IMAMKU ADALAH GURUKU

IMAMKU ADALAH GURUKU
Part 6


__ADS_3

"Mas, Mas capek yah!" ucap Kila.


"Ya capek lah!" ucap Egi ketus.


"Biasa aja kali Mas, gak usah jawab ngegas gitu!" ucap Kila cemberut.


"Biasa aja kok! kamu aja yang baper." Ucap Egi.


"Ya udah, aku turunin aja!" minta Kila.


"Kamu bisa diam gak! diam, jangan banyak omong gitu! ntar capek lagi ngeluh lagi!" ucap Egi.


"Iya-iya." Ucap Kila.


Akhirnya, Egi dan Kila sampai di terminal. Egi dan Kila langsung naik bus Umum. Kila kaget dan gak terbiasa naik Bus Umum.


"Ayo!" ajak Egi.


"Apa? yang benar aja Mas, masa kita naik bus umum gini ah!" ucap Kila.


"Mau naik enggak? kalau enggak, saya tinggal!" ucap Egi.


"Ya udah!" ucap Kila cemberut. Kila dan Egi langsung naik ke dalam bus. Mereka tidak kebagian tempat duduk. Egi dan Kila hanya berdiri.


"Mas, gak ada bangku kosong yah!" tanya Egi ke kenek bus.


"Teu aya mas!" ucap kenek bus.


"Apa? gak ada? uuuhhh..... masa kita diri!" ucap Kila cemberut.


"Ya mau gimana lagi? sabar yah!" minta Egi.


"Sabar-sabar terus dari tadi. Haduh, eh pelan-pelan dong! sakit kepala saya! buta apa yah!" ucap Kila kepalanya tersenggol tukang boneka.


"Hampura nya Teh, Kang!" ucap tukang boneka.


"Sakit gak?" tanya Egi.


"Ya sakit lah! masa enggak. haduh!" ucap Kila, saat Bus mengerem mendadak Kila memeluk erat Egi sambil betatap wajah Egi.


Kalau dari dekat, Mas Egi ganteng banget. Ya Allah, kok jadi berdetak jantung gue.


"Jangan cari kesempatan deh!" ucap Kila.


"Apa sih? kalau gak ada saya, kamu bisa nubruk dan jatoh ke orang itu! mau?" ucap Egi menunjuk ke orang yang hanya memakai kaos ketek dan bertato seram.


"Iiih.... gak mau!" ucap Kila.


"Mangkanya. Saya selalu lindungin kamu, karena kamu istri saya!" ucap Egi.


"Mas, kaki aku pegal." Ucap Kila.


"Sabar-sabar yah! tahan dulu." Ucap Egi.


"Kesemutan Mas! gak paham-paham sih!" ucap Kila.

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi Kila! ini sempit. Tahan dulu!" ucap Egi.


"Kenapa sih, kita gak beli mobil aja! jadi gak harus kaya gini! atau pakai mobil Ayahku dulu!" ucap Kila kesal.


"Sssttttt....." ucap Egi.


Saat satu jam perjalanan, mobil bus mogok di pertengahan jalan. Semua penumpang diharapkan untuk turun dan mencari kendaraan lain dengan gratis.


"Mohon maaf! bus kami mogok! jadi, kalian turun dan gak usah bayar." Ucap kenek.


"Apa? mogok?" tanya Kila kaget.


"Ayo Kila!" ajak dan Egi menggenggam tangan Kila.


"Mas gimana ini? haduh kok aku jadi sengsara gini sih, hiks-hiks-hiks...." ucap Kila.


"Sabar Kila, sabar! saya juga gak mau seperti ini! ayo!" tarik Egi.


"Mas, kaki aku udah gak kuat lagi kalau jalan yah! aku gak bisa!" ucap Kila.


"Dipaksain, kamu mau di sini sampai besok?" tanya Egi.


"Gak mau!" ucap Kila.


"Ya udah, ikutin saya!" ucap Egi masih menggenggam tangan Kila.


"Mas, aku benaran gak kuat!" ucap Kila.


"Iya sabar. Kang! di sini apa gak ada lagi kendaraan lewat yah?" tanya Egi.


"Haduh, kendaraan lain gak ada yang ke Jakarta?" tanya Egi.


