
"Saya bisa bantu kamu Egi! tapi, ada satu syarat!" ucap Pak Joni.
"Apa syaratnya?" tanya Egi.
"Apa kamu sanggup meninggalkan istri kamu dan menikah dengan Anak saya Desi?" tanya Pak Joni sambil menatap wajah Egi.
"Kenapa syaratnya terlalu berat Pak? saya sudah punya istri, istri saya sedang hamil muda." Ucap Egi.
"Itu sih terserah kamu! kalau kamu mau, kalau gak mau, saya gak akan mau bantu kamu! kamu pikirkan baik-baik yah!" ucap Pak Joni sambil menepuk pundak Egi yang sedang menangis.
Ya Allah, saya harus gimana? gak mungkin, saya meninggalkan Kila. Kila sedang hamil muda, saya pun sangat mencintainya.
Egi berlari dan pergi ke rumah Mertuanya lagi. Egi berdoa semoga Bapak Mertuanya ada di rumah. Hujan deras Egi tetap berjalan sambil meneteskan air mata. Setalah sampai rumah Mertuanya, Bu Lastri mengusir Egi dengan kasar.
"Assalamu'alaikum, Bu!" ucap Egi.
"Wa'alaikumsalam, kamu lagi. Mau apa lagi kamu?" tanya Bu Lastri.
"Bu, saya mau bicara dengan Ayah. Apa Ayah sudah pulang?" tanya Egi.
"Ayah gak ada! dia lagi dinas di Papua. Mau apa lagi?" tanya Bu Lastri.
"Bu, mohon kasihani saya! Ibu saya harus segera dioperasi, saya butuh biaya besar. Hanya Ibu yang bisa menolong saya!" minta Egi.
"Dengar ya Egi, kamu bukan siapa-siapa saya lagi! Kila sudah tidak saya anggap Anak lagi! jadi, kamu pergi dari sini! pergi!" teriak Bu Lastri.
Egi menangis bersama air hujan yang membasahi badannya. Dingin pun, tidak dia rasakan. Dia mencoba menghubungi tempat dia bekerja, tapi hanya di transfer satu juta. Sedangkan biaya operasi sekitar 5 juta.
Tega sekali mertua saya seperti itu. Kalau Kila tahu, pasti dia akan menangis.
****
Kila duduk di depan, dia sangat merindukan Egi. Kenapa Egi sampai sekarang belum memberi kabar. Kila Khawatir, takut terjadi apa-apa dengan Egi.
"Neng, lagi apa?" tanya tetangga.
"Gak ada apa-apa Bu, saya lagi bingung nunggu kabar suami." Ucap Kila tersenyum.
"Ya Allah, kasihan sekali. Memang suami Neng kemana?" tanya Tetangga.
"Sedang jenguk Ibunya kecelakaan Bu. Saya tidak bisa ikut, soalnya takut ada apa-apa dengan kandungan saya." Ucap Kila.
"Neng yang sabar yah! pasti nanti ngabarin kok. Kalau ada apa-apa, panggil Ibu aja yah! rumah Ibu di ujung dekat pohon mangga." Ucap Tetangga.
"Iya Bu, makasih. Soalnya sepi, Ibu sebelah pindah." Ucap Kila.
"Kesepian ya Neng, ya udah, nanti main aja ya Neng! panggil aja saya Bu Dede!" ucap Tetangga.
__ADS_1
"Siap Bu, makasih." Ucap Kila.
"Saya tinggal ya Neng! permisi!" ucap Bu Dede.
"Iya Bu, silakan." Ucap Kila tersenyum.
Mas, kamu kemana sih? kenapa sampai sekarang belum ada kabar? kamu kemana? aku khawatir. Telepon Ayah gak aktif, Ibu malah di rijek.
****
Di sekolah, Ferdi mencari tahu pada teman-teman kenapa Kila berhenti sekolah. Sedangkan Ferdi bertanya pada Egi tidak dijawab.
Sampai Ferdi dan teman-temannya datang ke rumah Egi. Kila kaget kenapa mendadak pada datang semua.
"Kalian! ngapain pada kesini?" tanya Kila.
"Ya ampun Kila, masa kaget gitu sih? kita kan khawatir sama lo!" ucap Wiwi.
"Betul tuh, kenapa sih La?" tanya Eva.
"Ya gak apa-apa, kaget aja. Kalian datang mendadak." Ucap Kila.
"Kita gak disuruh masuk?" tanya Ferdi.
