Indigo Cantik X 7pria Tampan

Indigo Cantik X 7pria Tampan
episode. 25


__ADS_3

"Argh". zeha berteriak kesakitan dibagian kepalanya karena memori semasa hidupnya melintas sangat cepat seperti film, zeha sempat memukul kepalanya beberapa kali karena rasa sakit yang tidak bisa dia tahan.


Akhirnya zeha berhenti berteriak kesakitan dia menghelas napas pendek beberapa kali dengan cepat, lalu mata zeha sedikit memerah dan menatap zaha berkata. "seharusnya dulu aku membiarkan kamu mati saja dan seharusnya aku tidak melakukan hal sadis seperti itu. aaah, ini semua gara-gara gadis itu".


"seokjin". panggil ruby.


"Hmm". dehem seokjin datar.


"kenapa aku merasa sangat jiji dengan orang itu. padahal dia tampan". ucap ruby yang berusaha menahan untuk tidak muntah.


"apa yang kamu maksud sikembaran zeha itu, aku juga sangat jiji denganya melihat darah anak-anak yang menempel di tubuhnya". ucap seokjin dingin.


"bukan dia tapi di atasnya ada sosok makhluk yang mengendalikan tubuh zaha yang menggunakan benang perak dan dia terus menatapku". ucap ruby yang meringding.


"omong kosong apa yang kamu katakan. aku tidak melihat sosok makhluk diatasnya" bisik seokjin melirik kerah ruby.


"aku tidak omong kosong makhluk itu melayang diatas zaha". teriak ruby yang kesal.


"kenapa kamu berteriak kepadaku". ucap seokjin ketus.


"berteriak. kapan aku berteriak terhadap kamu". ucap ruby ketus.


"barusan". balas seokjin.


"aku tidak berteriak". ucap ruby.


"kenapa kalian berdua jadi berantam". kata hantu anih.


"kami tidak berantem". bersamaan ruby dan seokjin berucap, mereka yang melihat hanya terdian terdengang.

__ADS_1


"hy, kau. kembaran zeha cepat bunuh ini orang". ucap ruby menunjuk memakai mulutnya kearah seokjin.


seokjin yang mendengar itu mengerutkan keningnya lalu berkata. "enak saja kau ini menyuruh dia membunuhku, ah. kau sebelum membunuh aku lebih baik bunuh gadis jelek ini dulu baru aku".


"Eh, itu tidak benar. masah cewe dulu yang mati dimana-mana cowok dulu, lagi pula aku ini gadis cantik. kamu tuh yang jelek". ucap ruby ketus.


zaha yang tidak tahan mendengar ruby dan seokjin yang terus adu mulut zaha berteriak sambil melayangkan tanganya yang memegang pisau blati kewajah ruby untunhnya itu tidak dalam. "berisik".


seokjin membulatkan mata melihat zaha melukai wajah ruby. " ruby".


sedangkan ruby terdiam dan menatap darahnya yang jatuh setetes demi setetea kebajunya, lalu ruby menatap zaha dengan datar. "berani sekali kau merusak wajahku ini".


zaha melangkah mundur menjauh dari ruby, mengerutkan dahinya dan membulatkan mata yang ketakuna seperti ditekan, saat melihat bola mata ruby yang berubah menjadi merah seperti berlian yang berada didalam tubuhnya dan tatapa yang tajam.


suasana ditempat ini seketika menjadi sangat mengerihkan dari yang sebelumnya dan jeritan para jiwa yang terjebak di tempat ini ketakuna dengan aura yang dikeluarkan oleh ruby. tali yang mengikat ruby seketika menjadi abu, ruby perlahan berjalan mendekati zaha akan tetapi sebenernya ruby berjalan mendekati makhluk harus yang disamping zaha.


"ruby". ucap seokjin yang


"sosok hantu kecil yang hanya mempunyai level rendah sudah berani melukai wajahku ini, dan kamu sudah melewati batas melanggar peraturan yang di tentuhkan". ucap ruby dingin.


