IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 24


__ADS_3

"Astaghfirullah, Ibu. Istighfar Bu! istighfar!" minta Pak Danu.


"Ibu gak mau Shakila menderita Ayah! Shakila, kamu beresin baju kamu! kita pulang!" minta Bu Lastri.


"Hiks-hiks-hiks.... Bu, Shakila mohon sama Ibu! jangan pisahin Shakila dengan Mas Egi, apapun yang terjadi, Shakila istrinya Bu! Shakila mencintai Mas Egi Bu!" Kila menangis dan memohon pada Ibunya.


"Dengar Nak, sejak kecil kamu gak pernah menderita seperti ini! kalau tahu seperti ini, Ibu gak akan biarkan Ayah kamu menjodohkan kamu dengan Egi!" ucap Bu Lastri.


"Bu, Egi mohon! jangan bawa Shakila! Shakila istri saya dan tanggung jawab saya! saya akan berusaha membahagiakan Shakila Bu! jangan bawa Shakila!" minta Egi.


"Kamu, dan keluarga kamu sudah bohongin saya! Anak saya hancur gara-gara nikah sama kamu! dia harus sekolah sambil mengurus kamu sekarang, gimana kalau orang lain tahu? gimana?" tanya Bu Lastri.


"Shakila ikhlas kalau semua orang dan teman-teman Kila tahu masalah ini Bu! mau Shakila dibenci, atau apa, Shakila iklhas asalkan bersama Mas Egi!" ucap Kila.


"Tapi Nak, kamu menderita Nak! kamu menderita!" ucap Bu Lastri.


"Shakila gak menderita Bu, Shakila bahagia dan bangga punya suami seperti Mas Egi. Shakila gak akan pernah tinggalin rumah ini dan suami Kila!" ucap Kila.


"Dasar kamu, gak bisa dibilangin! dengar Ibu! jangan pernah kamu temuin Ibu lagi! jangan anggap Ibu, sebagai Ibu kamu lagi! ngerti!" ucap Bu Lastri pergi meninggalkan Kila dan Egi.


"Kila, Egi, Ayah sangat bangga sama kalian! perjuangkan cinta kalian! jangan diambil hati ucapan Ibu kalian yah, Ayah yakin suatu saat nanti Ibu kalian akan sadar dengan sendirinya. Kalau gitu, Ayah pergi dulu yah, Ibu kalian tidak mau menginap di sini!" ucap Pak Yono langsung pergi.


"Ayah!" panggil Egi.


"Iya Egi." Ucap Pak Yono.


"Ayah percaya sama Egi kan, kalau Egi bisa menjaga Shakila dan Egi akan berusaha membuat Shakila bahagia." Ucap dan tanya Egi.


"Ayah percaya sama kamu Egi! Ayah bangga. Ayah hanya minta satu hal sama kamu, jaga Shakila baik-baik yah! jangan pernah kamu kecewakan dia!" ucap Pak Yono.


"Egi janji Ayah, Egi gak akan sia-siakan Shakila. Egi akan terus buat Shakila tersenyum." Ucap Egi.


"Bagus! Shakila, kamu harus nurut sama suami kamu yah, gak boleh bantah suami! kamu harus bisa menjadi istri soleha untuk Egi, urus Egi dengan sebaik-baiknya!" ucap Pak Yono.


"Iya Ayah, tapi Shakila sedih Ayah. Ibu bicara seperti itu!" ucap Kila.


"Gak usah kamu masukin hati, mungkin Ibu kamu sedang emosi. Nanti, biar Ayah yang bicara!" ucap Pak Yono.


"Makasih Ayah! Shakila sayang Ayah dan Ibu! hiks-hiks-hiks...." ucap Shakila.

__ADS_1


"Udah-udah! malu sama suami kamu tuh! masa seorang Ibu nangis? hmmm..." ucap Pak Yono.


"Ayah...." teriak Bu Lastri.


Akhirnya, Pak Yono dan Bu Lastri meninggalkan rumah Shakila dan Egi. Bu Lastri sangat marah pergi tanpa pamit dengan Egi dan Shakila.


"Kamu kenapa? jangan sedih dong!" minta Egi.


"Aku gak menyangka, Ibu tega sama aku. Hiks-hiks-hiks..." Ucap Kila.


"Sini! kamu yang sabar yah, kan Ayah tadi bilang apa? jangan masukin ke hati! saya yakin, suatu saat nanti Ibu akan kembali baik seperti dulu.