"Ada Kang, biasanya mobil bak teh lewat sini. Itu biasa pengantar sayuran ke Jakarta. Tapi, Mudah-mudahan sih ada yang kosong, jadi bisa numpang." Ucap orang situnya.


"Oh, gitu ya Kang? oke deh, makasih ya Kang!" ucap Egi.


"Sami-sami." Ucap orang situnya.


"Mas gimana?" tanya Kila.


"Gak kendaraan selain Bus. Paling ada, ya pengantar sayuran, mobil bak atau truk." Ucap Egi.


"Apa? yang benar aja sih Mas, masa kita naik truk atau mobil bak! ah...." ucap Kila kesal.


"Kamu lihat dong, penumpang lainnya, pada naik truk semua! kita harus naik itu! kita tunggu yang kosong." Ucap Egi.


"Haduh, Mas.... rasanya pengen nangis aku tuh!" ucap Kila.


Maafin saya yah, saya bukan orang kaya, atau direktur besar yang bisa manjain kamu. Saya hanya seorang guru biasa. Tapi, saya janji akan bahagiakan kamu.


"Kang! Kang! stop!" panggil Egi sambil melambaikan tangan ke supir truk.


"Aya naon Kang?" tanya supir truk.


"Abdi teh rek ngiring ka Jakarta Kang, mobil Abdi mogok.

__ADS_1


"Boleh, aya nu luewing mah Kang, cuma kitu bau embe. He-he-he..." ucap supir truk.


"Nuhun nya Kang!" ucap Egi.


"Nya sok!" ucap supir truk.


"Kila, ada yang kosong di belakang tapi. Ayo!" ajak Egi.


"Ta-tapi Mas? katanya bau kambing." Ucap Kila ragu.


"Kalau gak mau, saya tinggal. Kamu mau di sini terus? ayo!" ajak Egi.


"Ya udah!" ucap Kila. Egi langsung menarik tangan Kila perlahan ke atas truk.


"Tos nya Kang? rek mangkat!" ucap supir truk.


"Sip Kang! nuhun nya!" ucap Egi.


"Hiks-hiks-hiks.... banyak ee embe Mas! aku gak kuat, bau Mas!" ucap Kila menangis.


"Sabar yah! biar aku bersihin." Ucap Egi.


"Huwek-huwek-huwek, bau!" Kila mual dan muntah, tapi Kila muntah dan membuangnya ke tepi jalan.


"Kamu cium ini aja! biar gak mual!" Egi memberi minyak angin pada kila.


"Kenapa begini sih Mas? Ayah, kenapa pilihin calon suami yang bikin Kila sengsara." Ucap Kila.


"Kamu nyesal? gak ada artinya penyesalan Kila. Kita harus ikhlas jalanin semua! sini!" ajak Egi menyuruh Kila duduk. Saat ada polisi tidur, Kila langsung jatuh di pangkuan Egi.


"Kamu yang sabar yah! maafin saya, udah buat kamu sengsara. Tapi, saya janji akan terus bahagiakan kamu dan bertanggung jawab." Ucap Egi membelai rambut dan poni Kila.


"Iya! udah terlanjur mau gimana?" ucap Kila.


"Sini duduk! udah saya bersihin. Kaki kamu selonjorin aja, biar saya pijat!" ucap Egi.


Saat beberapa lama, Kila tertidur lelap. Egi langsung berhenti memijat kakinya Kila. Kepala Kila Egi letakan di pahanya. Egi membelai rambut Kila dan menatapnya sambil meneteskan air mata.


Kasihan kamu kecapean. Maafin saya Kila, maafin. Gara-gara saya, kamu harus ikut menderita seperti ini. Ya Allah, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan istri hamba ini, gadis kecil hamba yang manis, mungil dan sangat cantik.


Sudah dua jam lebih Kila terbangun. Kila melihat Egi tertidur lelap. Kila ingin menyentuh wajahnya tapi takut. Kila hanya menyandarkan kepala Egi di bahunya.


"Mas, ya Allah Mas, maafin aku. Aku malah enak tidur lelap gini." Ucap Kila.


Akhirnya, truk pun sampai Jakarta. Supir truk memberi tahu Egi dan Kila kalau sudah sampai.


"Neng, Kang, punteun nya tos nepi Jakarta." Ucap Supir truk.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Imamku Adalah Guruku, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Imamku Adalah Guruku, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


DIARY ASMARA

__ADS_1



__ADS_2