"Oh, iya. Ayo masuk!" ajak Kila sampai lupa ada foto pernikahan Kila dan Egi.
"Iya, ini lo Kila!" ucap Wiwi.
"Iya, itu Kila." Ucap Eva.
"Kila, ini maksudnya apa coba? tolong lo jujur sama gue dan semua!" minta Wiwi menangis.
"Hiks-hiks-hiks..." Kila langsung menangis duduk di bawah, karena memang tidak ada bangku.
"Lo kenapa nangis?" tanya Eva.
"Sekarang lo jujur sama Kita Kila! maksudnya apa itu? lo kan tahu, gue suka sama Pak Egi." Ucap Wiwi.
"Satu-satu dong! kasihan Kila jadi tertekan. Kila, lihat gue! lihat! ada apa sebenarnya? tolong jujur!" minta Ferdi.
"Hiks-hiks-hiks... sebenarnya," ucap Kila gak kuat tahan tangis.
"Apa Kila?" tanya Wiwi.
"Sebenarnya, gue udah nikah lama sama Pak Egi. Sebelum gue masuk sekolah itu, dan Pak Egi menutupi semua kalau sebenarnya, gue istrinya dia! hiks-hiks-hiks... maafin gue, Ferdi, maafin gue Wiwi, Eva." Ucap Kila.
"Astaga naga! jadi, lo nikah sama Guru lo sendiri? dan Imam lo Guru lo? kenapa bisa Kila?" tanya Wiwi.
__ADS_1
"Ceritanya panjang Wi, gue mohon maafkan gue! gue udah bohongin lo semua!" ucap Kila.
"Ya ampun, kenapa bisa? lo kan masih sekolah? apa lo hamil duluan? atau apa?" tanya Eva.
"Gue gak hamil duluan, dulu di Bandung Papahnya Egi sakit. Papahnya Egi banyak berhutang sama Bokap gue. Jadi, Papahnya Egi merasa ingin membalas dengan cara menikahi Anaknya dengan gue. Saat itu, gue juga syok. Gue gak bisa bantah kedua orang tua gue. Papahnya Egi, ingin Anaknya menikah sebelum beliau meninggal. Ya udah, gue diam-diam menikah. Gak ada satu pun yang tahu, sampai gue daftar di sekolah kalian, baru teman-teman gue tahu, tapi gak dibongkar kemana-mana." Ucap Kila.
"Astaghfirullah, kasihan nasib lo! lo harus menerima pernikahan ini Kila, gue sedih Kila." Ucap Ferdi.
"Ya Allah, Kila sini peluk! maafin gue yah, gue udah suka sama suami lo! gue jadi gak enak." Ucap Wiwi.
"Boleh ikutan peluk?" tanya Eva.
"Boleh Eva." Ucap Kila.
"Kenapa lo nikah, terus sekolah?" tanya Ferdi.
"Ya karena gue ingin lanjutin cita-cita gue." Ucap Kila.
"Kenapa lo berhenti?" tanya Wiwi.
"Gue mutusin berhenti, karena gue hamil. Gue gak mau semua kebongkar dengan yang lainnya. Kasihan Pak Egi nanti bisa di pecat juga. Lebih baik, gue yang ngalah. Gue mohon sama kalian semua, jangan bongkar rahasia ini ke siapa-siapa yah, apa lagi sampai ke telinga Sarah! yang ada Suami gue dipecat." Ucap Kila.
"Lo tenang aja, kita gak akan bongkar siapa-siapa. Terus, Pak Egi mana? kok lo sendirian?" tanya Wiwi.
"Lagi ke Bandung, Ibu Mertua gue kecelakaan. Tapi, sampai sekarang gak ada kabarnya! hiks-hiks-hiks.." ucap Kila sambil menangis.
"Ya ampun Kila, kasihan lo! yang sabar yah!" ucap Wiwi.
"Apa lo udah coba hubungin?" tanya Ferdi.
"Udah Fer, gak aktif." Ucap Kila.
"Ya ampun, Pak Egi." Ucap Ferdi.
"Kila, dari pada lo sendiri di sini, gimana kalau gue dan Eva nginap. Sampai suami lo pulang." Ucap Wiwi.
"Serius mau nginap di sini? rumahnya jelek, sumurnya diluar, kasurnya juga gak empuk. Apa kalian betah?" tanya Kila.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
CINTA DAN DETIK TERAKHIR
__ADS_1