
...Jimin, taehyung, dan jungkook mereka bertiga sudah sampai di rumah susun yang sering di bilang rumah simby. baru saja mereka masuk ketempat rumah simby itu sudah tercium bau amis darah dan darah yang berserakan dimana-mana, semua orang merasa takur untuk tinggal di sini lagi....
" kenapa kalian baru datang?". Tanya seorang pria yang berpakain kemeja hitam dengan baju tangan yang di guluntungin keatas yaitu kim namjoon yang sedang memanjur darah dengan air.
"Tadi ada masalah di jalan". Jawab jungkook yang asik makana ringan.
"Banyak darah tapi tidak ada satu pun mayat". taehyung menyilangkan tangan-nya.
"Bukan tidak ada mayat tapi mayat itu diambil oleh mahluk aneh tepat di depan mata. Kecuali mereka". Balas pria yang tingginya hampir sama dengan jungkook yang memakani baju kemeja hitam, kedua tangan yang dimasukan kesaku celana, dan memakai kacamata yaitu kim seokjin.
"Ini daptar orang-orang yang mati beberapa bulan yang lalu. Aku sudah membacanya ada beberapa kesamaan dengan kematian ini". Kata seorang pria dengan wajah dingin, memakai kacamata dan kemeja biru menyodorkan sebuah berkas kepada namjoon yaitu minyoongi.
__ADS_1
"Dan aku juga menemukan sesuatu pecahan berlian yang di temukam ditempat tinggal korban". Ucap seorang pria yang memakai switer hitam yaitu jung ho-seok memperlihatkan pecahan berlian itu.
"Setiap ada mayat mati tidak jelas pasti ditemukan berlian dirumah korban". Ucap jungkook mulai penasaran.
" setiap kematina mereka tanggal yang sama 7, 17, 27 setiap bulan ada 6 orang yang mati jadi dalam sehari ada dua orang yang mati. Dan satu hal lagi jam kemati mereka juga sama dengan tanggalnya, pada pukul pagi jam 07:07 menit , lalu pada pukul sore satu mayat lagi jam 17 : 17 menit seterusnya. Dan itu semua selalu angkah terakhitnya, angkah tujuh". Ucap namjoon yang sudah melihat berkas kematian itu.
"Semakin lama dipikirkan semakin rumit". jimin menaru tangannya diatas gadu.
"Sudahla jangan dipikirkan. Kita serahkan saja kepada para kepolisian, lebih baik kita bereskan kekacawan ini semua". Ucap namjoon menutup buku itu lalu meletakanya ditempat yang bersih.
Seokjin berpikir sejenak lalu berkata. "Aku khawatir jika kita serahkan kepada kepolisian begitu saja, aku takut mereka akan menganggap semua tidak serius hanya bercanda apa lagi sekarang tidak ada mayat".
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu kita pikirkan besok ini sudah malam". Ucap namjoon.
...******...
...Ruby yang masih tersesat untuk kembali kerumah tiba-tiba saja muncul seorang anak kecil laki-laki yang tampan sambil memegang seikat bungan berwarna kuning terang seperti lampu yang menyinari kegelapan. Anak kecil itu tersenyum kepada ruby lalu memegang pergelangan tangan ruby seperti ingin menunjukan jalan keluar dari kesesatannya ini, sedangkan ruby hanya terdiam dan mengikuti anak kecil itu dengan wajah yang tidak bisa ditebak....
...Cukup beberapa menit ruby sudah ada di depan rumah paman seok dan anak kecil itu melepaskan peganganya lalu berjalan kearah yang gelap dan menghilang. Ruby tersungkur jatuh kaku melihat wajah anak kecil itu karena berubah menjadi wajah kakek dan menghilang dihadapan-nya, Ia langsung pingsan di tempat itu....
"Nona ruby". Teriak kepala pelayan liang berlari lalu menggengongnya kedalam.
"Ruby". Ucap lin yang terkejut melihat ruby yang di gendong oleh kepala pelayan liang dengan tidak sadarkan diri.
__ADS_1