Ingat Aku, Suamiku!

Ingat Aku, Suamiku!
Kejutan Manis Untuk Laura


__ADS_3

Maysha merasakan tubuhnya gemetar kala sosok tubuh tegap merengkuhnya erat. Bahkan saat ini ia tak dapat bergerak sama sekali. Rasa hangat tiba-tiba mengalir ke seluruh tubuh. Wajahnya terbenam di antara lekukan leher hingga mampu menghirup aroma parfum yang menguar dari sosok tubuh itu. Dari eratnya pelukan dan aroma parfum, Maysha dapat mengenali siapa yang kini tengah memeluknya.  


“Are you okay?” bisiknya lembut. 


Maysha tak menyahut. Lidahnya terasa kaku untuk digerakkan. Rasa haru melingkupi hatinya. Membuatnya semakin terisak-isak dalam pelukan lelaki itu. Terlebih, sekarang Arlan sedang membelai puncak kepalanya yang terbalut hijab. Mengusap punggungnya dengan begitu lembut. 


Dan, bukan hanya Maysha yang membeku saat ini. Dua wanita jahat yang berdiri tak jauh darinya pun sama terkejutnya. Bahkan lebih. 


Terutama Laura yang kini menatap murka sekaligus bingung karena Arlan tiba-tiba datang dan memeluk wanita itu. Satu hal yang disadari oleh Laura, saat ini Arlan tengah menghunus tatapan tajam penuh amarah ke arahnya dan juga mami. 


“Mas, ngapain kamu peluk-peluk dia segala?” pekik Laura tak terima. 


“Iya, Arlan! Kamu seharusnya menghargai perasaan Laura. Ini hari pernikahan kalian, seharusnya kamu mengutamakan Laura!” tambah Mami Gina ikut murka. “Lepaskan Maysha! Dia itu hanya perempuan jahat yang sudah memanfaatkan kamu.” 


Arlan menghela napas kasar. Maysha dapat merasakan hangatnya hembusan napas suaminya itu, sebab Arlan tak juga melepas pelukannya. 


“Arlan, dia itu hanya—”


“Diam!” Bentakan keras Arlan menggema, membuat Mami Gina terlonjak. Ruangan yang tadinya riuh kembali hening. “Saya tidak minta kamu bicara!” 

__ADS_1


Bola mata Mami Gina membulat penuh. Bukan hanya membentak, Arlan bahkan berani berbicara setidak sopan itu kepadanya, sampai hanya memanggil ‘kamu’ bukan ‘mami’ seperti biasanya. 


“Ada apa dengan kamu, Arlan? Jangan sampai hanya karena perempuan ini kamu berani berbicara seperti ini kepada mami kamu sendiri.” Ada tekanan dari setiap kata yang terlontar dari mulut Mami Gina.


“Saya tidak butuh pendapat kamu!” Untuk kedua kali Arlan membentak. Kesabarannya seolah habis tergerus oleh hinaan Mami Gina kepada istrinya. Maysha sampai dibuat terheran oleh suaminya itu. 


Perlahan Arlan melepas dekapannya dari tubuh Maysha. Lantas menatap wajah istrinya itu, menghapus sisa air mata yang mengalir, dan membelai kedua sisi pipinya dengan lembut. Kemudian membenamkan ciuman di kening.


“Sayang, tunggu sebentar, ya. Aku akan bereskan mereka dulu.” 


Maysha menatap Arlan lekat-lekat. Matanya kembali berkaca-kaca. Sejak ditemukan kembali, ini adalah pertama kali Arlan memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.


"Kamu ikut mereka dulu."


Maysha pun tak banyak bertanya. sikap Arlan sekarang 100 persen telah kembali ke setelan pabrik. Galak, pemarah dan sangat arogan. Dan memiliki cara tersendiri untuk melindungi orang yang dicintainya.


Ketika Maysha sudah keluar bersama dua pengawal tadi, Arlan kembali melirik Mami Gina dan Laura. Kali ini dengan bonus evil smile yang menyeramkan. Menciptakan nuansa dingin dan tegang. 


“Berani sekali kalian memperlakukan istri saya seperti tadi. Sepertinya kalian sudah bosan hidup!” 

__ADS_1


“Mas, tapi dia memang pantas diperlakukan seperti itu. Ingat, ibunya adalah penyebab kematian papi kamu.” 


Ucapan Laura semakin menyulut kemarahan Arlan. Jiwa seperti berkobar saat ini. “Bicara seperti itu lagi kurobek mulutmu!” 


Laura tersentak. Seluruh tubuhnya mendadak gemetar. Otaknya sedang menebak apa yang terjadi terhadap Arlan. Karena dua jam lalu mereka masih sempat berkomunikasi di telepon dan semuanya terasa baik-baik saja. Bahkan Laura sempat besar kepala karena Arlan memintanya untuk bersiap-siap, sebab akan ada kejutan besar untuknya. 


Lalu, kejutan apa yang dimaksud Arlan? Laura sama sekali tak dapat menebak sisi lain dari lelaki itu. 


Laura masih bergelut dengan pertanyaan di benaknya ketika tiba-tiba sesuatu berhasil mencuri perhatiannya. Jantungnya berdetak sangat cepat hingga terasa akan meledak. Bola matanya membulat penuh menatap sosok lelaki yang kini berdiri tepat di belakang Arlan. 


“Ri-Riko?” 


...**...


...**...


...**...


Komen yang banyakkkk😅. Jangan lupa follow IG @kolom langit karena di sana ada visual Babang Arlan dan Maysha 😍

__ADS_1


__ADS_2