Indigo Cantik X 7pria Tampan

Indigo Cantik X 7pria Tampan
Episode 19.


__ADS_3

"Huuuuwe".


semenjak kejadian itu ruby sering muntah tidak karuan, setiap melihat benda berwarna merah karena dia terus terbayang dengan darah yang tergenang dimana-mana. dan pada saat ruby tidak sengaja melihat orang yang sedang memotong ayam ruby berteriak ketakusan sampai menangis, karena yang ada dipikiranya selalu terbayang oleh kedua mayat gadia itu yang dipotong oleh pembunuh itu dikamar mandi.


Plak


suara tamparan yang sangat keras sampai terdengar disekitar itu tepat di pipi ruby ternyata yang menampar ruby adalah paman seok. lin, taehyung, jungkook, tante rose terkejut melihat hal itu.


"paman". ucap lin kecil.


paman seok menyengkram wajah ruby lalu berkata. "jika kamu seperti ini terus kamu akan mati oleh ketakukan kamu itu. kamu harus melawan rasa takut yang ada di dalam diri kamu itu, gadis kecil".


terdiam setelah ditampar lalu menguluarkan suara. "kamu tidak tahu apa yang aku rasakan".


ruby mendorong paman seok lalu beranjak berlari menjahu dari tempat itu. paman seok hanya menatap ruby yang berlari semakin menjauh, dan pada saat lin mau mengejar ruby di hentikan oleh tante rose.


"ayah kenapa kamu menamparnya?". tanya taehyung yang bertanya kepada ayahnya dan juga entah kenapa pada saat ruby ditampar oleh ayah nya taehyung merasa sakit di dadanya sama pada saat ruby yang menangis ketakutan dadanya juga sakit.


...******...


"hahahahah". tiba-tiba saja hanami tertawa girang.


"tuan kenapa kamu tertawa begitu bahagia?". tanya hantu si merah.


"bagaimana tuan tidak bahagia dia membuat ruby menjadi seperti orang gila". balas hantu can hitam.


"berhasil membuat ruby menjadi gila". ucap hantu si merah.

__ADS_1


"iya. aku telah meletakan suatu mantra ilusi di dirinya setiap dia melihat benda berwarna merah dia akan muntah karena di melihat sebuah dara, dan pada saat orang sedang memotong sesuatu dia akan histresis berteriak ketakuna". ucap hanami yang menatap ikan yang sedang asik berenang di akarium kecil dan hanami mengambil ikan itu lalu meremasna sampai mati, terus melemparna keakrium itu lagi dan dalam sekejap ikan itu menghilang seperti ddilahap oleh seauatu di dalam akrium kecil itu.


"aku tidak akan membuat kamu mati seperti ikan itu, ruby. karena aku sangat sayang terhadap kamu". ucap hanami tersenyum tipis.


...*******...


tiba-tiba muncul seorang laki-laki duduk disamping ruby dan berkata. "kenapa kamu duduk sendirian ditempat gelap seperti ini".


ruby menoleh ke laki-laki itu dengan ekspresi jemetut lalu menunduk lagi menatap tanah. laki-laki itu menghelas napas terus membelai rambut ruby dengan lembut sambil berkata. "aku bisa membantu kamu".


"kamu tidak akan mampu membantu aku". ucap ruby yang masih menatap ketanah. ruby sebenernya berada di gang jalan kecil yang sepi dan dia sedang berjongkok disudut gang jalan itu.


"aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan sekarang. kau pasti memikirkan kenapa kamu bisa seperti ini selaku takut, setiap kamu melihat benda merah kamu akan munta karena kamu melihat benda itu adalah darah. dan setiap orang yang sedang memotong ikan atau ayam kamu pasti melihat kalau orang itu sedang memotong tubuh manusia". ucap laki-laki itu dengan percaya diri.


"bagaimana kamu bisa tahu hal itu semua". ucap ruby yang heran dengan laki-laki ini yang tidak dia kenal.


