
"kamu ingin berbicara apa?". kata ruby.
"apa kamu punya musu?". tanya seokjin yang sedang mengoles salep kepergelangan tangan ruby.
ruby menggeleng. "tidak".
"kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?". ucap ruby.
"buka baju kamu". ucap seokjin.
ruby yang mendengar itu langsung memeluk dirinya. pikitan ruby mulai tidak karuan melihat seokjin yang sepertinya dia ini orang mesum. " kamu mau apa? kenapa kamu tiba-tiba menyuruhku untuk membuka baju".
"aku tidak ingin melakukam hal apapun, aku hanya ingin mengobati luka yang ada di punggungmu itu". ucap seokjin datar.
"bagaiaman kamu tahu kalau aku ada luka dipunggung, padahal aku tidak bilang". ucap ruby yang heran.
"tahu dari mana itu tidak penting, yang sekarang kamu buka baju kamu itu, agar aku cepat mengolesinya". ucap seokjin.
"baiklah". ucap ruby membalikan badanya kearah lain dan membelakangi seokjin.
lalu ruby membuka bajunya dan seokjin membulatkan matanya karena melihat luka bakar yang ada di punghung ruby beneran sangat parah. "bagaiaman kamu mendapatkan luka separah ini".
"mungkin aku datap luka bakar ini dari mimpi". ucap ruby.
seokjin mengangkat satu hali lalu berkata. "mimpi".
"iya, mimpi yang sangat mengerihkan". ucap ruby yang masih terbayang dengan mahluk halus itu.
"apa kamu bisa menceritakannya?". tanya seokjin.
"pada saat aku membuka amat, aku berada disebuah kota kecil yang sangat sepi dan bangaun sangat berbeda dari yang sekarang. aku mendengar suara rantai yang perlahan mendekat lalu aku berlari sekencang mungkin, akan tetapi tetap saja aku tertangkap". ucap ruby.
"terus". ucap seokjin yang penasaran.
"terus, tiba-tiba muncul awan hitam yang bisa betbicara. dia bilang, serahkan berpata merah. aku menjawab tidak tahu lalu hantu itu marah terus rantai yang mengikat aku menjadi panas". ucap ruby.
seokjin menatap ruby sambil berpikir apa mungkin berlian merah yang masuk kebadan ruby saat itu. karena pada saat ada kejadian di rumah simby beberapa hari yang lalu seokjin melihat berlian itu keluar dari mahlum halus dan masuk kedalam tubuh ruby.
__ADS_1
"berhentilah menatapku dengan tatapan aneh kamu itu". ucap ruby yang merapihkan bajunya lalu pergi dari ruangan UKS.
"pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih". ucap seokjin beranjak berdiri.
tapi ekspresi wajah seokjin tersenyum kecil melihat punggung ruby yang berjalan seperti anak kucing kecil yang menggemaskan. seokjin menggeleng. "apa yang sedang kamu pikirkan sih".
pada saat pelajaran kampus sudah selesai seokjin, namjoon, minyoongi, jimin, jungkook, taehyung, dan hoseok pergi kerumah simby memcari rumah yang di kasih tahu oleh mahluk halus. sedangkan lin dan ruby membuntuti mereka dari belakang dengan sembunyi-sembunyi, karena mereka bertujuh melarang lin dan ruby ikut.
"sebenernya apa yang sedang mereka cari dari tadi sih, bikin penasaran saja". kata lin.
mereka berdua sembunyi di balik tumpukan barang bekas yang sudah tidak terpakai. ruby berkata "entah-lah tapi yang aku dengar dari mereka kalau mereka sedang mencari rumah 69 yang ada dilantai 7".
"aku tidak menemukan rumah yang 69 di dokumen lama atau pun yang baru". ucap namjoon menyilangkan tangan-nya.
"kita juga sudah mencarinya, tapi tidak ada rumah 69 itu". ucap hoseok yang sedang memakan peremen karet.
"apa mungkin hantu itu lupa dengan rumah-nya". kata jungkook yang ragu dengan teror itu.
