Innocence Love

Innocence Love
Hari Risa


__ADS_3

Risa telah memutuskan membeli sebuah handphone berdimensi 156.5 x 75.4 x 9.4 mm dengan bobot 188 gram. Ukuran yang sangat pas di genggam oleh jemari indah Risa.


Dengan kelebihan pada kapasitas baterai yaitu lima ribu mAh membuat Risa tidak begitu sering mengisi daya. Apalagi fitur pengamanan berupa pindai sidik jari memudahkan Risa membuka handphone dengan mudah.


Risa memilih warna merah, warna kesukaannya.


Setelah seluruh transaksi selesai, Risa beranjak dari toko handphone dengan riang.


Sambil berjalan di pelataran mall, dia mengambil foto swa dirinya, dengan latar keramaian mall kota besar. Memasang senyum se-menawan mungkin untuk dijadikan wallpaper handphone barunya.


Tidak terasa waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Perut Risa meraung minta diisi.


Kakinya melangkah menyusuri lorong panjang dengan segala aroma lezat berbagai jenis makanan yang asing di penciumannya.


Risa masuk ke salah satu restoran bertema makanan dari negeri gingseng.


Restoran terlihat ramai.


Seorang pelayan menunjukkan kursi kosong untuknya.


Risa mulai membaca seluruh menu. Mulai dari makanan pembuka, hingga minuman.


Dia memutuskan memesan makanan yang akan membuat perutnya kenyang, Bibimbap adalah pilihannya.


Kemudian menu penutup dengan Patbingsu, dan sebotol air mineral.


Sambil menunggu makan malamnya, Risa kembali mengotak-atik handphone barunya. Mengunduh beberapa aplikasi favoritnya, salah satunya Noveltoon. Risa sangat gemar membaca novel. Novel bergenre romansa komedi menjadi prioritasnya.


Risa kembali membuka kamera, mengambil beberapa gambar dirinya berlatar restoran dengan kearifan khas korea selatan modern.


Tak lama menanti, makan malam Risa tiba. Sebelum menikmatinya, dia menelaah bahan-bahan apa saja yang terkandung didalam makanannya.


Bibimbap yang artinya nasi campur.


Disajikan diatas piring batu panas, dengan lauk berupa daging sapi dan sayur-mayur seperti wortel, bayam, jamur, mentimun yang ditata dengan rapi. Kemudian diberi telur dan saus pedas khas korea selatan yaitu Gochujang dan ditaburi biji wijen.


Risa mencampur Bibimbapnya dengan sendok panjang dengan ujung yang bulat.


"Seperti sedang dikorea." Senyum Risa bahagia.


Melahap satu sendok nasinya kemudian tersenyum.


"Hmmm...enak."


Melahap suapan kedua.


Kemudian suapan ketiga.


Hingga piring batu panasnya bersih tanpa sisa seperti piring bersih yang baru dicuci.

__ADS_1


Risa kemudian melirik santapan selanjutnya.


Patbingsoo yang dikenal sebagai es serut kacang merah.


"Tidak ada makanan penutup yang tepat selain sesuatu yang segar dan dingin di hari yang panas dengan makan malam yang panas."


Risa sangat menikmati makan malamnya. Sendiri diantara keramainan namun hatinya penuh dengan kebahagiaan.


"Hari yang bahagia." Serunya pada diri sendiri. Dia mengabadikan setiap kebahagiaannya dengan handphone barunya.


Risa melanjutkan jalan-jalannya mengunjungi sebuah toko kue cantik, bertema kaca dengan segala jenis kue. Mulai dari roti-rotian, kemudian segala jenis kue kering, cheesee cake, segala bentuk pastry, decorated cake, cup cake dan masih banyak lagi.


Risa menghampiri deretan kue kering. Memesan sekotak Macaroon dengan varian warna.


"Aku ingin kotaknya diikat dengan pita biru." Pesan Risa pada pelayan. Setelah selesai, Risa kembali melangkahkan kakinya menuju sebuah angkringan bertuliskan TAIYAKI.