"ampun". ucap maklhul itu.


"kau sudah terlampar". ucap ruby mengeluarkan sesuatu didalam mulutnya yaitu pedang cantik berwarna hitam dan pegangan pedang itu seperti kepala naga.


dengan mata dingin ruby langsung mengayunkan pedang yang dipegang oleh ruby kerah makhluk itu tanpa mendengarkan perkatan permohona untuk diampuni. dalam tepasan pedang itu dalam sekejap makluh itu lenyap menjadi asap yang ditup oleh angin dan tubuh zaha yang terbaring tidak bergerak tubuhnya kurus kering seperti hanya menyiksakan kulit dan tulang.


jiwa anak kecil yang sudah dibunuh dan dikurung didalam tubuh zaha keluar berhamburan seperti kupu-kupu. "aku sudah menghukumnya jadi kalian semua bisa pergi dengan tenang dan tolong maaf kan atas tindakan zeha".


"zaha". kata zeha yang terpukul melihat kondisi tubuh zaha.

__ADS_1


seokjin sama sekali tidak mengerti dengan situasi sekarang melihat pembunuh itu yang tiba-tiba takut sama ruby, sebuah pedang tajam dari tubuh tuby, dan pada saat ruby mengayunkan pedang itu begitu saja. terus tubuh zaha yang tiba-tiba mengering dan juga meneluarkan sekumpukan jiwa anak kecil.


"terima kasih kakak sudah menolong kami dan kami akan memaafkannya karena itu keinginan kakak". ucap para hantu kecil


"tidak. aku tidak akan memaafkan dia". teriak anih sambil mengepalkan tanganya.


"kenapa?". ucap ruby menatap anih datar.


"karena dia seorang pembunuh dan dia harus mendapatkan hukuman yang setimpa. dia sudah membunuh anak kecil seperti kami ini dengan sangat kejih". ucap anih melempar sesuatu kearah zeha.


"kalau begitu hukuman apa yang pantas buat dia, hantu kecil". tanya ruby menunjuk hantu anih dengan pedangnya.


"aku mau dia menderita sama seperti kami yang telah dia lakukan terhadap kami sebelumnya". ucap anih.


"maksud kamu menyayatnya".


"iya".


ruby tiba-tiba saja tertawa. "hahaha, kamu benar-benar hantu yang penuh dendam. tapi maaf hantu kecil aku tidak bisa melakukan hal itu, bagaimana kamu saja yang melakukanya".


ruby melempar pedangnya kerah hantu kecil itu. hantu kecil sedikit mundur karena terkejut dan ruby diduduk santai dikuri dengan tangan yang menyilang. "kenapa diam. bukanya kamu bilang ingin menghukum dia jadi cepat lah ambil pedang itu".


seokjin sudah menyadari kalau yang ada di depanya bukan ruby yang asli tapi orang lain tidak mungkin ruby akan tegak melakukan hal ini menyuruh anih untuk mengambil pedang dan menghukum pria itu, tapi itu seperti bukan hukuman tapi itu membunuh sama saja denganya.


"tidak. aku tidak mau melakukan hal itu, jika aku memgambil pedang kamu dan melakuka hal sama-". hantu anib terdiam di tengah-tengah perkataannya itu.


"kenapa kamu diam hancu kecil". ucap ruby.


"katakan siapa kamu dan dimana ruby". akhirnya seokjin mengeluarkan suaranya yang sejak tadi dia tahan.

__ADS_1


ruby menoleh kerah seokjin beranjak dan mendekati seokjin lalu melepaskam ikatannya sambil berkata. "kau barusan berkata siapa aku dan dimana jiwa tubuh ini, akan aku kasih tahu. anggap saja aku adalah pelindungnya dan orang yang kamu maksud dia baik-baik saja , jadi kamu jangan khawatir. cukup duduk tenang dan nikmati tontona yang gratis.


__ADS_2