Indigo Cantik X 7pria Tampan

Indigo Cantik X 7pria Tampan
Episode. 23


__ADS_3

pada saat gadis itu benar-benar pergi dan zeha yang tubuhnya merasa sudah tidak tertekan oleh sesuatu yang berat, dia langsung berlari ke zaha. melihat tubuh zaha yang sekarang tidak ada bekas memar ditubuhnya dan juga zeha bisa mendengar hembusan napas zaha. zeha yang ingin mengecek detak jantung zaha yang perlahan-lahan menundukan kepalanya dekat dada zaha, akan tetapi seketika sebuah tangan memukul kepala zeha.


"kau sedang apa, zeha?". suara yang tidak asing bagi telinga zeha yaitu suara zaha yang tersadar.


zeha yang melihat sodara kembarnya hidup kembali dia dengan tepat memeluk zaha dengan sangat erat sambil berkata. "baguslah kamu hidup kembali".


zaha yang mendengar itu memukul kepala zeha dengan sangat keras dan zeha langsung melepaskan pelukan itu terus menyentuh kepalanya yang dipukul oleh zaha. "kenapa kamu tiba-tiba memukulku, sakit tahu".


"aku sengaja memukulmu kalau tidak aku bisa mati dipelukan kamu karena tidak bisa bernapas, kau memelukku sangat erat. dan kenapa kamu barusan berkata aku hidup kembali memangnya aku ini sudah mati, lagi pula kalau aku sudah mati itu sangat mustahil untuk hidup kembali. kamu ini bodoh atau apa?". ucap zaha emosi.


zeha tidak peduli zaha berkata apa tahu memukulnya zeha sangat senang karena sodara kembarnya kembali kesisinya. zeha memang sangat bingung dengan semua ini, kemungkina ini semua berkat gadis itu. mungkin gadis itu adalah malaikat yang dikirim oleh tuhannya, iya walau hati zeha sedikit tidak percaya.


"ngomong-ngomong kenapa aku terbaring disini bukanya tadi aku ada ditoko sedang kerja. apa aku mabuk". kata zaha yang bingung dan dia juga sedikit memukul kepalanya yang sakit.


zeha merasa aneh dengan kata-kata zaha tadi jelas-jelas dia bukan mabuk tapi dipukul oleh beberapah orang. apa zaha tidak ingat apa yang terjadi terhadapnya tadi. "zaha".


"iya". ucap zaha.


"kamu tidak ingat kalau kamu dipukul oleh beberapa orang". ucap zeha yang menatap zaha dengan wajah hitam.


"Eh, Aku tidak ingat itu. memangnya aku dipukul tapi jika aku memang dipukul kenapa aku tidak merasa sakit ditubuhku ini, iya walau kepalaku sekarang sakit". ucap zaha beranjak berdirik.


"Ah, sudahla aku tidak peduli hal itu. sekarang kita pulang saja dan makan untuk merasakan tahun baru". lanjut zaha merangkul zeha. jika zaha berkata seperti itu zeha juga akan tidak peduli hal itu dan dia akan bertanya sama gadis itu nanti apa yang terjadi dengan zaha.


******


sedangkan sekarang yang ada dikediaman paman seok yang sedang berkumpul sarapan, mendengar suara langkah kaki lin sambil berkata. " selamat pagi semuanya".


"pagi juga lin. hmm, dimana ruby?". kata tante rose.

__ADS_1


"aku pikir ruby sudah ada disini, karena tadi saat aku kekamarnya dia gak ada". kata lin menarik kuris lalu duduk disamping jungkook.


"sejak tadi aku di sini tidak melihat dia turun". sahut jungkook yang asik main ponselnya.


paman seok bertanya kepada kepada kepala pelayan yang berdiri disampingnya. "apa kamu melihat ruby tadi pagi?".


kepala pelayan itu menggelengkan kepalanya sambil menuangkan air kegelas paman seok yang kosong. "saya tidak melihatnya tuan. mungkin nona ruby sudah berangkat kulian duluan".


paman seok hanya berdehem. "Hmm".


