
"Aduh, ruby. aku sudah memberi tahu kamu ke 10 kalinya, pembunuh itu tiba-tiba saja mati karena serangan jantung". kata seokjin sedang memakai celemek karena mereka sekarang berada dikelas memasak.
ruby menghelas napas dengan wajah cemberut dengan kepala yang terus berpikir jika memang pembunuh berantai itu mati karena sakit jantung, terus kenapa ruby saat bangun merasa tubuhnya sangat lemes dan sakit.
"Eh. ruby dimana kelompok kamu". kata bu kim nisa.
"disana." tunjuk ruby melangkah pergi kekolompoknya.
diruangan kelas bu kim nisa dibagi beberapa kelompok. para murid di kampus universitas kelas A dan B mereka sangat semangat dalam memasak ada beberapa orang juga yang jahil terhadap satu teman kelompoknya. dikelompok ruby juga ada satu teman pria yang jahil terhadapnya yaitu haru, dia terus menyemong ruby memakai tepung dan juga kerim mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih. entah kenapa punggung heru dan ruby tiba-tiba saja merasa dingin seperti dikutuk.
"Hmm". dehem namjoon. ruby dan haru menoleh arah mereka bertujuh dan mereka bertujuh menatap tajam kerah mereka berdua.
"A-apa?". ruby merasa gugup dilihatin oleh seokjin, namjoon, minyoongi, jimin, hoseok, jungkook, dan taehyung dengan wajah menghitam.
hoseok menarik satu kelompoknya kearah kelompok ruby lalu hoseok meraih pergelangan tangan ruby dan masuk ke kelompoknya. "kamu akan berkelompong dengan kami bertujuh."
"ta-".
"tidak ada tapi tapi an". namjoon langsung memotong ucapan ruby.
di saat mereka tempatnya jimin mengeluarkan saputangan dan membersihkan wajah ruby yang kotor penuh tepung dan krim sambil berkata. "seorang wanita itu harus bersih dan cantik bukan kotor seperti ini, nanti kulit wajah kamu rusak lagi".
"aku tidak mau sekelompok dengan kalian bertujuh, aku ingin berkelompok dengan haru."ucap ruby melangkah pergi dari tempat itu dan kembali kekolompoknya yang sudah dipilih oleh bu kim nisa.
"biarkan saja dia pergi". seokjin hanya menatap ruby lalu mulai mengaduk adonan kue yang sempat terhenti, jungkook memotong beberapa bagian dari buah strowberi dia juga sempat memakannya dan jungkook juga dapet sedikit omelan dari seokjin.
__ADS_1
beberapa jam akhirnya kelompok seokjin selesai membuat dua hidangan yang begitu cantik sedangkan kelompok lin membuat satu hidangan dan yang lainnya juga sama. sedangkan kelompok ruby hanya membuat dua hidangan sama seperti seokjin.
"baiklah. saya dan beberapa dosen akan mencicipi makan yang kalian buat". kata bu kim nisa.
para dosen mulai mencicipi satu-persatu makan dari setiap kelompok sampai akhirnya keklompok lin yang membuat kue teratai itu membutuhkan stamina kesabara dalam mendisai bungan teratainya.
para dosen menganggukan kepalanya. "lumayan enak".
lalu keklompok seokjin satu hidangan kue sakura yang berukuran kecil ada beberapa potongan kue sakura. dan hidangan kedua kerang lautan api adalah kerang yang dibakar lalu di siram dengan kaldu wamar yang berwarna merah.
"sangat cantik seokjin".
"hmm, aku gak tega memakan kue nya itu terlalu imut".
satu-persatu dosen memuji makan seokjin mereka juga memuji raja yang ada dimakan seokjin. sampai akhirnya pergi ke klompok ruby yang terakhir para dosen itu menatap datar dengan makan yang kelompok ruby buat.
"iya, bu kim nisa". sahut haru.
"apa nama makan ini, ibu baru melihatnya". ucap bu kim nisa yang menatap haru yang biasanya keriatip dalam membuat makan.
"ini bukanya bakso sama somay has dari negara indosesia, kenapa kamu memilih membuat makan seperti ini. haru". ucap pak D.O.
"saya tidak bisa menjawab perkataan pak D.O lebih baik pak D.O bertanya sama ruby yang mempunyai ide ini". ucap haru lalu melangkah mundur dan mendorong ruby kedepan.
"kenapa kamu memilih membuat makan ini dibandingkan dengan makan lain yang lebih elegan seperti yang lain?" tanya pak D.O menyilangkan tanganya.
__ADS_1
"saya hanya merinduhkan makan ini jadi saja buat lagi pula membuat ini tidak terlalu lama". ucap ruby simpal tersenyum.
"oh. kalau gitu saya mau satu mangkok basok dan satu piring somay karena saja juga merinduhkan makan ini. makan seperti ini sulit ditemukan dikorea sekali ketemu mahal." pak D.O tersenyum kepada ruby.
"pesanan akan segera di sajikan". ucap ruby.
pada saat para murid dan dosen menikmati makan yang mereka suka ruby melihat satu murid prempuan diluar jendela yang sedang mengintip dia seperti ingin sekali mencoba makan ini. ruby hanya tersenyum satu mangkok bakso, satu piring somay dan beberapa makan lain. ruby berjalan keluar mendekati murid itu dengan tersenyum manis.
"ini untuk kamu". kata ruby menyodorkan semua makan kepada murid itu tapi mutid itu menggeleng.
"kenapa kamu tidak mau ini, kamu bisa memilih makan yang lain. ko." ucap ruby memberi tahu murid itu.
ruby tidak sadar kalau murid ini yang dia ajak bicara adalah sosok hantu yang bergentayangan. para murid yang melihat ruby berbicara aneh mereka mulai saling berbisik kalau ruby itu orang yang aneh, gila, dan yang lain-lainnya. sedangkan mereka bertujuh juga melihat hantu murid yang sedang ruby ajak bicara tapi mereka bertujuh sudah tahu kalau itu hantu murid yang mati satu satu bulan yang lalu, tidak ada yang tahu kenapa dia bisa mati dan jiwanya masih terjebak didunia ini.
"kenapa dia berbicara sendiri, apa dia gila".
"bagaiaman bisa kampus kita kedatangan orang gila seperti ini".
lin berjalan mendekati ruby lalu berkata. "ruby. kamu sedang apa?".
"aku sedang menawarkan makan kepada murid lain". jawab ruby santai menoleh ke arah kin.
lin mengerutkan keningnya merasa aneh karena jelas-jelas tidak ada siapa pun disini. "ruby tidak ada siapa-siapa disini".
"orangnya ada di si-". pada saat ruby menoleh dan ingin menunjukan murid itu kepada lin, murid itu sudah menghilang.
__ADS_1
"cepat sekali dia pergi". ucap ruby yang tidak merasa aneh.