
"ibu, ayah. kalian berdua itu salah paham perempaun yang aku bawa itu bu-". perkatahan seokjin terhenti karena teriakan ruby, dan seokjin bersama kedua orang tuanya pun berlari kekamar pergi kekamar seokjin.
"Argh".
pada saat seokjin membuka pintu, melihat ruby yang sudah sadar dari pingsannya dan sekarang seokjin melihat ruby seperti ketakutan sampai tubuhnya bergemetar. sebenernya ruby habis bermimpi buruk yang sangat mengerihkan dan pada ia sadar juga melihat mahluk halus, tepat dijendela yang lupa di tutup oleh para pelayan.
"ruby, kenapa kamu berteriak". ucap seokjin yang berdiri disamping ranjang.
ruby yang melihatnya langsung memeluk seokjin dengan erat dan itu membuat seokjin terkejut, karena ini baru pertama kali seokjin dipeluk oleh seorang wanita. ruby berkata. " jangan tinggalkan aku sendirian, aku tidak mau melihat mahluk halus itu".
tiba-tiba lampu dirumah seokjin mati, nyala, mati, nyala, mati dan sebuah angin entah dari mana sangat kencang sampai ibu dan ayah seokjin ketakutan. dan ruby semakin memeluk seokjin dengan erat kemunculan hal aneh ini, tidak berlangsung lama lampu menyala lagi lalu sebuah tulisan merah dicermi ''kamu harus balas kan dendam aku kepada orang yang telah membunuhku''.
"aku tidak mau melakukan hal itu". ucap seokjin dingin.
tiba-tiba kedua orang tua seokjin melayang keatas lalu muncul suara misterius. "Hihihi, kalau kamu tidak mau membantuku aku akan membunuh kedua orang tuamu ini".
seokjin menggerekatakan giginya yang melihat ayah dan ibunya yang sedang dicekik oleh hantu yang tidak menampakan dirinya di hadapan seokjin. dan seokjin pun terpaksa menyetujui keingina mahluk itu. "baiklah, aku akan melakukan apa yang kamu mau tapi lepaskan ayah dan ibuku sekarang juga".
hantu itu melepaskan ayah dan ibu seokjin lalu menyuruh seokjin untuk pergi kerumah simby lantai 7, pintu 69, setelah mengatakan hal itu hantu itupu pergi.
******
'Tiiiiiii......ngneng'. seorang kepala pelayan rumah keluarga seokjin membuka pintu dan memperlihatkan tiga orang yang berdiri didepan rumah seokjin yaitu taehyung, jungkook, dan lin. mereka bertiga pagi-pagi sekali sudah pergi kerumah seokjin.
"tuan taehyung, tuan jungkook, dan nona-". ucap pelayan terhenti ketika tidak tahu nama lin.
"lin". ucap lin tersenyum.
"Ah, nona lin. ada apa pagi-pagi sekali datang kesini?". kata kepala pelayang rumah.
"dimana seokjin?". kata taehyung datar.
"silakan masuk. tuan seokjin ada diruang makan". jawab kepala pelayan.
__ADS_1
mata lin melihat sekeliling rumah seokjin yang lebih mewah dari rumah pamanya itu. ornamen rumah ini cukup elegan seperti di dalam istana penuh dengan barang teradisional dan antik.
pada saat lin melihat ruby yang sedang sarapan bareng sama keluarga seokjin, lin berlari dan langsung memeluk ruby. "ruby".
"lin". ucap ruby yang suaranya serak.
"jangan pergi sendirian lagi kami semua sangat khawatir. pada saat kami pulang kamu belum pulang". ucap lin manja.
"maaf sudah membuat kalian khawatir aku bukan bermaksud seperti itu". ucap ruby sedikit murung.
"kami ngerti kok keadan kamu yang kemaren itu".ucap lin tersenyum lebar dan ruby pun ikut tersenyum.
"yasudah kalau gitu kalian sarapan bersama disini". ucap ibu seokjin.
"iya tante". ucap jungkook langsung duduk disamping seokjin.
*******
"Upsss, sorryy. Aku sengaja melakukannya". Kata gadis yang berambut pirang.
