
"Ini Pak, si Sarah. Dia ngatain Kila ondel-ondel karena pakai baju gini!" ucap Wiwi.
"Sarah, kamu jangan buat ulah terus dong! Kila ini, sementara memang pakai baju saya! karena dia belum dapat seragam. Dia gak seperti ondel-ondel kok, cantik!" ucap Egi tersenyum.
"Adeknya dibela!" ucap Sarah.
"Sudah-sudah, ayo ke lapangan! saya gak mau lihat kalian bertengkar." Ucap Egi.
"Ayo Kila! ajak Wiwi dan Eva.
Kila tersandung batu. Egi langsung menangkap Kila. Semua kaget, kenapa Adik Kakak gugup saat Kila ditangkap, dan cara Egi menangkap Kila.
"Wi, tatapan Pak Egi ke Kila kok beda." Ucap Eva.
"Ah, lo positif thinking aja. Kila itu, adiknya. Gak mungkin lah. Mungkin, Kila kaget, Pak Egi juga kaget." Ucap Wiwi.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Egi.
"Gak apa-apa, Pak!" ucap Kila.
"Kalau pusing, kamu gak usah ikut olahraga!" minta Egi.
"Enggak! aku masih bisa kok, gak apa-apa." Ucap Kila.
"Kila! lo gak apa-apa?" tanya Ferdi.
"Gak apa-apa kok!" ucap Kila.
"Kalau lo sakit, istirahat aja Kila!" ucap dan minta Wiwi.
"Bener tuh!" ucap Eva.
"Gak apa-apa kok, gue bisa!" ucap Kila.
"Beneran kamu?" tanya Egi.
Kok tatapan Egi ke Kila kaya ada apa-apa yah? akh... jangan suhuzon. Pak Egi dan Kila hanya Adik Kakak. Ayo Ferdi positif thinking.
"Gak apa-apa Pak saya!" ucap Kila.
"Kila, ayo gue bantu!" ucap Ferdi.
"Heh! kamu gak usah modus! sana kumpul!" minta Egi.
"Ya elah Pak." Ucap Ferdi.
Semua Anak-anak berolahraga. Siswa cewek dan cowok bermain voli untuk penilaian. Kila menyerah kalau Voli tidak bisa. Egi di dekati Wiwi dengan mengajarkan voli. Kila cemburu dan terdiam.
"Ayo! yang belum bisa latihan! boleh latihan sama saya atau sama Anak lainnya." Ucap Egi. Saat Egi menghampiri Kila, Wiwi langsung menghampiri Egi.
"Kila, kamu bisa?" tanya Egi.
"Enggak bisa!" ucap Kila.
"Bapak!" panggil Wiwi.
"Iya Wi. Ada apa?" tanya Egi.
"Wiwi gak bisa, ajarin dong! Wiwi gak mau, nilai Wiwi jelek!" ucap Wiwi.
"Tapi, saya mau ajarin Kila dulu! gantian yah!" ucap Egi.
"Gak usah Pak! nah, saya diajarin Ferdi aja. Ferdi ajarin dong!" minta Kila.
"Siap! ayo!" ajak Ferdi. Kila melirik ke Egi. Kila gak mau Wiwi sakit hati dan kesal padanya.
__ADS_1
"Wih, perhatian banget sih, sahabat gue!" ucap Wiwi.
"Emang kamu gak bisa Wi?" tanya Egi. Mata Egi ke arah Kila yang sedang diajari Ferdi. Egi cemburu Kila diajari Ferdi.
"Bapak! ayo!" ajak Wiwi.
"Gue juga gak bisa!" ucap Eva.
"Kamu sama Aldo yah Eva!" ucap Egi.
"Ayo Va, gue ajarin!" ucap Aldo.
Ikh... sebal. kenapa Ferdi jadi ngajarin Anak baru itu sih? pokoknya, gue harus samperin.
"Ferdi! gue dong!" minta Sarah.
"Lo sama Gio aja!" minta Ferdi.
"Gak mau, gue mau sama lo! minggir lo!" ucap Sarah mendorong Kila sampai terjatuh.
"Akh...." ucap Kila. Egi yang melihatnya, langsung menghampiri Kila dan meninggalkan Wiwi.
"Kila! Astaghfirullah, siapa yang dorong Kila?" tanya Egi.
"Sarah Pak!" ucap Ferdi.
"Sarah! kamu gak boleh kaya gini dong! mau kamu saya laporin ke ruang BK? saya laporin kamu ke Bu Anita!" ucap Egi.
"Maaf Pak!" ucap Sarah.
