
“Kalau begitu tunggu aku sebentar, ya,” ucap Michella, masih dengan senyum ramah yang menghiasi wajahnya.
“Mari, Non Chella, saya antar ke kamar Non Maysha,” ajak Bik Wiwin, setelah mendapat lampu hijau dari sang majikan.
“Makasih, Bik. Mari Kak Arlan, aku ke atas dulu.”
Arlan menjawab dengan anggukan kepala. Berusaha mengingat-ingat wanita yang terasa cukup asing itu. Namun, mendengar panggilan ‘Kak’ yang disematkan oleh Dokter Michella, ia dapat menebak bahwa sepertinya mereka berteman cukup baik di masa lalu.
Bik Wiwin dan Michella akhirnya menuju lantai atas. Tinggallah Arlan dan Mario dalam kebisuan yang menegangkan. Keduanya saling diam dengan posisi berdiri yang cukup berjarak.
“Permisi, Den,” ucap Pak Udin yang kini berdiri di ambang pintu.
Arlan menatap sopir pribadinya itu. “Ada apa, Pak?”
Pak Udin tampak ragu berucap. Namun, kemudian ia memberanikan diri melangkah masuk. “Em ... tadi Bu Gina minta saya bakar semua isi kotak ini. Tapi saya tidak berani, makanya saya mau tunggu Den Arlan pulang dulu.”
Pak Udin menunjuk sebuah kotak yang berada di dekat pintu. Sebuah kotak yang penuh dengan foto-foto antara Maysha dan Arlan. Bahkan ada pigura pernikahan yang sebelumnya menghiasi ruang tamu. Namun, sekarang pigura besar itu berada dalam sebuah kotak kardus dalam keadaan pecah dan berantakan.
Dan, bukan hanya Arlan yang terkejut melihat isi kota tersebut. Mario pun sama terkejutnya. Terlebih setelah mendengar perintah Mami Gina untuk membakar foto-foto itu.
__ADS_1
Tatapan menghujam diarahkan Arlan kepada sopirnya itu. “Sebenarnya majikan kamu itu siapa?”
Pak Udin terdiam dengan kepala menunduk. Tak memiliki keberanian lagi untuk menatap tuannya.
“Maaf, Den.”
“Saya ingatkan ini rumah Maysha, bukan rumah mami saya! Jadi selain Maysha, tidak ada yang boleh memberi perintah apapun. Ngerti, kamu!” bentakan keras Arlan memenuhi seisi ruangan.
“Saya mengerti, Den.”
“Sekarang balik ke pos!”
Ketika Pak Udin kembali ke pos, Arlan menatap Mario. Saat ini Mario pun sedang menatap Arlan dengan sudut mata berkerut. Sesekali ia melirik kotak besar berisi foto-foto pernikahan tersebut.
Meskipun Maysha tidak pernah mengeluh atau menceritakan masalah rumah tangganya, namun, sedikit banyak Mario tahu beberapa hal. Termasuk perlakuan buruk Mami Gina kepada Maysha selama tiga tahun Arlan menghilang, dan sekarang ada Laura yang menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga mereka.
Beruntung Maysha adalah wanita yang tegar dan berpendirian, sehingga mampu menghadapi Mami Gina selama ini.
“Sebenarnya aku tidak berhak ikut campur. Tapi aku hanya mau mengingatkan satu hal.” Mario menjeda ucapannya dengan tarikan napas. “Kalau kamu tidak bisa melindungi Maysha dari istri muda dan mami kamu, maka aku akan lakukan cara apapun untuk merebut dia dari kamu.”
__ADS_1
Mata Arlan berkilat marah. Kedua tangannya terkepal sempurna. Ancaman Mario barusan berhasil membangunkan jiwa psikopat yang lama terpendam dalam dirinya.
Bugh!
Hanya dalam sepersekian detik, kepalan tinju Arlan mendarat mulus ke arah rahang Mario, membuat laki-laki itu terjerembab ke belakang. Dikuasai emosi, Arlan kembali menghujamkan tinjunya bertubi-tubi, tanpa ampun. Menghujam membabi buta ke arah mana pun yang dapat ia jangkau. Bahkan tak memberi celah bagi Mario untuk membalas.
Tubuh Mario kembali ambruk menghempas sofa. Arlan mencengkeram kerah kemeja laki-laki itu Namun, pada saat yang sama, kepingan bayangan menghantam pikirannya bertubi-tubi, yang membuat kepala terasa berdenyut luar biasa.
“Argh!” Arlan mendesis kala rasa sakit di kepala terasa semakin menjadi. Berikut memori yang datang silih berganti. Keadaan sekarang seperti pernah terjadi sebelumnya, sama persis. Di mana dirinya menghajar Mario tanpa ampun.
Melihat Arlan mendesis kesakitan membuat Mario segera mendekat dan membantunya untuk duduk di sofa. Arlan ambruk, terduduk dalam posisi menjambak rambutnya sendiri.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Mario, padahal dirinya pun tengah kesakitan akibat serangan Arlan.
Ini adalah kedua kalinya ia babak belur dipukuli Arlan karena cemburu.
"Si@lan juga manusia satu ini! Kalau bukan suami Maysha sudah kubalas!" maki Mario dalam hati.
...****...
__ADS_1