IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 19


__ADS_3

"Mas!" panggil Kila.


"Iya." Jawab Egi sambil menggoreng telur.


"Mas, makasih ya sudah mau bantu aku ngajarin, dan udah sabar buat aku!" ucap Kila.


"Sama-sama Kila." Ucap Egi tersenyum.


"Tadi, Ibu-ibu di sini ngomongin kita Mas." ucap Kila.


"Mereka ngomongin apa Kila?" tanya Egi.


"Ya, aneh aja. Kenapa, aku sekolah. Aku kan udah jadi istri Mas, harusnya di rumah!" ucap Kila.


"Mau kamu seperti itu kan?" tanya Egi.


"Maafin aku ya Mas, belum bisa jadi istri seutuhnya buat kamu!" ucap Kila.


"Ya udah, kamu gak usah dengarin apa kata orang yah!" ucap Egi.


"Iya Mas!" ucap Kila.


"Cincin kamu mana?" tanya Egi.


"Aku masukin dalam dompet. Soalnya, ada yang curiga sama aku!" ucap Kila.


"Siapa yang curiga sama kamu?" tanya Egi.


"Sarah." Ucap Kila.


"Ya udah, gak usah didengarin!" ucap Egi.


Saat malam tiba, dinginnya malam membuat seluruh badan Egi merinding. Kila dengan memakai kaos oblong dan celana pendek, membuat Egi lupa akan janjinya.


"Mas, kenapa? masuk angin?" tanya Kila.


"Dingin sekali cuacanya Kila." Ucap Egi.


"Aku ambil selimut dulu!" ucap Kila.


"Kila! gak usah!" tarik Egi dan langsung memeluk Kila.


"Mas! Mas! tolong lepasin!" ucap dan minta Kila.


"Gak mau!" ucap Egi.


"Mas, jangan sampe ki-," Egi langsung menutupi bibir Kila dengan telunjuknya.


"Sssttt... saya sudah tidak kuat lagi Kila, kamu istri saya, saya ingin kamu jadi istri saya seutuhnya!" ucap Egi.

__ADS_1


"Ta-tapi Mas!" ucap Kila tidak bisa memberontak nafsu Egi.


Egi telah lupa akan janjinya pada Kila. Egi telah mencium perlahan bibir Kila yang mungil dan merah. Egi juga membuka semua penutup yang Kila pakai. Kila tidak bisa memberontak Egi hanya terdiam dan meneteskan air mata. Kila juga sudah merasakan sedikit getaran cinta pada Egi. Desahan Kila dan Egi membuat mereka lupa akan janji. Setelah selesai bercinta, Egi melihat Kila menangis dan menutupi dengan selimut sambil tidur miring. seprei yang kotor berceceran darah perawan Kila. Kini sekarang Kila sudah tidak perawan lagi atas perbuatan Egi.


"Hiks-hiks-hiks....." Kila menangis.


"Kamu kenapa nangis? maafin saya Kila! maafin! saya khilaf!" ucap Egi.


"Sekarang, aku sudah ternoda Mas! kita sudah lupa kan janji kita berdua." Ucap Kila.


"Kila, saya minta maaf sama kamu, saya benar-benar mencintaimu Kila!" ucap Egi.


"Kalau aku hamil gimana Mas? gimana? masa depan aku akan hancur!" ucap Kila.


"Dengar saya! dengar! hidup kamu gak akan hancur, saya akan bertanggung jawab semua ini! kamu istri saya, jadi udah jadi tanggung jawab saya!" ucap Egi.


"Tapi, cita-cita aku gimana Mas? gimana? kamu jahat Mas! jahat! jahat! hiks-hiks-hiks....." ucap Kila terus menangis.


"Ssssttt..... udah-udah yah! udah! semua udah terlanjur, maafin saya yah!" ucap Egi.


"Semua hancur Mas! hancur!" ucap Kila.


"Enggak! semua gak hancur, ada aku di sini! kamu tanggung jawab aku! udah yah! jangan nangis lagi!" ucap dan peluk Egi.


"Kalau semua teman-teman aku tahu semua gimana Mas? dan kita ketahuan, kalau kita itu suami istri." Ucap Kila.


"Kita jalani dulu yah! aku sayang sama kamu!" ucap Egi.


"Udah, dong! jangan nangis lagi!" ucap Egi.