"aku penasaran kenapa ruby berangkat kekampus sangat pagi-pagi sekali". ucap lin yang mengambil sepotong roti yang sudah diolesi dengan selai coklat.


"paling juga dia ingin ketemuan sama cowok yang dia suka". ucap taehyung beranjak berdiri mengambil satu buah apel lalu melangkah pergi dari tempat itu.


sedangkan jungkook menyemburkan susu yang sudah masuk kemulutnya karena terkejut mendengar itu dan lin langsung beranjak dan berlari karena dia ingin tahu siapa cowok yang disukai oleh temanya yang sekarang ini.


"apa yang kamu bisacara kami sedang mengintip ruby berkencan sama cowoknya. tidak kami menunggu jungkook sama taehyung, dan lagi pula kami tidak peduli tentang teman kamu itu". ucap yoongi menyilangkan tangannya.


"dimana seokjin". tanya taehyung.


"mungkin dia terlambat". ucap hoseok.


"Ah, lagi-lagi terlambat". ucap namjoon datar.


pelajaran kampus sudah selesai tapi ruby dan seokjin tidak masuk kuliah dan itu membuat teman-temanya menjadi khawatir terhadap mereka berdua karena ini sangat aneh, seokjin atau ruby selalu mengirim pesan kepada temanya jika dia tidak bisa masuk kampus.


"seokjin tidak masuk kampus apa kalian mendapatkan pesan dari seokjin?". kata jimin.


"tidak". sahut jungkook.

__ADS_1


"ini sangat aneh seokjin selalu mengirim pesan jika dia tidak bisa datang". kata namjoon.


lin yang baru keluar dari kelasnya berlari kearah mereka berenam. "kalian melihat ruby? hari ini dia tidak masuk kelas padahal ini adalah pelajaran yang ruby paling suka".


mereka hanya menggeleng.


"serius. kalian tidak melihat ruby, kira-kira ruby pergi kemana, iya. aku sudah bertana kesetiap orang yang mengenal ruby tapi mereka menjawab tidak melihat". ucap lin yang mulai menggigit kuku jarinya yang mengartikan dia khawatir.


"ini sangat aneh ruby gak masuk kampus dan seokjin juga gak masuk kampus. apa mungkin mereka berdua berkencan". tebak yoongi yang teringat dengan kata-kata lin tadi pagi saat di gerbang.


"apa jadi cowok yang ruby suka seokjin tapi kenapa ruby tidak pernah cerita kepadaku sih". ucap lin kesal karena ruby tidak pernah cerita hal ini.


"jangan di anggap serius itu hanya tebakan saja". ucap yoongi.


"oh, iya aku baru ingat semalam ibu seokjin menelepon kerumahku. ibuku mengangtak telepon itu dia bilang ibu seokjin menanyakan seokjin paginya dia juga mebelepon lagi dan bertanya hal yang sama, dan jawabanya sama gak ada seokjin". kata jungkook.


"semalam juga ibu seokjin menelepon kerumah dan bertanya sama seperti itu kepadaku". ucap jimin.


"dia juga meneleponku dan bertanya sama". ucap namjoon.


"berarti seokjin sejak semalam memang tidak pulang". kata taehyung.


"hoseok, saat aku dan ruby pergi dari toko itu kalian berdua bersama kan". ucap jungkook yang teringat kejadian semalam.


"iya. aku sama seokjin memang mengobrol sebentar lalu aku pergi pulang duluan. pada saat aku meninggalkan toko seokjin masih disana". ucap hoseok.


"bagamana kalau kita pergi kesana mungkin mereka berdua ada di toko itu". ucap jimin yang seperti ingin mempergoki kekasihnya dengan kekasih gepal.


"yasudah ayo kita pergi ketempat itu". teriak lin yang mengangkat satu tangan.

__ADS_1


__ADS_2