
"Lo udah nikah ya?" tanya Sarah.
"Sarah! enggak belum kok! emang gak boleh kalau gue pake cincin?" tanya Kila.
"Ya boleh aja, tapi cincin lo kaya cincin nikah tahu gak!" ucap Sarah.
"Sarah! lo gak usah kepo sama urusan Kila! mau Kila pake cincin apapun, itu bukan urusan lo!" ucap Ferdi tiba-tiba datang menolong Kila.
"Tapi cincin yang dia pake, cincin nikah!" ucap Sarah.
"Mau dia pakai cincin nikah atau enggak, bukan urusan lo! gak usah kepo sama hidup orang, ngerti!" ucap dan bentak Ferdi.
"Hikh..." ucap Sarah kesal.
"Lo gak apa-apa? omongan Sarah gak usah lo pikirin yah! emang dia gitu!" ucap Ferdi.
"Gak apa-apa kok!" ucap Kila.
Awas aja Kila, gue bakal buktiin kalau sebenarnya lo udah nikah. Suatu saat bakal gue bongkar. Gue bakal cari tahu.
Apa yang dibilang Sarah itu benar, gue udah nikah. Cincin ini, cincin nikah gue.
Bel istirahat pun berbunyi. Semua Anak-anak masuk kelas. Egi mengajar olahraga sambil melamun. Dia khawatir dengan istrinya dan takut terjadi apa-apa dengannya.
Kila, saya khawatir sama kamu. Apa kamu baik-baik aja Kila? ini yang saya khawatirkan.
"Pak Egi ganteng! kok melamun aja! habis senam ngapain Pak? panas nih!" ucap Anak murid lain.
"Hah? iya-iya! ayo sekarang kita voli yah!" ajak Egi.
"Pak! mangkanya cepat-cepat nikah Pak! biar gak melamun terus!" ucap Anak lainnya.
"Kamu ini masih kecil, udah mikirin nikah. Ayo cepat!" ucap Egi.
Egi mengajari murid cewek yang tidak bisa main voli. Kila ke toilet melihat Egi sedang memegang tangan cewek. Sudah ada perasaan cemburu pada diri Kila. Kila langsung masuk ke toilet dan menangis di wastafel.
Ikh... Mas Egi ngapain ngajarin sampai dekat banget sih, cari-cari kesempatan aja.
"Kila!" panggil Egi panik melihat Kila cemburu.
"Pak! gimana ini? ikh Bapak! Kila siapa sih Pak?" tanya Anak murid cewek.
"Rio! tolong gantiin Bapak ajari Sisi! Bapak mau ke toilet!" ucap Egi.
"Baik Pak!" ucap Rio.
Egi langsung mengarah ke toilet. Egi menunggu sampai Kila keluar. Egi khawatir dengan Kila takut Kila cemburu.
Kenapa sekarang aku udah mulai cinta sama Mas Egi? ini gak mungkin. Kenapa aku sedih melihat Mas Egi banyak yang suka di sekolah ini. Rasanya sakit.
"Mas Egi! astaga! kenapa kagetin sih Mas?" tanya Kila sambil cemberut.
"Kamu kenapa lagi? ini jam pelajaran lho, kok keluar kelas?" tanya Egi.
"Orang mau ke toilet masa gak boleh? mau aku pipis di celana?" tanya Kila kesal.
"Kamu cemburu sama saya?" tanya Egi.
__ADS_1
"Hah? apa? akh... cemburu? cemburu Mas bilang? ngapain aku cemburu. Lagian terserah Mas, mau pegang siapa kek, aku gak peduli!" ucap Kila.
"Bibir kamu bisa bohong! mata dan hati kamu enggak bisa bohong sama saya!" ucap Egi.
"Udah ah! mau masuk! nanti ada yang lihat gimana?" tanya Kila.
"Sebentar! percaya sama saya yah, saya gak akan nyakitin hati kamu! jangan nangis lagi yah!" minta Egi sambil membelai rambut Kila dan menghapus air mata Kila. Kila langsung meninggalkan Egi dengan wajah sendu dan menengok ke belakang arah Egi. Egi tersenyum padanya.
Kila, saya ingin kamu berubah. Saya ingin, kamu fokus ngurusin saya dan jadi istri seutuhnya saya. Agar kamu gak beban dan stres. Aku berharap kamu berubah.
Kila masuk kelas dengan wajah sedih. Kila langsung duduk dan melamun. Bu Anita langsung menyuruh Kila mengerjakan soal di papan tulis. Tapi, Kila malah eror menulis.
