila-Kila.


"Egi! kamu sudah rapi. Ayo makan! ajak Shakila." Minta Ibunya Shakila.


"Iya Bu, nanti mau salat dulu!" ucap Egi.


"Kamu ngapain keluar?" tanya Ibunya Kila.


"Lagi nunggu Kila ganti baju Bu, katanya malu!" ucap Egi.

__ADS_1


"Ngapain malu-malu sih? udah suami-istri juga! tapi, malam kamu udah kan Egi? ha-ha-ha..." ledek Ibunya Kila.


"Udah apa Bu?" tanya Egi.


"Udah malam pertama lah Egi!" ucap Ibunya Egi tiba-tiba datang.


"Ibu! apaan sih, belum. Masih capek Bu!" ucap Egi.


"Ah, kamu suka malu-malu!" ucap Ibunya Egi.


Gak lama, Kila langsung membuka pintu dan memandang Egi, Mertuanya dan Ibunya yang tersenyum.


"Ayo besan! kita makan duluan! pengantin baru nyusul yah!" minta Ibunya Egi.


"Ayo!" ajak Ibunya Shakila tersenyum.


"Mas, Ibu sama Ibu kamu ngapain?" tanya Kila.


"Enggak ngapa-ngapain kok! ayo salat!" ajak Egi.


Egi dan Shakila salat bersama. Setelah selesai salat, Shakila mencium tangan suaminya. Egi berdoa dan berharap, agar Allah membukakan pintu hati Shakila. Agar Shakila tidak melanjutkan sekolah dan tetap mengurus rumah tangga. Egi hanya takut, Shakila di sekolah banyak di dekatin cowok-cowok lain.


"Saya boleh minta saran kamu gak?" tanya Egi.


"Saran apa Mas?" tanya Kila.


"Saran saya, mendingan kamu ngurus rumah tangga aja deh! gak usah nerusin sekolah. Saya kasihan sama kamu! takut kamu kecapean." Ucap dan minta Egi.


"Kok gitu? aku gak bisa! Mas jangan egois dong! itu hak saya buat sekolah! cita-cita saya Mas! hiks-hiks-hiks... kenapa Mas ingkar janji! kasih kesempatan saya buat sekolah Mas! tinggal setahun lagi, saya ingin ngerasain kerja. Tolong Mas!" ucap Kila menangis.


"Ya udah, maafin saya yah! kan saya hanya saran aja! jangan nangis!" minta Egi.


Egi, Shakila dan keluarga makan bersama. Saat selesai makan, Egi mengantar Shakila ke sekolah dan mengurus perpindahan sekolah Shakila ke Jakarta.


"Kila!" panggil teman-temannya.


"Hai, teman-teman maafin aku yah! hari ini aku terakhir sekolah di sini!" ucap Kila.


"Apa kil? lo mau pindah sekolah?" tanya Yeyet.


"Iya Yet!" ucap Kila. Semua teman-teman Kila memeluk Kila sampai menangis. Hendru yang suka dengan Shakila pun menangis dan gak rela Kila pindah.


"Kila! gue gak rela lo pindah! kenapa coba? alasannya apa?" tanya Hendru.


"Gue gak bisa kasih alasan ke kalian. Maafin gue yah!" minta Kila.


"Kila, sebelum lo pergi, gue mau nyatain perasaan gue yang udah lama banget ke lo. Sebenarnya gue cinta sama lo Kila! lo mau gak terima gue? di depan Anak-anak sebagai saksinya." Minta Hendru menyatakan cinta depan Anak-anak.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2