
ruby berhasil memisakan tengkorak bayi itu dengan tubuh monster lalu ruby melempar tengkorak itu kesisi lain dan turun dari tubuh monster ini. setelah semua itu semua kembali normal para pelayan yang awalnya menggila dan pelayan yang perutnya puncik kesakutan sudah tidak lagi, terua tubuh monster ini tiba-tiba kebakar dan menjadi abu.
pada saat monster ini menjadi abu muncul dua pria dipelakang hanami dan hanami yang terkejut berlari kearah kakaknya. kedua pria ini lee minho sama jaya mereka datang kesini karena merasakan aura yang sangat kuat dan tidak asing bagi mereka selama ini.
lee minho yang berpikir jelas-jelas tadi dia merasakan aura yang selama ini dia rinduhkan tapi kenapa sekarang hilang dalam sekejam dan lee minho malah merasakan aura gelap milim can hitam sama merah.
ruby berbisik kepada namjoon. "namjoon, siapa mereka?".
"aku tidak tahu".
ayah namjoon berbisik kepada namjoon untuk membawa ibu namjoon dan kakek kekamar. "namjoon bawa ibu dan kakek kekamar untuk diobati cepat lah".
namjoon hanya mengangguk lalu menggendong ibu namjoon dan sedangkan kakek dibantu oleh suho. lee minho yang menatap dingin kearah ruby dengan pikiran gadis yang ada didepanya rengkarnasi siapa tuan mawar ruby jingga atau tuan hantu ruby jingga. lalu lee minho melihat pisau belati ditangan ruby dan juga melihat di belakang mereka ada can hitam dan merah dikejauhan, lee minho menebak kalau gadis yang didepanya pasti rengkarnasi tuan mawar ruby jingga.
"ruby." lin menarik tangan ruby dan mereka mengikuti namjoon dari belakang.
__ADS_1
"tuan lee minho dan tuan jaya". ayah namjoon menyambut kedatangan mereka berdua.
"apa yang terjadi dengan tempat ini. kacau sekali tuan".
"hehe. tadi ada sedikit masalah yang tidak bisa diceritakan."
"oh".
"kenapa kamu menahan aku mendekati tuan." jaya berkata kepada lee minho melewati pikiran.
*******
"bagaimana keadaan ibuku, suho?". namjoon yang berdiri disamping ranjang ibunya mengamati suho yang sedang merawat ibu namjoon.
"dia sekarang baik-baik saja. hanya ada beberapa tulang punggung yang retak mungkin itu akibat benturan dinding, jadi biarkan ibu kamu istirahat beberapa hari terbaring di ranjang". suho menaru peralatan medis di tempatnya, untungnya rumah namjoon ini lengkap dengan peralatan medis dan obat-obatan.
__ADS_1
namjoon menghelas napas lega mendengar hal itu. suho beranjak dari ranjang ibu namjoon lalu berjalan mendekati ruby berkata. "kamu tadi saat melawan monster itu sangat keren. oh, iya. aku suho dan ini adiku hanami, kalau nama kamu siapa?"
"dia ruby dan disampingnya lin mereka teman-temanku dari kampus". saut namjoon yang sudah di samping suho dengan tangan yang tersilang.
"tolong kembalikan pisau belatiku." hanami menjulurkan tanganya meminta kembali pisau belatinya kepada ruby.
ruby mengembalikan pisau belati milik hanami. "oh, iya. dan aku minta maaf pisaunya kotor."
"itu tidak masalah". hanami yang sudah mengambil pisau belatinya dia pun melangkah keluar dari kamar ibu namjoon.
pada saat hanami keluar hantu can hitam dan hantu merah muncul di hadapannya memberi tahu kepadanya kalau mereka berdua sekarang tidak bisa leluasa muncul dihadapan hanami karena jaya dan lee minho.
"memangnya siapa kedua pria itu?". hanami bertanya karena penasara dan hanami menatap jaya dan lee minho dari jendela atas melihat mereka berdua berbisara sama ayah namjoon di halam.
"mereka sama seperti kami hantu. cuman mereka sangat beruntung dimasa kini mereka masuk ketubuh raga kosong".
__ADS_1
"raga kosong". hamani tersenyum iblis saat mendengat hal itu entah apa yang ada didalam pikiranya sekarang.