
"he, hantu kecil kenapa kamu malah menyalahkan Zeha. ini semua kan perbuatan di pembunuh misterius itu". kata ruby ketus.
"hantu kecil sepertinya kamu salah orang". ucap zeha lembut.
"salah orang apanya, aku masih ingat wajahnya saat membunuh kami semua dengan pisau blati tua itu. satu tahun yang lalu kamu menculik anak-anak gelandangan dengan cara memberikan peremen lalu membawa mereka makan yang enak, aku ingat dengan jelas kamu juga melakukanya sama seperti itu kepadaku dan sodara kembarku". ucap anih marah dan seding mengingat semua itu dan jeritan yang kesakitan.
tiba-tiba saja muncul seseorang yang memakai jas hujan dari kegelapan sambil memegang pisau blasti yang dilumuri darah. "hy, semuanya".
seokjin, ruby, anih, zeha membulatkan matanya karena terkejut melihat orang itu yang tersenyum iblis itu dan di belakangnya ada satu hantu kecil yang terikat dilehernya oleh sesuatu entahlah tapi itu seperti rantai yang berwarna merah, dan itu sepertinya sangat menyiksa.
"Anah/zaha". kata anih dan zeha bersamaan.
sedangkan ruby berpikir jadi yang dikatakan zeha benar kalau dia memang mempunyai sodara kembar dan hantuk kecil itu juga adalah sodara kembar si hantu kecil ini.
"zaha, kenapa kamu ada di tempat ini cepat pergi dari sini sebelum pembunuh itu datang. tunggu, tapi sebelum itu kamu lepaskan mereka yang di tangkap oleh pembunuh itu. cepat jangan berdiri diam mematung seperti itu". ucap zeha.
"hahahahah". zaha malah tertawa nyaring mendengar hal itu.
"zaha kenapa kamu malah tertawa seperti itu". ucap zeha yang bingung dan sedikit kesal karena tidak cepat melepaskan sandra.
"bagaimana aku tidak tertawa melihat tingkah konyol kamu itu. lebih baik kamu lihat baik-baik saja di balik tirai itu dan kamu akan ingat semuanya yang telah kamu lupakan semasa hidup kamu itu, zeha". ucap zaha datar lalu berjalan mendekati tirai dan menarik tirai itu.
__ADS_1
zeha yang melihat dibalik tirai itu sebuah gambar yang dikepalanya yang seperti film pada saat kejadian setahun yang lalu pada perayaan tahun baru zeha yang sudah prustasi dan ingin bunuh diri, pada saat itu ada seorang gadis yang datang menghampirinya. "apa kamu akan bunuh diri dengan melompat dari jembatan ini. itu sangat bodoh?".
"pergila dari tempat ini gadis kecil". kata zeha.
"aku tidak akan pergi karena aku ingin menonton kamu mati melompat dari jembatan ini. terus aku akan menonton sodara kembar kamu yang mati perlahan dipukuli oleh beberapa anak nakal di gang kecil". ucap gadis itu yang sedang melempar beberapa kelopak bunga yang dia beli dari toko yang tidak jauh dari jembatan ini.
zeha pun menghentikan tekatnya untuk bunuh diri mendengar itu lalu langsung melompat turun dari pembatas jembatan dan memegang kedua bahu gadis itu. "dimana kamu melihat sodara kembarku?".
"Ah, kamu tidak jadi bunuh diri". ucap gadis itu dingin.
"tidak. katakan dimana kamu melihat sadara kembarku". ucap zeha.
"aku akan kasih tahu tapi kamu harus memberi aku sebuah imbalan". ucap gadis itu.
"sangat puas. dia ada disana". gadis itu menunjuk kerah jalan kecil yang ada toko bunga yang saat gadis itu membeli kelopak bunga.
zeha langsung berlari keraha jalan yang ditunjukan oleh gadis kecil itu. pada saat zeha sampai disana dimelihat adiknya sudah terkapar tidak sadarkan diri dan ada lima anak nakal yang langsung kabur saat melihat zeha datang.
"Zaha". teriak zeha langsung merangkul zaha yang penuh dengan luka memar.
"kembaran kamu sudah mati". kata gadis itu tiba-tiba saja muncul di belakang zeha.
__ADS_1
"zaha bangunlah, aku mohon bangan katakan sesuatu terhadapku. kamu tidak boleh mati, zaha". ucap zeha yang sedih melihat zaha.
"percuma kamu berteriak sekeras apapun dia sudah mati". ucap gadis itu datar.
zeha langsung menyerang gadis itu sedikit mencekiknya karena dia sangat muak mendengar ucapan tingkah dinginya itu, dan tatapan yang penuh amarah. tapi gadis itu malah tertawa girang melihat zeha yang seperti ini.
zeha mencekik gadis itu sampai dia tidak lagi tertawa dan gadis itu berkata dengan nada yang terputus-putus karena tercekik. "A..apa kamu..Ma..u membu..nuhku...hahah...haha..se..harus..nya kamu..membu..nuh...yang...te..lah membu..nuh..sodara...kembar..mu itu".
lalu sebuah tangan terulur dari belakang zeha, sosok bayangan hitam dengan mata yang merah menepak bahu zeha dan membuat zeha seketika langsung ambruk berlutut di dahapan gadis itu. gadis itu menghelas napas panjang sambil memegang lehernya yang sedikit sakit terus berucap. "aku pikir, aku akan mati sebentar lagi".
gadis itu berjongkook di hadapan zeha. " aku tidak akan memperhitungkan soal tadi dan aku akan membantu kamu, membalaskan dendam terhadap orang yang telah membunuh sodara kembar kamu itu".
"siapa sebenernya kamu dan kenapa kamu mau membantu aku membalaskan dendam terhadap orang-orang itu. lagi pula itu tidak akan membuat sodara kembarku hidup kembali". ucap zeha yang melihat mayat sodara kembarnya.
"aku juga bisa mengembalikan sodara kembar kamu terhadap kamu, lagi pula ini belum terlambat sebelum dia benar-benar mati". kata gadis itu datar.
"gadis kecil, kamu jangan bercanda seperti ini. bagaimana mungkin kamu bisa mengembalikan sodara kembarku ini kepadaku". ucap zeha yang tidak percaya.
gadis itu hanya tersenyum lalu berjalan mendekati mayat zaha dan gadis itu berjongkok dekat mayat zaha terus mengeluarkan sesuatu yaitu sebuah pisau blati karat, lalu menusukkan pisau blati karat itu ketubuh mayat zaha tepat jantungnya.
"kamu sudah gila kenapa kamu menusuknya". teriak zeha yang ingin sekali pergi berlari menghampiri gadis itu tapi dia tidak bisa karena tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun.
__ADS_1
gadis itu pun mencabut pisau blati itu ditubuh zaha dan mengeluarakan sekantong kecil abu hitam, terus mengeluarkan cairan yang berwarna merah seperti darah didalam botol kecil. gadis itu menaburkan abu itu ketubuh mayat zaha lalu cairan itu dan mulut gadis itu seperti sedang membaca sesuatu. setelah gadis itu selesai membaca sesuatu, lukah yang ada di tubuh zaha seketika menghilang dan tubuh yang awalnya dingin sekarangan sudah hangat seperti orang hidup.
gadis itu beranjak dan mendekati zeha lalu melempar pisau blati itu ke zeha sambil berkata. "temui aku dipabrik kosong dekat dermaga besok dan kamu harus membawa pisau blati itu, jangan sampai kamu tidak datang karena kamu akan menyesal seumur hidup".