Indigo Cantik X 7pria Tampan

Indigo Cantik X 7pria Tampan
Episode 13.


__ADS_3

"apa yang kalian lalukan terhadap ruby samapi dia menangis seperti ini, saat aku pergi?". kata lin yang bertanya terhadap mereka berenam.


"kami tidak melakukan apa-apa. dia menangis seperti itu setelah menelepon bundanya". ucap hoseok.


"ruby apa itu benar apa yang dikatakannya?". tanya lin.


ruby melepaskan pelukan lin lalu beranjak pergi sambil membawa tasnya tanpa berkata apapun, sambil menangis dan berusaha menghapus air matanya tetap saja mengalir.


"ruby". ucap lin pada saat dia mau mengejar ruby, lin dihentikan oleh seokjin.


"biarkan dia sendiri". ucap seokjin datar menatap ruby yang perlahan-lahan pergi menjauh.


*******


ruby tanpa sadar sudah berjalan di gang kecil yang tidak ada satu orang pun yang melintasi gang kecil ini. hati ruby sangat berdebar kencang, berusaha untuk tenang dan berpura-pura tidak melihat mereka para mahluk halus.


"apa kamu bisa melihat kami".


"kenapa kamu berjalan sendirian apa kamu tidak takun kami semua akan memakanmu, hihihihi".


"kakak apa wajahku cantik".


ruby ingin muntah melihat para mahluk itu karena ada wajah yang ancur entah karena ketabrak atau terbakar, ada juga mahluk halus yang lidahnya dipenuhi bilatung, dan juga ada yang lebih bara lagi yang membuat ruby tidak tahan lagi yaitu hantu usus.


"hueeee. jangan mendekat, menjauhla dariku". teriak ruby.


"hihihi, ternyata kau bisa melihat kamu. iya".


"menjauhla dariku". ucap ruby berjongkok disudut pojok sampah dengan kepala yang menunduk kebawa sambil menangis kecil.


"hiks...pergi...hiks..kalian semua pergi, jangan ganggu aku...hiks" ucap ruby.


bayangan seorang pria memberi kan kemejanya hitam kepada ruby. "masih saja menangis".

__ADS_1


ruby menoleh keatas melihat bayangan seorang pria yaitu seokjin. di tatapan seokjin ruby yang menangis seperti anak kecil yang memohon untuk dibelikan maina atau coklat sangat menggemaskan.


"semua orang mencari kamu karena khawatir kamu akan tersesat dan tidak bisa pulang". kata seokjin menarik kerah belakang baju ruby mengangkat ruby seperti anak kucing.


"kakak". tiba-tiba muncul hantu kecil dengan wajah yang rusak penuh sayatan pisau.


dan itu membuat ruby berteriak terus pingsan dipelukan seokjin. "Argh".


"kenapa kau muncup tiba-tiba didepanya". kata seokjin ketus lalu menjitak kepala hantu kecil itu.


"aduk, sakit. mana aku tahu kalau dia bisa melihat hantu, aku pikir dia orang gila". ucap hantu kecil memanyunkan bibirnya.


"aku sudah menemukan kekasih kakak, sekarang girilan kakak untuk menepati janji untuk membantuku menemukan siapa pembunuh aku". lanjut hantu kecil itu.


ternyata seokjin menyuruh hantu kecil ini untuk menemukan ruby dan dia juga memiliki janji kalau dia akan membantu hantu kecil ini menemukan seseorang yang telah membunuhnya, setelah hantuk kecil ini menemukan ruby.


"iya, aku tahu itu". sahut seokjin menggendong ruby yang pingsan.


seokjin menghelas napas. "huuu, hampir saja. apa dia ingin bunuh diri menyebrang jalan sembarangan".


wanita itu hanya mebatap seokjin sebentar lalu melanjutkan jalanya dan seokjin melihat dua mahluk yang sangat kuat dibelakang gadis itu dan kedua mahluk itu menatap seokjin dengan tajam, sampai seokjin menelan salivnya.


seokjin berpikir kenapa kedua hantu itu menatap seokjin dengan tajam dan aura yang di dalam kedua hantu itu sangat mengerihkan seperti iblis, akan tetapi kenapa seokjin merasa sangat familiar melihat kedua hantu itu.


