
"Kenapa?" tanya Egi.
"Ini ada nasi. Jangan GR, nanti terbang lagi." Ucap Kila.
"Terbang sama kamu yah!" ucap Egi.
"Apaan sih, sini piringnya! aku mau cuciin." Ucap Kila.
"Bisa emang?" tanya Egi tersenyum.
"Nimbanya aku masih takut Mas." Ucap Kila malu-malu.
"Ya udah, saya yang timbain." Ucap Egi.
Egi menimba air ke ember. Kila belajar mencuci piring-piring, sendok dan gelas yang kotor. Ada tetangga yang menyapa Kila dan Egi.
"Haduh romantis bener dah ah, pengantin baru." Ucap Ibu-ibu.
"Iya Bu. Baru nyuci?" tanya Egi.
"Iya nih, mumpung panas. Kenapa gak bikin jet-pump aja Gi, dari pada nimba gitu capek." Ucap Ibu-ibu.
"Gak apa-apa Bu, olahraga." Ucap Egi.
"Oh gitu, saya mah capek Gi." Ucap Ibu-ibu.
"Mas, benar Ibu itu! kenapa gak pasang jet-pump?" tanya Kila.
"Udah cuci piringnya sampai bersih!" ucap Egi.
"Ikh... dibilangin." Ucap Kila kesal.
Haduh gimana kalau Bu Marnah ngomong ke Kila, kalau saya sebenarnya punya rumah yang lebih bagus dari ini. Saya harus ngomong nih, sama Bu Marnah.
Saat Kila sedang mencuci piring, Egi mendekati Bu Marnah. Egi meminta Bu Marnah jangan bilang Kila kalau Egi sudah punya rumah.
"Bu!" panggil Egi.
"Eh-dor! Eh-dor! ikh... si Egi kagetin aja. Kenapa?" tanya Bu Marnah.
"Saya boleh ngomong sama Ibu?" tanya Egi.
"Ngomong apa? eh-ngomong apa dah. Tuhkan saya kegok. Apaan?" tanya Bu Marnah sambil latah.
"Bu, saya minta tolong sama Ibu. Ibu jangan bilang ke Kila kalau saya punya rumah yang lebih bagus dari ini! jangan yah!" minta Egi.
"Jangan? eh-jangan! kenapa emang Gi?" tanya Bu Marnah.
"Mau bikin kejutan Bu. Tolong ya Bu!" minta Egi.
"Iya-iya. Saya mah gak mau tahu urusan orang, tenang aja ya Gi!" ucap Bu Marnah.
"Makasih ya Bu!" ucap Egi tersenyum.
__ADS_1
"Mas!" panggil Kila.
"Mas! eh-Mas! dipanggil noh!" ucap Bu Marnah.
"Saya tinggal ya Bu!" ucap Egi.
"Iya, silakan!" ucap Bu Marnah.
"Apa gadis kecil saya?" tanya Egi.
"Kamu ngapain sih Mas? malah ngobrol. Ini udah selesai Mas, bantuin!" minta Kila.
"Iya-iya. Sini saya bawain!" ucap Egi.
Selesai mencuci piring, Egi dan Kila masuk rumah. Egi mengajak Kila untuk membeli seragam dan kipas angin agar tidak kepanasan. Saat Egi dan Kila mau berangkat ke pasar, Bu Retno video call Egi. Egi dan Kila terpaksa harus ngobrol dengan Bu Retno terlebih dahulu.
"Ibu aku video call." Ucap Egi.
"Ya udah Mas, angkat dulu!" minta Kila.
"Assalamu'alaikum, Bu!" sapa Egi dan Kila.
"Wa'alaikumsalam, Nak. Kalian gimana kabarnya? baik-baik saja kan?" tanya Bu Retno.
"Alhamdulillah, Egi dan Kila baik-baik aja Bu. Ibu sendiri gimana?" tanya Egi dan Kila.
"Alhamdulillah, Ibu baik-baik saja Nak. Syukurlah kalau kalian baik-baik aja. Oh, iya. Gimana rumahnya Kila di sana?" tanya Bu Retno.
"Mmmm.... gak gimana-gimana Bu. Kila belum menyesuaikan saja rumahnya, jadi kurang nyaman. Tapi, Kila akan berusaha menyesuaikan kok Bu." Ucap Kila.
"Hallo, Bu! kok Ibu melamun? Ibu gak apa-apa kan?" tanya Egi.