"kamu jangan bicara sembarangan bagaiaman hantu itu mendengar ucapan kamu itu". ucap taehyung menepak baju jungkook dengan keras.
"lebih baik kita mencarinya lebih telitih lagi, mungkin kita melewatkan sesuatu". kata minyoongi.
klotek....lin tidak sengaja menendang kaleng kosong yang ada di samping-nya dan itu membuat perhatian ketuju pria itu. lin dan ruby saling menatap dengan wajah yang takut ketahuan.
"siapa disana?". teriak minyoongi.
"kucing". sahut lin.
ruby menepak dahinya sambil berbisik. "lin".
mereka bertujuh saling menatap lalu melihat keasal suara itu muncul. lalu seokjin berkata. "oh, kucing. tapi sejak kapan kucing bisa berbicar".
seokjin melanglah mendekati tumpukan barang bekas itu lalu berkata dengan nada ketus. "cepet keluar dari persembunyian kalian berdua".
lin dan ruby akhirnya keluar dari persembunyian-nya mereka berdua sedikit menundukan kepalanya. ruby sedikit menggigit bibir bawahnya dan lin sedikit memiringkan bibirnya, mereka berdua seperti anak kecil yang ketahuna mencuri sesuatu dari ayah-nya.
"kenapa kalian berdua ada di sini bukanya pulang". kata jimin menyilangkan tangannya.
__ADS_1
"aku sudah bilang sama ruby untuk pulang tapi ruby keras kepala ingin membuntuti kalian, apa yang kalian sembunyikan". ucap lin tersenyum
ruby melototi lin karena semua yang tadi dikatakan lin bohong malah sebaliknya lin lah yang penasarah apa yang mereka bertuju sembunyikan. pada saat ruby mauengeluarkan suara tiba-tiba sebuah benang merah melilit ruby, lalu menarik ruby masuk kesebuah sudut dinding.
"Argh".
"ruby". teriak mereka berdelapan yang terkejut melihat ruby menembus tembok.
lin menangis melihat ruby yang menghilang dari tembok dan juga melihat sebuah tulisan 'dia akan mati'. "ruby...hiks...ruby...hiks....".
jungkook langsung memeluk lin untuk menenagkan lin agar tidak menangis lagi. "kau jangan khawatir aku yakin teman kamu akan baik-baik saja".
"hiks... ini salahku. seharusnya aku mendengarkan ruby untuk pula..hiks...aku malah keras kepala ingin tahu apa yang kalian rahasiakan dari kami berdua.....hiks....kalau aku mendengarkan ucapan ruby mungkin ini gak bakalan terjadi....hiks...". ucap lin yang menangis di pelukan jungkook.
seokjin menendang dinding itu sekencang mungkin karena kesal lalu mengomel lin yang ada di pelukan jungkook. "karena rasa penasaran kamu yang ingin tahu dan akhirnya ruby yang menjadi korban mahluk halus itu".
"seokjin tenanglah, jangan terbawa emosi dulu". kata namjoon menenangkan sekjin.
"Argh". teriak seokjin memukul dinding.
"jungkook bawa lin pergi dari sini". kata taehyung.
jungkook hanya mengangguk.
tidak lama setelah jungkook membawa lin pergi tiba-tiba muncul darah di dinding mengalir kebawah entah dari mana dan itu membuat mereka takut dan berpikir hal-hal negatip kalau ini mungkin darah ruby. seokjin seketika mematung terdiam melihat darah itu.
"dia sudah mati". ucap jimin.
"apa yang harus aku katakan terhadap lin". ucap taehyung.
"dia mati karena aku. haha, dia mati karena aku". ucap seokjin.
"seokjin". ucap jimin.
"Argh, kenapa harus dia yang mati". teriak seokjin yang prustasi.
tiba-tiba saja muncul sura dari dinding yang dimana ruby menghilang. "apa disana ada orang? siapa saja tolong buka pintunya".
__ADS_1
telinga mereka mendengar suara tidak asing yaitu suara ruby. seokjin yang duduk di lantai langsung berantak dan berteriak. "ruby, apa itu kamu?".