"mungkin itu hanya sebua pirasat". ucap seokjin yang mulai menyalakan lagi mobilnya.


"sebuah pirasat apa?". hantu kecil itu muncul tiba-tiba saja dan itu membuat seokjin terkejut.


"bukan apa-apa". jawab seokjin datar menatap kearah kata yang ada di mobil melihat ruby yang masih belum sadar.


"kakak jangan khawatir, kekasihmu itu cuman pingsan tidak akan mati. kok, hihihi". ejek hantu kecil itu.


"aku tidak khawatir sama dia dan jangan panggil dia itu kekasihku karena dia bukan-lah kekasihku". ucap seokjin dingin.

__ADS_1


"Ah, jangan sedingin itu. kau membuat aku takut". ucap hantu kecil itu.


seokjin hanya memutarkan bola matanya malas.


"cih, kau tidak asik untuk bercanda. dan lagi pula kalau kau tidak khawatir sama dia terus apa sampai kau mencari dia". kata hantu kecil lalu dia pergi menghilang begitu saja.


setelah hantu kecil itu pergi entah sejak kapan seokjin berpikir kata-kata hantu kecil itu, kalau dia bukan khawatir terus apa?. sebenernya seokjin tidak tahu dia itu khawatir atau apa, karena entah kenapa setelah mendengar dari taehyung dan meminta seokjin ikut membantu mencari ruby, seokjin merasa seperti ada yang mendorong didalam dirinya untuk mencari ruby.


tiba-tiba sebuah suara ponsel seokjin berdering membuat lamunanya terhentak. seokjin mengambil ponselnya dan melihat kelayar ponsil yang ternyata jungkook menelepon seokjin, lalu seokjin mengangkatnya.


"kak seokjin bagai mana, apa kamu menemukan dia?".


"iya. aku sudah menemukanya dan sekarang dia sedang terbaring tidak sadarkan diri, aku akan membawanya kerumahku karena kolasinya dekat dengan rumahku sekarang".


"baguslah. aku akan kasih tahu yang lain". jungkook langsung mematikan ponselnya, dan seokjin pergi menujuh tempat tinggalnya yang tidak jauh lagi.


seokjin menggendong dan membawa masuk ruby kedalam apertemennya. dan disaat itu juga ibu seokjin yang sedang mengambil air minum, lalu melihat seokjin menggendong seorang perempuan masuk kerumahnya pada malam hari.


"seokjin kenapa kamu pulang-pulang membawa seorang perempuan?". tanya ibu seokjin mendekatinya.


"akan seokjin jelaskan nansti, ini sangat berat". ucap seokjin melangkah menaiki anak tangga lalu membawa ruby kekamarnya dan membaringkan ruby diranjang seokjin.


seokjin keluar kamarnya dan menyuruh pelayan untuk menggantikan baju ruby yang kotor. "tolong kamu gantikan baju gadis itu karena kotor, teserah pakai baju siapa saja".


"seokjin. apa yang dikatakan ibu kamu itu benar kalau kamu membawa seorang prempuan kesini?". kata ayah seokjin menyilangkan tanganya dengan ekspreis serius pada saat seokjin menuruni anak tangga.


"iya, aku membawa seorang prempuan". jawab seokjin menyilangkan tanganya.


ayah seokjin menghitam seperti ingin marah tiba-tiba saja ayah seokjin menepak bahu seojin dengan wajah tersenyum gembira berkata. "syukurlah anak-ku masih norma aku pikir dia tidak akan punya pendamping seumur hidupnya atau mungkin aku malah berpikir dia gay".


"akhirnya aku akan punya menatu dan juga akan segera menggendong cucu". ucap ayah seokjin terharu sampai air mata berlina dan ibunya juga yang sepertinya kedua orang tua seokjin sudah sangat lama menunggu kedatangan menantu dan cucu.


"lagi pula perempuan yang kamu bawa itu cukup cantik". ucap ibu seokjin. sedangkan seokjin hanya mengerutkan dahinya sambil berpikir kalau sekarang kedua orang tuanya itu salah paham.

__ADS_1


__ADS_2