"Kila kerjakan soal nomor lima di papan tulis!" minta Bu Anita.
"Baik Bu!" ucap Kila.
"Kila! cukup! apa yang kamu tulis? Astaghfirullah, kamu kenapa? melamun saja? hah?" tanya Bu Anita.
"Maaf Bu, kepala saya pusing! saya ulangin ya Bu." Ucap Kila.
"Kalau pusing ke UKS, kamu baru pertama lho masuk. Udah eror kaya gini! sudah! kamu duduk aja, atau ke UKS! siapa yang mau gantiin Kila kerjakan!" minta Bu Anita.
"Saya Bu!" ucap Ferdi.
"Ayo Ferdi! Kila kamu mau pulang apa gimana?" tanya Bu Anita.
"Gak Bu, saya di kelas aja!" ucap Kila.
"Benaran? saya gak mau lho, kamu sampai kenapa-kenapa yah!" ucap Bu Anita.
"Gak apa-apa kok Bu!" ucap Kila.
Malu-maluin banget sih gue. Kenapa harus eror gini sih? gue kan jadi malu.
"Kila! lo sakit?" tanya Wiwi.
"Gak apa-apa kok Wi!" ucap Kila.
"Lo pulang naik apa? biar nanti bareng sama kita-kita!" ucap Eva.
"Benar Kila, kata Eva." Ucap Wiwi.
"Gak usah Wiwi, Eva, gue bisa sendiri kok!" ucap kila.
"Lo santai aja sih, anggap aja sekarang kita sahabat lo! iya gak Va?" tanya dan ucap Wiwi.
"Makasih yah, kapan-kapan aja gue bareng kalian. Gue mau kok jadi sahabat lo berdua!" ucap Kila.
"Asik....." Ucap Wiwi dan Eva.
Saat satu jam pelajaran, akhirnya bel pulang pun berbunyi. Semua Anak-anak keluar kelas.
"Kila, benaran lo gak mau bareng kita?" tanya Wiwi.
"Enggak Wi. Nanti aja yah!" ucap Kila.
"Ya udah, kita duluan ya Kila!" ucap Wiwi dan Eva
__ADS_1
"Oke!" ucap Kila.
"Kila, mau bareng gak?" tanya Ferdi.
"Ah, enggak Ferdi. Gue sendiri aja, makasih tadi udah bantu gue!" ucap Kila.
"Sama-sama! ya udah, lo hati-hati yah! tapi, kapan-kapan mau yah!" minta Ferdi.
"Iya Fer, makasih!" ucap Kila.
"Heh! lo gak usah coba-coba caper sama Ferdi yah! lo masih baru, udah caper!" ucap Sarah.
"Tahu lo!" ucap temannya Sarah.
"Hey-hey! ada apa ini?" tanya Egi langsung tiba-tiba muncul.
"Bapak! enggak Pak! kita cuma mau kenal aja Kila." Ucap Sarah.
"Jangan macam-macam kalian sama Adik angkat saya! nilai kalian bisa saya kurangin!" ucap Egi.
"Ikh... Bapak jangan dong!" ucap Sarah dan teman-temannya.
"Ya sudah! sana kalian pulang! saya mau bicara sama Adik saya!" ucap dan minta Egi.
"Iya Pak!" ucap Sarah dan teman-temannya.
"Kila! saya pulang sore! karena double ngajar siang. Guru olahraga siang gak ada cuti." Ucap Egi.
"Ya udah!" ucap Kila.
"Ya udah apa? kamu naik apa? tahu pulang kan?" tanya Egi.
"Tahu lah, emang bocah apa!" ucap Kila.
"Kamu jangan ketus-ketus sama suami tuh! uang buat masak ada kan, sama ongkos pulang?" tanya Egi.
"Ada Mas!" ucap Kila.
"Ya udah, pulang gih! hati-hati yah!" minta Egi.
"Lo pada dengar gak sih, dia ngomong apa?" tanya Sarah menguping pembicaraan Egi dan Kila.
"Enggak! orang pelan banget." Ucap temannya Sarah.
"Gue dengar duit doang!" ucap temannya Sarah yang satunya.
Jangan-jangan!" ucap Sarah.
"Kalian ngapain? nguping saya yah?" tanya Egi kaget melihat Sarah dan temannya menguping pembicaraan Egi dan Kila.
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
CINTA DAN DETIK TERAKHIR
__ADS_1