
...Ruby dan lin sekarang berada di rumah kaca yang dipenuhi dengan bungan yang cantik dan indah. Mereka berdua melihat paman seok sama tante rose yang sedang duduk manis menikmati secangkir teh sambil mengobrol yang begitu serius, dengan seorang pria parubaya yang sedang duduk sujut ketakutan. Dan ada berapa orang yang berdiri tegak seperti pengawal....
"Nyonya-tuan ampun! saya janji tidak akan melakukan hal itu lagi, saya tidak akan menghianati nyonya dan tuan". Kata pria parubaya itu ketakuna dengan gemetar.
"Tentuh saja aku akan memberikan mu kesempata, tapi dengan caraku sendiri. yaitu.." Ucapan paman seok terhenti ketika dia melihat lin dan ruby dibalik kaca.
"cepat bawa dia pergi". Ucap paman seok dengan nada pelan.
"sayang, ka-".
"Lin, ruby. kalian sedang apa disini? bukanya istirahat". paman seok yang langsung memotong ucapan tante rose.
"Ah, lin keponakan tante yang cantik. sedang apa disini sama temanmu?". tante rose tersenyum lalu merangkul tangan paman seok yang terlihat seperti pasangan romantis.
...mata Ruby pokus memperhatikan pria parubaya yang diseret oleh kedua pria kekar dan ruby juga memperhatika kakinya yang terlukah, sedangkan lin tidak memparhatikan hal itu. kemungkina yang dipikirkan lin kalau orang itu telah melakukan kesalahan yang besar kepada pamannya....
lin tersenyum menampilkan deretan giginya dengan nada manja. "Aku hanya ingin memperlihatkan taman paman kepada sahabatku ini. iya kan, ruby".
__ADS_1
"Hmm. iya". Sahut ruby yang tidak pokus.
"Oh. kalau gitu silakan lihat-lihat, tapi jangan masuk ke pondok belakang". Ucap paman seok menunjuk kearah barat.
"kenapa tidak boleh pergi kesana?". Tanya ruby yang mulai rasa penasaran.
"Itu tempat kerja paman. pamanku tidak suka diganggu saat kerja". Sahut lin
"Oh". Ucap ruby singkat.
"yasudah kalau gitu aku mau meneruskan menunjukan apa saja yang ada di tempan tinggal paman". lin menarik tangan ruby menunjuk kearah yang banyak bungan berwarna merah.
"Lin". panggil ruby.
"Iya, ada apa?". Tanya lin yang sedang memetik bungan.
"Aku mau kembali kekamar untuk Istirahat, lagi pula besok kita harus pergi ke kampus untuk pendaftaran".
__ADS_1
"iya. pergila". lin yang pokus memetik bunga tidak memperhatikan ruby.
...Ruby melangkah pergi tapi ia bukan pergi kekamar melainkan pergi kepondong yang dimana tempat itu dilarang, akan tetapi ruby tersesat karna ia tidak tahu jalan kearah pondok itu....
"Ah, bodohnya aku. aku kan tidak tahu jalan menujuh pondok itu". ruby menepak jidatnya karena kesal.
"lebih baik aku kembali la-". ucapan ruby terhenti karena ia lupa jalan mana yang iya lewati tadi, karena jalan ini bercabang dua.
ruby menghelas napas kesal. "Uh. seharusnya aku tidak pergi sendirian. mungkin jalan kiri. Ah, tidak. mungkin kanan".
...Ruby yang kesal dan cukup berpikir panjang untuk memutuskan jalan mana yang akan ia ambil, akhitnya ruby mengambil keputusan bulat memilih jalan kanan sebagai keberuntungan-nya. Siang sudah menjadi malam ruby masih saja belum kembali kerumah, semua mencari ruby dan khawatir apa lagi paman seok dan lin....
"liang. bagaimana kamu menemukan ruby?". paman seok bertanya dengan tenang tapi sebenernya dia sangat khawatir.
kepala pelayan liang hanya menggeleng.
"kalau begitu cari lagi? jangan sampai sepuluh tahun yang lalu terulang lagi". paman seok berbisik dekat teliangan kepala pelayan liang.
__ADS_1
"baik tuan". Sahut kepala pelayan liang.