Indigo Cantik X 7pria Tampan

Indigo Cantik X 7pria Tampan
Episode. 35


__ADS_3

"suho." namjoon menatap suho yang berdiri di depan pintu dengan wajah dingin dan dia juga yang melempar tombak itu kepada monster itu. lalu yang bersembunyi dibelakang suho tidak lain hanami.


"kakak, aku takut." hanami sangat lembut dan lemah saat bersama dengan kakaknya.


"tenang saja kakak ada di sini, hanami". suho membelai rambut lembut hanami dengan hangat sambil tersenyum lebar seperti orang idiot.


"hy, namjoon apa kamu baik-baik saja dan wanita itu juga".


"iya, aku baik".


"hanami, kakak boleh pinjam pisau belati melik kamu sebentar. jangan takut nanti kakak pulangkan tidak akan diambil".


hanami memberika pisau belati kepada kakaknya. "ini."


"hm, kamu merawat pisau belati tuan ini lumaya baik tidak ada bekas karatan. kamu memang adik ku yang hebat."


"kakak memujiku nanti saja setelah membunuh makhluk monster itu."

__ADS_1


suho berlari mendekati monster sambil berteriak. "monster jelek lihat kesini, aku akan membunuhmu".


"kamu masih gila seperti dulu suho". namjoon berteriak lalu berdiri dan mengambil sesuatu benda yang bisa dibuat senjata.


"kalau aku tidak gila mungkin kamu sudah mati sekarang".


hanami menatap ruby dengan datar karena dia tidak menyangka kalau dirinya akan secepat ini bertemu dengan ruby, sedangkan ruby merasa sangat pamiliar dengan hanami tapi dia tidak ingat dimana perna melihatnya dan ruby juga merasa kalau hanami menatapnya terus. namjoon, suho, kakek, dan ayah namjoon terengah-engah kelelahan melawan monster yang berkulit tebal ini.


"ha...tidak aku sangka monster ini benar-benar kuat mempunyai kulit yang begitu tebal, kalau seperti ini kita tidak akan pernah menang dan tenagaku sudah habis setengah".


"yang kau katakan memang benar, suho".


yang dikatakan kakek namjoon juga benar kalau seperti ini terus mereka akan mati kelelahan lalu dimakan oleh monster jelek ini, ruby berpikir terua mencari cara untuk membantu mereka cara untuk membunuh monster itu tapi dia sama sekali tidak memiliki ide sedikitpun.


"ruby".


ruby tersadar dari lamuananya itu karena mendengar suara lin, ruby memulatkan matanya "lin."

__ADS_1


ruby beranjak berdiri dan tertawa keras sampai semua orang menatap kearah ruby. "hahahahaha. kamu benar-benar menyebalkan."


ruby tanpa sadar berlari merempas pisau belati yang ada di tangan suho lalu berlari kearah monster dan monster itu yang ingin menangkap ruby gagal karena ruby dengan cepat menghindari tangkapan monster. ruby sekarang berada di belakang monsternya melompat ketubuh monster itu, lalu menusuk punggung monster tepat satu titik yang patal.


jantung ruby berdetak kencak karena ketakutan untuk melawan monster ini tadi dia senang berhasil merobohkan monster ini. ruby bisa melakukan hal seperti itu karena suara bisikan yang mirip dengan suara ruby terus mendorongnya sampai ruby melakukan hal ini.


lalu suara itu muncul kembali dan mendorong ruby "kamu harus memisahkan tubuh monster ini dari jantungnya. cepat robek itu dan ambil jantungnya sebelum dia sadar, kamu tidak banyak waktu untuk takut dan berpikir. ruby."


"sebenernya kamu ini siapa?"


"jangan banyak bertanya cepat lakukan apa yang aku katakan, ambil jantungnya akan tetapi kamu jangan salah memili karena jantung monster ini."


hari ruby merasa bimbang karena melihat air mata di monster itu, dia ragu melakukan hal yang besar ini karena ini pertama kalinya.


"jangan ragu atau pimbang percayala apa yang aku ucapkan".


akhirnya ruby menyobek punggu monster itu dengan pisau belati, tangan ruby sedikit terluka karena tergores tulang monster ini. "aku tidak melihat jantungnya, disini hanya tongkorak bayi."

__ADS_1


"tidak. tongkorak bayi itulah jantung monster ini, jadi cepat ambil dan lembar tongkorak itu."


__ADS_2