
ruby berada didalam suatu tempat yang sangat gelap gulita ia sangat bingung dan takut, lalu muncul sebuah cermin yang ukuranya besar dari tubuh ruby yang muncul dari kegelapan. sekarang ruby saling berhadapan dengan cermin itu yang menampakan bayangan diri ruby, tapi ruby mengerutkan keningnya karena ia melihat bayangan-nya yang dicermin memakai sebuah kaluang permata merah sedangkan dirinya yang asli tidak memakai kalau itu, ruby menelan salivnya.
tiba-tiba bayangan ruby yang dibalik cermin menyapa ruby. "hay".
sontak ruby terkejut ketakutan sampai ia mundur beberapa langkah dari cermin itu. sedangkan bayangan ruby yang didalam cermi perlahan keluar dari cermin sambil berkata. "ruby jangan takut aku tidak akan melukai kamu".
"siapa kamu kenapa kamu tahu aku dan wajahmu juga mirip denganku?". tanya ruby yang ketakuna sambil perlahan-lahan mundur.
"aku adalah dirimu". jawab bayangan ruby.
"kamu adalah aku". ulang ruby.
"iya".
"tidak. kamu bukan aku tapi kamu adalah mahluk halus". ruby yang melihat kebawa kaki bayangan itu.
"siapa sebenernya kamu ini? jangan berbohong terhadapku". tanya ruby.
"baiklah, aku adalah pelindung permata ini dan sekarang aku serahkan kalau permata ini kepadamu. karena kalung permata ini milik kamu". bayangan itu melepaskan kalung itu dan melemparkan-nya kepada ruby.
ruby menatap kalung permata merah itu, enta kenapa ruby merasa tidak asing dengan kalung itu, ia seperti sudah memiliki kalung itu cukup lama akan tetapi jelas-jelas ruby tidak memiliki kalung permata merah itu. lalu kalung permata merah itu bersinar membuat ruby merasa sangat silau.
"akhirnya kamu bangun juga". lin yang duduk disamping ranjang ruby. mereka semua masih ada di rumah simby dan ini adalah tempat mereka bertujuh berkumpul.
ruby sedikit memukul kepalanya yang sangat pusing sambil berkata. "apa yang terjadi?".
"kamu pingsan". balas namjoon yang menyodorkan segelas air minum kepada ruby.
ruby mengambil gelas itu lalu meneguknya karena ia merasa sangat haus. mata lin berbinang melihat kalung yang ruby pakai. "ruby, kamu beli dimana kalung ini".
ruby termenung sebentar karena ia pikir tadi itu hanya sebuah mimpi tapi setelah melihat kalung yang sama dimimpinya, ruby pun berpikir lagi apa mimpi itu beneran nyata.
"hy kenapa kamu bengong, ruby. apa kamu sakit". lin menyentu tangan ruby.
ruby tersenyum. "tidak. aku baik-baik saja".
__ADS_1
ruby melirik kearah pintu dan ruby berteriak seperti ketakutan karena ada mahluk halus yang berdiri di pintu dengan kepala yang terbalik dan mata yang seperti boneka tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang runcing.
"Argh. pergi". terika ruby yang melempar bantal kearah pintu lalu ia bersembunyi di selimut.
"ruby, kamu kenapa?". tanya lin yang bingung melihat ruby seperti itu.
mereka bertujuh melirik kearah pintu ternyata ada hantu pelayan. taehyung memoloti hantu itu sambil berkata kecil. "pergi".
minyoongi menarik selimut ruby. "berhenti-lah berteriak".
"lin tolong antar jungkook membeli makan di depan supermaket". kata taehyung yang sedikit mendorong jungkook.
"ayo anter aku membeli makan". ucap jungkook menari kerah baju lin yang seperti sedang mengangkat anak kucing.
"Ah, kamu kan bisa beli sendiri kenapa harus dianter segala sih".
"jangan merengek". ucap jungkook yang menarik lin keluar.
jimin duduk disamping ruby yang ketakutan sampai tubuhnya begemetar. "tenanglah. hantu itu tidak akan kembali lagi".
"indigo. itu tidak mungkin". ucap ruby yang serak.
