
"Argh....sakit...kakak tolong".
teriakan yang melengking seorang anak kecil yang kesakitan menanis tubuh yang penuh sayatan dan darah segar yang mengalir di tubuh anak itu. sudah satu bulan berlari zeha melakukan pembunuhan anak-anak dan ini adalah anak yang kelima kalinya dia membunuh anak dengan cara membuat goresan perlahan-lahan ditubuh anak kecil itu dengan pisau blati yang diberikan oleh gadis itu.
zeha lakukan ini semua demi kehidupan sodara kembarnya itu. karena pada saat itu saat zaha yang sedang asik bermain kucing bersama zeha tiba-tiba saja zaha tumbang dan tubuhnya menjadi dingin seperti es detak jantungnya tidak berdetak.
"zaha". ucap zeha yang langsung mendekati zaha.
pada saat zeha menyentuh tubuh zaha dia terlejut. "kenapa tubuh zaha sangat dingin seperti orang mati".
sosok mahluk berjubah hitam tiba-tiba muncul di hadapan zeha dan itu membuat zeha terkejut ketakutan sampai dia menyodorkan pisau blati yang di kasih oleh gadis itu. "siapa kamu?".
sosok mahluk berjubah hitam itu menatap mayat zaha lalu menatap zeha berkata. "cepatlah pergi kedermaga sebelum tubuh sodara kembar kamu hancur menjadi abu, tidak ada waktu untuk berpikir atau menjelaskannya".
zeha sama sekali tidak mengeti maksud sosok mahluk berjubah hitam ini, dan kenapa dia menyuruh zeha pergi kedermaga sama seperti gadis itu menyuruh zeha untuk pergi kedermaga.
sosok makhluk berjubah hitam itu dalam sekejap mata sudah ada di belakang zeha dan mendekatkan wajahnya ketelinga zeha berbisik. "cepat pergi sebelum kamu menyesal".
lalu sosok makhluk berjubah hitam itu menghilang dalam sekejap mata. zeha yang sedikit termenung sambil menatap zaha yang perlahan tubuhnya mulai membiru dia tidak tahu harus pergi kesana atau tidak. zeha langsung beranjak mengambil jaketnya lalu pergi keluar rumah tapi sebelum itu dia menutup jendela dan mengunci rumah, terus zeha menaiki taxs menujuh dermaga yang di katakan oleh gadis dan sosok makhluk berjubah hitam itu.
__ADS_1
pada saat zeha baru saja turun dari taxs dia sudah melihat gadis itu dan sosok makhluk berjubah hitam menunggunya tidak jauh dari zeha. zeha melihat tatapan gadis itu sedikit berbeda dari yang sebelumnya, tatapan gadis ini sangat tajam.
"katakan apa yang ingin kalian bicarakan?". kata zeha yang berjalan mendekati mereka.
"jangan terburu-buru, lebih baik ikuti aku ketempat yang aman". ucap gasdi itu menyilangkan tanganya.
zeha hanya diam dan mengikuti gadis itu dan dibelakang dia ada makhluk berjubah hitam. mereka bertiga pergi kesebuah pabrik semen yang sudah terbengkalai beberapa tahun, karena bangunan ini sangat tua.
"tempat apa ini dan kenapa kalian berdua membawaku ketempat seperti ini". kata zeha menyodorkan pisau blati yang gadis itu berilan.
"tenanglah dan simpan tenaga kamu itu, karena kamu akan memperlukan tenaga yang besar dan juga mentalmu". ucap gadis itu menatap zeha datar lalu melanjutkan langkahnya masuk keruangan lain yang sangat tersembunyi.
"kak...kakak tolong...lepaskan kami..hiks".
gadis itu tertawa melihat para anak muda itu menangis memohon. "lihatlah baik-baik zeha mereka adalah orang-orang yang telah menghabisi sodara kembar kamu itu".