"Maafin Ibu ya Mas, maafin Ibu sudah menghina kamu!" ucap Kila.


"Iya, kamu gak usah minta maaf! harusnya, saya yang minta maaf sama kamu! saya belum bisa bahagiakan kamu, dan bawa kamu ke rumah yang layak." Ucap Egi.


"Mas, jangan ngomong gitu! karena Mas, aku bisa mandiri. Yang dulunya aku manja dan apa-apa selalu hidup enak, itu membuat aku menyesal Mas. Dengan keadaan aku seperti ini, aku bisa menjadi orang dan istri yang lebih baik buat Mas!" ucap Shakila.


"Alhamdulillah, kamu yang sabar yah! saya janji saya bisa bahagiakan kamu! sekarang, kamu senyum dong! jangan sedih lagi!" minta Egi.


"Mmm... gimana kalau sekarang, kamu ajarin aku masak!" minta Shakila.


"Boleh, minta ajarin masak apa?" tanya Egi.


"Tapi, tangan kamu masih sakit Kila. Emang bisa?" tanya Egi.


"Kan udah diobatin kamu, jadi gak sakit." Ucap Kila.


"Kami udah pintar gombal yah! hmmm...." ucap Egi.


Akhirnya, Shakila sudah bisa tersenyum lagi. Egi mengajari Shakila memasak. Shakila tersenyum walaupun Egi tahu, kalau Shakila menutupi kesedihannya karena Ibunya. Egi terus dan berusaha membuat Shakila tersenyum.


****


Di taksi, Bu Lastri marah-marah dengan Pak Danu. Bu Lastri menyesal telah menikahkan Shakila dengan Egi. Bu Lastri pun memarahi Pak Yono.


"Sikap Ibu keterlaluan, kita ke Jakarta untuk menjenguk Anak kita. Eh, malah Ibu hina dan mantu sendiri." Ucap Pak Yono.


"Ibu itu kaget Yah, kira Ibu Shakila di Jakarta hidup enak. Tahunya kaya gitu! Ibu itu, gak sanggup lihat Shakila menderita sama Guru itu!" ucap Bu Lastri.

__ADS_1


"Ibu gak boleh bicara seperti itu! biar bagaimana juga, Egi tetap mantu kita Bu. Ibu itu, sudah buat Shakila sedih. Ibu seperti orang kesurupan tahu gak." Ucap Pak Yono.


"Ibu nyesal menikahkan Shakila dengan Egi. Semua gara-gara Ayah! kalau saja, Ayah menolak perjodohan ini, Shakila gak akan seperti itu. Ayah itu tega yah, sama Anak sendiri!" ucap Bu Lastri.


"Astaghfirullah, istighfar Bu! jangan bicara seperti itu! rezeki kita gak ada yang tahu. Yang penting Shakila itu bahagia sama Egi, itu udah membuat Ayah senang." Ucap Pak Yono.


"Senang apa? rumah bobbrok gitu. Ibu yakin, Shakila minta pulang dan gak kuat. Itu karena dia hargai Ayah aja. Ibu yakin, Shakila minta pulang." Ucap Bu Lastri.


"Cukup Bu! cukup!" ucap Pak Yono.


"Kenapa? biarin aja semua orang tahu." Ucap Bu Lastri.


"Astaghfirullah, sadar Bu! istighfar!" minta Pak Yono.


****


Di kediaman rumah Egi dan Kila. Kila melamun sambil memotong cabai. Saat melamun, Kila teriak Ibu jari tangannya tergores pisau.


"Akh...." ucap Kila.


"Astaghfirullah, Kila! sini-sini!" tarik Egi langsung mengisap darah di Ibu jari Kila.


"Kamu gak jijik?" tanya Kila.


"Buat apa jijik? orang tangan istri sendiri juga. Nambah lagi kan luka kamu, tunggu sebentar saya ambil obat!" ucap Egi.


Ya Allah, Suami aku perhatian banget. Tangan aku luka aja sampai panik gitu.


"Sakit gak?" tanya Egi.


"Enggak Mas, makasih ya Mas. Kamu perhatian sama aku, kamu baik banget Mas." Ucap Kila.


"Ya Allah, dengerin saya! kamu itu, istri saya. Luka sedikit aja, itu udah tanggung jawab saya. Kamu kenapa kok motong melamun gitu hah?" tanya Egi.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


TA'ARUF CINTA



__ADS_2