"apa kamu tidak sadar selama ini kamu melihat mahluk halus". semenjak seokjin pertama kali bertemu dengan ruby saat di kamarnya pada malam hari seokjin sudah mulai memperhatikan gerakan ruby kalau ruby seorang indigo, seokjin yang beranjak berdiri lalu melempar kan buku itu keatas meja
"tidak. aku tidak memiliki pengelihatan ke enam ini pasti gara-gara kalung berlian ini". ucap ruby yang mau melepaakan kalung itu tapi kalung itu tidak mau lepas dari leher ruby. sebenernya ruby tidak terima dengan kenyatananya kalau dia bisa melihat makhluk halus, ia berpikir halau itu semua hanya lah ilusinya pengelihatanya saja.
"kenapa kalung ini susa sekali dilepaskan". ruby yang berusaha melepaskan kalung itu.
lalu ruby mendengar suara yang tidak asing baginya yaitu suara yang sama di mimpinya itu cuman ruby saja yang bisa mendengar suara itu. "kamu tidak akan bisa melepaskan kalung itu".
"cepat lepaskan kalung ini. gara-gara aku memakai kalung ini aku jadi bisa melihat mahluk harus". teriak ruby sedangkan mereka bertujuh sedikit bingung melihat ruby yang berbicara sendirian.
"dia sedang berbicara sama siapa?". bisik jimin kepada seokjin.
"entalah". jawab seokjin.
__ADS_1
"sebelum kamu memakai kalung itu kamu memang sudah mempunyai kemampuan melihat mahluk halus, cuman kamu tidak pernah menerima kenyataan itu". ucap suara bayangan itu.
"aku tidak mengerti". ucap ruby.
"aku akan membuat kamu mengerti. sejak lahir kamu memang sudah memiliki pengelihatan indra enam, melihat banyak mahluk tapi sayang-nya ibunda kamu dan kakek kamu menutup pengelihatan itu, karena mereka berdua tidak ingin kehidupan kamu rusak. seharusnya kamu ingat saat kamu sekolah dasar tiba-tiba saja kamu melihat banyak mahluk halus selama beberapa hari itu karena indra keenam kamu terbuka, terus kakek kamu pun menutup-nya lagi pengelihata indra kamu itu. lalu beberapa bulan ini kamu juga sering melihat mahluk halus, iya kan". jelas bayangan itu.
ruby terdiam termenung mendengar hal itu sambil berpikir 'jadi selama ini dirinya memang mempunyai indra ke enam cuman kakek dan ibundanya sudah menutupi indra keenam nya selama ini. ruby pun mencari tasnya setelah ketemu tasnya, ia mengambil ponselnya dan langsung menelepon ibunda.
"Assalamualaikum. bunda". kata ruby yang menelepon.
"wallaikumsalam".
"bunda ada yang ingin aku tanya tapi bunda harus jujur sama aku".
"iya apa?".
"apa benar kalau aku sejak lahir sudah memiliki mata indigo".
ibunda terdiam sejenak karena dia berpikir kalau mata batin ruby terbuka dan ruby sudah mengetahui kalau ia bisa melihat makluk halus.
"ibunda".
"iya. kamu memang mempunyai kemampuan hal itu".
"berarti berlian juga mempunyai kemampuan ini juga?".
"tidak, berlian tidak memiliki hal itu".
"apa ibunda dan kakek juga sama denganku memiliki mata indigo".
"iya".
ruby langsung mematikan teleponya, lalu ruby tertawa keras seperti orang gila akan tetapi hati ruby sebenernya sangat terluka karena ibunda dan kakek nya mempunyikan hal besar ini darinya. lin yang baru datang melihat ruby tertawa seperti itu dia langsung memeluk ruby karena lin tahu kalau ruby sedang sedih. saat ruby sedih ia tidak ingin orang melihatnya menangis karena itu ia memilih untuk tertawa seperti orang gila agar orang lain berpikir kalau dia sedang bahagia.
pada saat dipelukan lin ruby yang sudah tidak kuat langsung menangis dengan sangat deras, lin mengusap punggung ruby untuk menenangkan ruby.
__ADS_1