"sekarang kamu habisi mereka dengan pisau blati yang kamu pegang itu. balaskan dendam kematian adik kamu. aku yakin setelah kamu membunuh mereka adik kamu yang terbarik itu yang sudah mati, dia akan hidup kembali karena kamu telah membunuh mereka yang sudah membunuh zaha". gadis itu teru berbicara dekat telinga zeha untuk memancing emosi zeha.
zeha yanh terdiam menatap para pemuda itu dan didalam pikirannya mengenang kebersamaan dengan sodara kembarnya itu yang selalu tersenyum ceria seperti matahari yang bersinar. tangan zeha yang memegang pisau belati tiba-tiba saja terangkat dan mau melayangkan pisau blati itu kesalah satu anak muda itu, tapi dengan cepat gadis itu menghentikan tangan zeha.
__ADS_1
"jangan mebunuhnya secara langsung itu tidak menyenangkan. lebih baik kamu membuat mereka menderita dengan perlahan saja sampai mereka mereka memohon untuk mati saja". lagi-lagi bisikan gadis itu.
"bagaimana caranya?". tanya zeha dingin.
"seperti ini". gadis itu memegang pergelangan tangan zeha yang memegang pisau blati lalu menggoreskan pisau blati yang di pegang zeha ke wajah salah satu anak muda itu.
"Argh". 1 sayatan, 2 sayatan, 3 sayatan, 4 sayatan itu terus menerus di lakuka oleh zeha kepada para anak muda itu dengan tatapan kosong, sedangkan gadis itu malah tertawa kegirangan mendengar teriakan kesakitan yang begitu melengking.
"ini..... ini adalah kebahagian yang selama ini aku rinduhkan teriakan yang kesakitan dalam perlahan-lahan menujuh kematian". ucap gadis itu yang bagian seperti iblis.
zeha sudah banyak membunuh anak kecil dari anak gelandangan, anak orang kaya, dan anak dari keluarga biasa. pembunuhan yang di lakukan zeha ini sudah tidak bisa dihitung lagi, zeha melakuka ini semua demi kehidupan zaha. zeha sempat merencanakan untuk berhenti membunuh tapi tidak satu bulan zaha tiba-tiba saja tidak sadarkan diri dan mati begitu saja. sampai suatu hari ada dua anak kembar yang di tamkap zeha dan dia ingin membunuh mereka sama seperti yang lain.
kedua anak kembar ini adalah anah dan anih mereka berdua di ikat dikursi. zeha mulai membuat sayatan di tubuh anih lalu mulai menyayat tubuh anah yang berteriak kesakitan, anih yang melihat sodara kembarnya kesakitan dan tidak ingin anah mati anih berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat dirinya walaupun darah anih terus mengalir keluar. dan akhirnya anih berhasil melepaskan ikatan di tangan dan dikakitnya, dia mengambil sebatang besi lalu memukul kepala zeha memakai besi itu dan itu membuat zeha tidak ambruk pingsan.
anih membuka tali yang mengikat anah tapi anih yang benar-benar sudah tidak bisa bertahan lagi menyuruh anah pergi dari sini sendiri sebelum anih mati. "cepat pergi".
anah berlari keluar dari pabrik semen terbengkalai ini sambil menangis dan menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya, sedangkan zeha yang terbangaun dari pingsannya dan melihat satu mayat anak kecil ini saja zeha langsung beranjak terus berlari mengejar anah mengikuti darah yang ada di tanah. pada saat zeha melihat anak kecil itu yang menyebrang jalan menujuh polisi yang ada di sebrang jalan lain, zeha yang sekuat tenaga berlari sekencang mungkin tapi sayang sekali zeha tertabrak truk yang melaju kencang dan itu membuat zeha mati seketika. sedangkan anah mati di perjalan menujuh rumah sakit di bawa polisi, anah mati sama seperti anih kehabisan darah.
"Argh".
__ADS_1