Kila hanya terdiam dan marah dengan Egi. Sampai Kila tertidur lelap. Egi merasa bersalah dan meneteskan air mata melihat wajah Kila sedih, kecewa dan hancur. Saat pagi tiba, Egi dan Kila terbangun. Kila masih cemberut dan kesal dengan Egi.


"Sayang, udah subuh! bangun ayo! kita salat!" ucap dan ajak Egi yang masih dengan tanpa busana. Egi melihat wajah Kila masih cemberut, terdiam dan kesal.


"Duluan aja!" ucap Kila.


"Yakin? kamu bisa nimba sendiri?" tanya Egi.


"Bisalah!" Kila terbangun dengan tanpa busana dan lupa kalau dirinya tanpa busana. Egi menertawakan Kila.


"Kamu yakin, keluar kaya gitu?" tanya Egi.


"Aaaaa....." teriak Kila, langsung beranjak ke kasur dan menutupi badannya dengan selimut.


"Ha-ha-ha... kamu lucu banget sih! sebentar aku ambil handuk!" ucap Egi.


"Kamu tutupin dong! pede banget!" ucap Kila.


"Biarin aja depan istri aku ini! nih, pake!" ucap Egi.

__ADS_1


"Sini!" tarik handuk yang di pegang Kila. Kila justru sekaligus ketarik Egi. Kila terjatuh dan Egi berada di atas posisi Kila. Egi kembali mencium bibir Kila, dan menarik kembali Kila untuk bercinta. Egi menciumi aroma tubuh Kila dari ujung rambut sampai bawah. Kila ingin memberontak lagi tapi tidak bisa karena tenaga Egi lebih kuat dari Kila.


"Mas! cukup Mas! hiks-hiks-hiks...." Kila menangis.


"Semua sudah terlanjur sayang, gimananya nanti biar jadi urusan aku!" ucap Egi.


Kila terbuai dan mendesah setiap Egi mengecupnya. Egi dan Kila semakin bergairah bercinta. Dinginnya pagi, membuat mereka semakin erat berpelukan. Keringat yang menetes yang keluar dari tubuh Egi dan Kila kini bersatu menjadi cinta. Kila berkata dalam hatinya, kalau Egi sudah merangsang membuat Kila tidak berdaya dan tidak bisa memberontak. Setelah dua jam mereka bercinta, Kila merasa malu akan dirinya yang begitu bergairah.


"Kenapa? kok ditutupin wajahnya? udah gak marah kan sama aku?" tanya Egi.


"Malu Mas!" ucap Kila.


"Mau-mau tapi malu!" ucap Egi.


"Enggak! Mas!" panggil Kila.


"Apa sayang? mau lagi?" tanya Egi.


"Ikh... apaan sih!" ucap Kila.


"Kamu janji sama aku Mas, kalau aku hamil kamu tanggung jawab!" ucap Kila.


"Astaga! ya iyalah, kamu kan udah jadi istri aku. Masa aku gak tanggung jawab." Ucap Egi.


"Terus kalau aku hamil gimana Mas? kamu dan aku akan dikeluarkan dari sekolah!" ucap Kila.


"Sayang, kamu gak usah khawatir yah! jika itu terjadi, kamu ikhlas kan untuk berhenti sekolah? aku akan cari pekerjaan lagi yang lebih baik buat kamu!" ucap Egi.


"Aku pasrah Mas sekarang, aku kan udah jadi istri kamu seutuhnya, jika aku nanti tidak lanjut sekolah aku ikhlas!" ucap Kila.


"Maafin aku ya sayang? gara-gara saya, kamu jadi berkorban." Ucap Egi.


"Harusnya, aku yang minta maaf sama Mas Egi. Baru sekarang aku bisa memenuhi permintaan Mas. Kemarin-marin aku egois banget ya Mas!" ucap Kila.


"Udah, gak usah dibahas lagi yah! sekarang kita mandi, terus salat!" ucap Egi.


"Mas, biar aku yang timba ya Mas!" minta Kila.


"Kamu bisa? yakin?" tanya Egi.


"Yakin Mas!" ucap Kila.


Kila dan Egi keluar dari rumah. Bu Marnah melihat Egi dan Kila hanya memakai handuk dan melihat badan Kila penuh merah-merah. Bu Marnah senyum-senyum melihat Egi dan Kila.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


DIARY ASMARA



__ADS_2