"Hah? gak apa-apa Nak. Oh iya, kapan kalian mau prewedding? Ibu ingin, kalian punya moment lho!" minta Bu Retno.
"Gak usah deh Bu, sayang uangnya! mendingan kita tabung!" ucap Egi.
"Benar tuh Bu, kata Mas Egi." Ucap Kila.
"Jangan gitu Nak! buat moment berdua aja sayang uang. Pokoknya, Ibu mau kalian bikin prewedding. Kalian kan nikah aja nih kemarin, gak ada pesta gak ada apa. Sekarang, kalian lakuin prewedding. Nanti, video dan foto, kasih ke Ibu. Agar ibu bisa lihat." Ucap Bu Retno.
"Lho, Ibu gak ikut? orang tua aku gak ikut?" tanya Kila.
"Gak usah Nak, Ibu sudah bicarakan sama orang tua kalian. Jadi kalian aja di Jakarta lakukan Prewedding yah! gak boleh bilang enggak! harus!" minta Bu Retno.
"Iya Bu, iya. Nanti, Egi siapkan semua dulu!" ucap Egi.
"Ibu tunggu kabar baiknya ya Nak! ya sudah, Ibu tutup dulu yah! masih banyak kerjaan di rumah." Ucap Bu Retno.
Setelah selesai video call, Kila dan Egi lemas. Dia harus memikirkan lagi, dan mempersiapkan semuanya berdua.
"Gimana Mas? kita prewedding?" tanya Kila.
"Iya. Mau gimana lagi. Hadeh!" ucap Egi.
__ADS_1
"Ya udah, kita harus nurut sama orang tua Mas! aku harus bantu apa?" tanya Kila.
"Kamu gak usah pikirin yah! biar saya yang siapkan semua. Kamu udah tinggal berangkat aja sama saya!" ucap Egi.
"Ya udah kalau gitu." Ucap Kila.
Kila dan Egi ke pasar membeli baju seragam SMA. Egi memilihkan rok yang di bawah dengkul, agar paha Kila tidak terbuka auratnya.
"Mas, roknya ukuran ini aja!" minta Kila.
"Enggak-Enggak! mau dilihat aurat kamu nanti? nah, yang ini aja!" minta Egi.
"Tapi Mas, culun banget." Ucap Kila.
"Masa bodo! pokoknya, aurat kamu gak boleh terbuka!" ucap Egi.
"Ikh..." Ucap Kila.
Saat dua jam berbelanja dan di perjalanan, Kila dan Egi akhirnya sampai rumah. Kila senang sudah punya tas baru, buku baru, sepatu baru dan kipas angin agar tidak kepanasan. Kila berterima kasih semuanya pada Egi.
"Mas! makasih yah, udah belikan ini semua buat aku!" ucap Kila.
"Sama-sama! ingat, di sekolah gak boleh nakal!" ucap Egi.
"Emang aku Anak kecil apa. Mas juga sebagai guru kan?" tanya Kila.
"Iya.Tapi, saya hanya guru olahraga." Ucap Egi.
"Sama aja guru. Lucu ya Mas, kita satu sekolah bareng. Antara murid dan Guru. Imamku adalah Guruku. ha-ha-ha...." ucap Kila.
"Saya senang, kamu bisa tersenyum kaya gitu. Saya minta, jangan marah-marah terus!" ucap dan minta Egi.
"Tergantung!" ucap Kila.
"Kok tergantung?" tanya Egi.
"Kalau Mas Egi gak ngeselin, ya aku gak akan marah-marah." Ucap Kila.
"Emang saya ngeselin apa? hah?" tanya Egi.
"Ya pokoknya ngeselin aja!" ucap Kila.
Ya Allah, semoga nanti pas awal masuk sekolah saya dan Kila gak akan ada masalah besar.
****
Hari cepat berlalu. Prewedding sudah Egi dan Kila lakukan. Egi pun sudah mengirim ke Ibunya. Ibunya sangat senang melihat Kila dan Egi rukun dan serasi. Hari senin pun sudah tiba. Kila dan Egi bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Kila sangat senang, karena ini hari pertama dia masuk sekolah. Saat Egi dan Kila berjalan, Ibu-ibu ngerumpi membicarakan Kila dan Egi. Membicarakan keanehan pernikahan Egi dan Kila. menikah sambil sekolah.
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
__ADS_1
CINTA HAFISA