Ruby menatap dingin terhadap gadis berambut pirang yang mendorongnya. Lalu gadis berambut pirang itu belum puas mengerjain ruby, dia menyiram ruby memakai minuman orang lain.
"Ah, maaf tanganku licin. Kenapa kamu tidak suka". Ucap gadis berambut lalu pirang menendang ruby.
"Ruby". Teriak lin lalu berlari kearah ruby dan melihat ruby yang kotor.
"Lin kenapa kamu tidak menunggu". Ucap ruby tadar.
"Kalau aku menunggu kamu, aku tidak akan tahu kalau kamu sedang di bully oleh mereka ini". Ucap lin kesal.
Lalu lin mendorong si gadis pirang sambil berkata. "Kenapa kamu membully temanku, apa salah dia terhadap kamu?".
"Temanmu si jalan ini udah menggoda kekasihku". Ucap si gadis pirang.
__ADS_1
"Temanku bukan si jalan. Dia bukan orang yang seperti itu, mungkin saja kekasihmu saja yang gatal sama trmanku. Lagi pula kekasihmu itu yang mana karena banyak cowok yang mengejar temanku ini". Ucap lin ketus sambil menyilangkan tangannya.
"Lin sudah jangan berdebat". Ucap ruby yang berdiri.
"Jungkook". Ucap si gadis pirang.
Lin dan ruby saling bertatapan dan didalam pikiran ruby sama lin satu sama lain berpikiran yang sama kalau si gadis priang ini salah paham mengenai kedeketan jungkook sama ruby.
"sepertinya kamu salah paham mengenai aku sama jungkook. aku bukan kelasih jungkook". jelas ruby terus terang.
"kalau kamu memang bukan kekasih jungkook kenapa jungkook bilang kamu adalah pacarnya dan dia menolak cintaku". ucap si gadis pirang mendorong ruby.
"karena aku tidak cinta sama kamu dan aku hanya cinta terhadap kekasihku ini. yang kekasihku bilang tadi itu bohong, dia sebenernya tidak ingin mempublikan hubungan aku sama semu orang ". Ucap jungkook yang muncul tiba-tiba lalu merangkul ruby dengan mesra.
"Sayang maaf, iya". Kata jungkook.
"Eh". Ruby spontan terkejut mendengar hal itu.
"Aku tidak datang tepat waktu dan tidak menjaga kamu dengan baik". Ucap jungkook dengan lembut sambil merapihkan rambut ruby.
"Tap-,hmmm". Jungkook dengan cepat menutup mulut ruby untuk tidak mengucapkan satu katapun.
Jungkook menatap tajam kepada si gadis pirang sambil berkata dingin. "Jangan perna muncul lagi didepanku atau di depan teman-temanku dan juga jika aku mendengar kamu melukai kekasihku ini, aku akan menyuruh kepala sekolah mengeluarkan kamu dari universitas ini".
lalu jungkook membawa ruby dan lin pergi dari kantin. mereka berbincang sebanjang koridor, lin berkata. " ruby dibully oleh si rambut pirang itu, apa itu gara-gara kamu?".
"aku tidak tahu kalau dia akan menabrak ruby seperti itu. aku hanya bilang sama mereka kalau ruby itu kekasihku, agar mereka tidak terus mengejarku". ucap jungkook datar tanpa seperti tidak punya salah.
ruby yang tanpa berkata memukul kepala jungkook karena kesal dan melangkah pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanya dan berganti baju. lin dan jjngkook menunggu ruby yang ada dikamar mandi dan pada saat ruby ada dikamar mandi ia merasa sesuatu yang sangat merinding.
pada ruby selesai berganti baju dan ia bercermin, ruby melihat sosok yang berdiri di belakangnya dengan rambut yang terurai menghalaing wajahnya. ruby menoleh kebelangang tapi tidak ada siapapun lalu ruby berbalik lagi kecermin dan sosok hantu itu ada dibelakang ruby, terus seketika hantu itu menampakan wajahnya keruby sampai ruby berteriak dan keluar. karena wajah hantu itu sangat mengerihkan seperti wajah setengah hewan dan setengah manusia.
"Argh".
__ADS_1