
Sebenarnya pikiran Andre masih dipenuhi pertanyaan. Tetapi, ia memilih tidak banyak bertanya dan menjalankan permintaan sang bos. Andre buru-buru menghubungi salah satu manager restoran. Kebetulan manager baru di restoran itu adalah kenalannya, sehingga memudahkan untuk meminta rekaman CCTV tepat di hari kejadian.
Arlan menunggu beberapa saat sambil menatap Andre yang tampak manggut-manggut berbicara dengan seseorang di telepon. Setelah beberapa menit, ia menutup panggilan.
"Bagaimana?" tanya Arlan, tampak tak sabar.
“Katanya mereka akan berusaha mengumpulkan rekamannya hari ini. Tapi rekaman CCTV ke arah dapur tidak ada karena mengalami kerusakan di hari kejadian.”
“Rusak? Bagaimana bisa?”
“Aku tidak tahu pasti. Tapi yang yang pernah aku dengar seseorang menyogok salah satu karyawan untuk merusak kamera CCTV di dapur dan toilet."
"Apa orang itu adalah ibunya Maysha?"
Andre tampak cukup terkejut mendengar ucapan Arlan. "Kamu tahu dari mana?"
"Semalam Laura memberitahuku bahwa ibunya Maysha adalah pelaku pembakaran itu? Apa kamu tahu soal itu?”
Andre mengangguk pelan. “Aku memang pernah dengar, tapi tidak tahu detailnya. Lagi pula kita semua masih anak-anak saat kejadian itu. Tapi yang pernah kudengar kasusnya sudah selesai beberapa bulan setelah kejadian dan ibunya Maysha sempat dipenjara.”
"Itulah yang membuatku penasaran. Kalau memang ibunya Maysha terbukti bersalah membakar restoran dan menjadi penyebab kematian papi, kenapa mami tidak menuntut? Kenapa ibunya Maysha hanya dipenjara beberapa bulan?"
Andre hanya menyahut dengan mengangkat bahu. Ia pun sama penasarannya.
"Kita tunggu saja kabar dari restoran. Siapa tahu nanti ada petunjuk dari rekaman CCTV."
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
Menjelang sore, Arlan ditemani Andre memutuskan untuk mengunjungi restoran keluarganya. Ia bahkan mengabaikan puluhan panggilan dari Laura yang memintanya untuk datang ke butik dan melakukan fitting untuk pakaian pengantin mereka.
Namun, Arlan tak mengindahkan panggilan Laura. Bahkan kini ia mematikan ponselnya, sehingga membuat Laura kesal setengah mati.
Kini Arlan dan Andre sudah berada di ruang kendali restoran. Mereka sedang memeriksa beberapa rekaman CCTV tepat di hari kejadian kebakaran.
“Ini rekaman beberapa menit sebelum kejadian,” ucap seorang karyawan restoran.
Arlan menatap layar monitor. Memperhatikan setiap bagian yang terlihat di sana. Semua tampak berjalan normal. Para karyawan bekerja dengan baik dan tak ada gerak-gerik mencurigakan. Para tamu pun berdatangan secara serentak yang didominasi oleh anak-anak, mengingat hari itu diadakan Event Pizza Maker Junior.
“Berarti Maysha ada di antara anak-anak ini, kan?” tanya Arlan.
"Iya, benar," jawab Andre.
"Tapi Maysha yang mana? Anak-anaknya banyak sekali."
Andre yang duduk tepat di depan layar monitor memperhatikan gambar dengan teliti. “Sepertinya yang itu Maysha!” Ia menunjuk seorang gadis kecil kira-kira berusia 5-6 tahun yang sedang duduk bersama seorang wanita di meja sudut. Andre dapat mengenali wanita itu adalah ibu kandung Maysha, yang merupakan seorang model terkenal pada masanya.
Arlan mengulas senyum. Saat ini malah terfokus dengan gadis kecil menggemaskan itu. Bahkan meminta Andre memutar berulang-ulang dan hampir melupakan tujuan utamanya memutar rekaman CCTV. Ia asyik dengan Maysha kecil.
Andre mengatupkan bibir demi tak meledakkan tawa. “Jadi kamu meminta memutar rekaman CCTV hanya untuk melihat Maysha di masa kecilnya?”
“Ah iya, aku hampir lupa. Maaf!"
"Tidak apa-apa, aku bisa copy bagian Maysha dan memindahkan ke hapemu."
"Diamlah! Sekarang coba mundurkan satu jam sebelum kejadian!” perintah Arlan kemudian.
Andre memundurkan rekaman CCTV. Cukup lama keduanya memperhatikan detik demi detik yang berlalu. Sekilas tak ada aktivitas aneh dalam rekaman tersebut.
Hingga akhirnya sesuatu berhasil mencuri perhatian Arlan ketika menemukan sosok perempuan berjalan memasuki dapur.
__ADS_1
“Tunggu-tunggu! Itu mami, kan?” Arlan menajamkan penglihatannya, sembari menunjuk sosok wanita yang tampak pada layar monitor.
Sementara Andre membungkukkan kepala dan ikut melihat dengan lebih teliti. Wanita di dalam rekaman CCTV itu memang sangat mirip dengan mami, yang kala itu masih tampak begitu muda dengan tubuh langsing.
“Berarti sebelum kejadian itu mami sempat ke restoran?” kata Arlan.
"Mungkin saja."
Keduanya kembali memperhatikan rekaman. Wanita mirip mami itu tampak menggunakan dress merah selutut. Rambutnya sebahu. Sedang berjalan melewati ruang makan para tamu yang terlihat masih sepi pengunjung. Karyawan pun baru ada beberapa karena restoran belum buka.
“Lihat deh, itu mami kamu kayaknya mau ke arah dapur. Mau apa dia masuk ke dapur?” Andre bertanya sedikit heran. "Bukankah sangat aneh jika mami kamu masuk ke dapur dalam keadaan belum ada karyawan yang masuk ke sana?"
Keduanya pun saling menatap satu sama lain.
...**...
...** ...
...**...
Halow ceman-ceman, kisah restoran yang kebakaran ini pernah tertulis di novel berjudul,
"Bukan Salahku Merebut Istrimu"
Ini adalah kisah ke dua orang tua Maysha. Si Dokter Allanlicious.
Masa kecil Maysha juga tertulis di sana.
Yang belum pernah baca boleh main ke sana, ya. Sekalian baca sambil tunggu Babang Arlan Update.
__ADS_1
Hehe
Mamaciii