"itu tidak penting aku tahu dari mana yang sekarang adalah menyingkirkan rasa takut yang ada didirimu itu". ucap laki-laki itu tersenyum tipis.


sebuah tangan menepak bahu ruby yaitu hosek. "ruby, kamu sedang bicara sama siapa?".


"hoseok, kok. kamu ada disini?". ucap ruby yang menoleh ke hoseok.


"tadi kamu sedang bicara sama siapa?". tanya hoseok lagi.


"aku tidak tahu siapa namanya tapi dia ada disini". ucap ruby pada saat menoleh keraha laki-laki itu duduk, laki-laki itu sudah memghilang.


"loh, kok. gak ada, dia pergi kemana? barusan masih ada di sini". ucap ruby yang merasa aneh.

__ADS_1


"apa tadi kamu bicara sama hantu". tebak hoseok. karena hoseok sejak tadi berdiri tidak jauh dari ruby dan dia melihat ruby sedang berbicara sendirian. hoseok tidak merasa aneh dengan hal itu akan tetapi dia tidak bisa melihat mahluk halus yang sedang berbicara sama ruby.


"hantu bagaimana, dia itu orang hidup. aku bisa melihat jelas kalau kakinya napak ketana dan suhu tubuhnya juga hanget sama seperti orang hidup". ucap ruby.


"kenapa kamu sendirina di tempat sepi seperti ini". kata hoseok mencari pembicaraan lain.


"aku hanya ingin menemangkan diriku ini". ucap ruby berbohong.


hoseok menatap ruby dengan berpikir kalau ruby sebenernya sedang berbohong kepadanya, hoseok jatu sebenernya ruby habis di tampar oleh ayah taehyung karena siakap ruby beberapa hari ini aneh sering sekali menangis berteriak ketakutan dan munta tidak karuan melihat sesuatu yang merah.


"oh, bagaiamana kalau kita pergi ketoko makan langgananku, lagi pula kau pasti belum makan. iya kan". kata hoseok.


ruby hanya mengangguk lalu hoseok memegang pergelangan tangan ruby dan berjalan menujub toko makan langgana hoseok yang tidak jahu dari tempat mereka berada. pada saat sampai di toko itu ruby melihat laki-laki tadi yang bicara sama di di gang kecil sebelum hoseok memanggil ruby.


"kamu sedang apa disini? tadi kenapa menghilang begitu saja". kata ruby kepada laki-laki itu.


laki-laki itu mengangkat satu halisnya merasa sangat aneh dengan ruby yang berkata seperti itu karena laki-laki ini tidak pernah bertemu dengan ruby dan dia juga tidak pernah pergi dari tempat ini kecuali pergi kesupermaket untuk membeli sesuatu.


"maaf saja tidak mengenal nona dan sejak tadi saja berdiri diam disini saja tidak pergi kemana-mana". ucap laki-laki itu dengan sopan.


"tapi tadi kamu berbicara sama saja dan kamu tahu-".


pada saat ruby mau mengatakan kalau laki-laki ini tahu apa yang ruby alami hoseok langsung menutupi mulut ruby dan menyeretnay masuk kedalam toko sambil minta maaf kepada laki-laki itu. "maaf, dia salah orang".


laki-laki itu hanya mengangguk tersenyum kecil.


"aku tidak salah orang itu beneran dia yang tadi bicara sama aku". ucap ruby kepada hoseok.

__ADS_1


"sudah kita kesini untuk makan bukan membicarakan orang yang ngobrol sama kamu itu". ucap hoseok memdorong ruby lalu membuat ruby duduk dengan tenang.


ruby yang berpikir kenapa laki-laki itu tidak mengenal nya bapadah dia jelas-jalan tadi mengobrol samanya di gang kecil itu dan sekarang dia bilang tidak mengenalnya dan tidak pernah pergi kemana-mana, apa mungkin laki-laki itu lupa atau berpura-pura tidak kenal karena tempat ini, tempat dia kerja.


__ADS_2