"Jangan minta maaf ke saya! minta maaf ke Kila dong!" ucap Egi kesal.
"Kila, gue minta maaf! gak sengaja." Ucap Sarah.
"Ferdi! kamu bantu Sarah! ajarin Sarah! biar Kila sama saya!" ucap Egi.
"Wiwi, kamu lanjutin yah! saya bawa Kila ke UKS. Tangannya berdarah karena Sarah." Ucap Egi.
"Oh, iya Pak!" ucap Wiwi.
"Kenapa Wi?" tanya Eva.
"Biasa, ada yang buat ulah!" ucap Wiwi.
"Si Sarah?" tanya Eva.
"Iya, siapa lagi." Ucap Wiwi.
"Sarah! mau gue ajarin?" tanya Gio.
"Nih, lo lanjut ajarin dia!" minta Ferdi.
"Ferdi! lo apa-apaan sih? Ferdi!" panggil Sarah.
"Ya udah, biarin! sama gue aja!" minta Gio.
"Dasar lo gak tahu malu!" ucap Wiwi.
"Wi, udah ah! nanti kita malah kena masalah." Ucap Eva.
"Gue sebal banget Va, gara-gara dia gue gagal diajarin Pak Egi." Ucap Wiwi.
"Sabar!" ucap Eva.
Egi membawa Kila ke ruang UKS. Karena tangan Kila berdarah kena batu, karena Sarah mendorong keras Kila.
__ADS_1
"Bu! mana sih, Ibu UKS?" tanya Egi.
"Kenapa Pak Egi?" tanya Bu Anita.
"Ini tadi celaka Bu, semua gara-gara Sarah. Tolong kasih hukuman lah, biar sadar dan kapok!" ucap Egi.
"Astaghfirullah, Sarah buat ulah lagi! habis pelajaran olahraga, saya panggil dia! Bapak Egi bisa obatin Kila? atau butuh bantuan lain? Bu Sarmi lagi gak masuk hari ini!" ucap Bu Anita.
"Gak apa-apa, saya aja! Kila kan Adik saya, jadi saya harus bertanggung jawab sama Kila Bu!" ucap Egi.
"Benar-benar bangga saya. Ya udah, lanjutin Pak! nanti, saya hukum Sarah." Ucap Egi.
Egi mengobati tangan Kila dengan hati-hati. Kila sangat bersyukur punya suami perhatian dan baik hati.
"Mas, maafin aku! gara-gara aku, ngajar Mas terganggu." Ucap Kila.
"Sssttt... gak apa-apa. Kamu kan istri saya, kalau kamu celaka, itu udah tanggung jawab saya! saya gak mau, kamu kenapa-kenapa. Ayah dan Ibu kamu, sudah nitipin kamu sepenuhnya sama saya!" ucap Egi.
"Sekali lagi makasih ya Mas, dan maafin aku!" ucap Kila meneteskan air mata.
"Udah-udah! jangan nangis! sakit gak?" tanya Egi.
"Udah enggak, kan udah diobatin suami aku!" ucap Kila.
Tok-tok-tok
"Iya masuk!" ucap Egi.
"Maaf Pak, ganggu! di lapangan ada keributan. Wiwi, Sarah dan teman-temannya bertengkar." Ucap Ferdi.
"Astaga!" ucap Egi.
"Ya udah Pak, Bapak selesaikan aja dulu! saya gak apa-apa kok sendiri!" ucap Kila.
"Kamu istirahat yah! jangan kemana-mana! ayo Ferdi! ngapain lihatin Kila?" tanya Egi.
"Kila gak apa-apa?" tanya Ferdi.
"Udah! ayo!" tarik Egi.
"Ada apa ini? saya heran, kalian ditinggal sedikit bertengkar. Sarah, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu! Kila terluka karena kamu! sekarang, Sarah, Wiwi, Eva dan kamu Maya dan Alifah ikut saya!" minta Egi.
"Kemana Pak?" tanya Wiwi.
"Temuin Bu Anita!" ucap Egi.
"Jangan Pak! saya gak mau dihukum!" minta Sarah.
"Ikut saya! dan penilaian ini, kalian ikut susulan!" ucap Egi kesal.
"Pak! jangan!" minta Maya dan Alifah.
"Ini semua gara-gara lo!" ucap Sarah.
"Lo!" ucap Wiwi.
"Stop! saya bilang ikut-ikut! Ferdi, kamu saksinya kan? jelasin yang sebenarnya sama Bu Anita!" minta Egi.
"Baik Pak!" ucap Ferdi.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
__ADS_1
DIARY ASMARA