Taiyaki atau kue ikan adalah kue khas jepang berbentuk ikan yang di panggang dengan cetakan khusus berbentuk ikan dengan isian selai kacang merah atau coklat, terkadang vla, sosis ataupun keju.


Risa memesan Taiyaki isi kacang merah, keju dan coklat yang masih panas yang dimasukkan ke dalam kantong kertas jagung.


Sambil melihat sang koki memanggang, Risa menikmati Taiyaki isi kacang merah.


Dia merobek bagian tengahnya yang mengeluarkan asap, meniup-niup kemudian memasukkannya kedalam mulut.


"Hmmmm lezaaaat." Hatinya gembira.


Lidah dan lambungnya merasa tidak puas hanya dengan memakan satu.


Kemudian dilanjutkan dengan isian coklat.


Setelah selesai dengan cemilannya, rasa haus menyapa tenggorokannya.


Risa melanjutkan perjalanannya menyusuri seluruh area Mall khususnya area makanan.


Lidah dan tenggorokannya membutuhkan sesuatu yang segar namun familiar.


Dari kejauhan dia dapat melihat foodcourt dengar berbagai pilihan menu.


Risa mendekat dan menemukan menu kesukaannya, es teler.


Es teler adalah koktail buah yang disajikan dingin. Isian buah dari es teler biasanya terdiri dari alpukat, kelapa muda, nangka, cincau, dan buah-buah segar lainnya yang disajikan dengan kuah yang terdiri dari santan kelapa segar, susu kental manis, gula, garam dan daun pandan sebagai aromatik.


Risa sangat menikmati es teler yang memiliki cita rasa khas. Menyeruput kuahnya hingga tetes terakhir.


Dia melanjutkan langkahnya menuju area market.


Memilih beberapa sayur mayur.


Risa akan menghabiskan akhir pekannya di apartemennya. Dia membutuhkan segala bahan makanan.

__ADS_1


"Apa yang harus kumasak ya?" Langkahnya santai memilah sayuran apa yang akan masuk ke dalam keranjangnya.


"Jamur enoki?"


"Oke, mari memasak sup jamur." serunya.


Risa mengambil beberapa bahan pelengkap supnnya seperti bawang putih, bawang merah, daun seledri, bawang prei, bawang bombai,bubuk merica dan kaldu bubuk.


"Jangan lupa bakso, sosis dan..... ya kita juga butuh jamur kuping dan jamur kancing."


"Daaan....tahu jepang."


Risa terus melangkah mencari bahan yang mungkin saja akan cocok dengan supnya.


Setelah semua bahan lengkap, Risa kembali berfikir dengan menu ikan apa yang akan dimasaknya.


"Bagaimana dengan daging panggang?" Tanyanya pada diri sendiri.


"Baiklah." Risa mengambil seperempat tenderloin daging sapi.


"Jangan lupa garam dan gula."


Tidak ada satupun bahan makanan di dapur barunya, sehingga Risa harus melengkapi hampir keseluruhan kebutuhan rumah dan dapurnya.


Risa mengambil sebuah panci dan teflon beserta sutil dan penjepit. Kemudian sepasang sendok dan garpu.


Dia mengambil dua buah piring cantik berwarna creem bermotif tulip dan mangkuk, dan cangkir dengan motif yang sama.


Mengambil dua buah gelas kaca.


Keranjangnya mulai berat.


"Ini tidak benar." Pikirnya.


Satu piring, mangkuk, cangkir dan gelas kembali ke tempatnya. Dia hanya mengambil satu dari semua.


"Aku tidak akan mampu mengangkut semua ini sendiri." Keluhnya menatap isi keranjang belanjaannya.


"Sepertinya hari ini harus berakhir disini." Risa melirik jam tangan. Waktu menunjukkan hampir pukul sepuluh malam. Mall akan segera tutup dan dirinya harus bergegas menuju kasir, membayar seluruh belanjaannya.


Transaksi telah selesai. Dua kantong besar belanjaan menjadi miliknya.


Dengan kekuatan ekstra Risa melangkah dengan sepatu hak-nya.


Namun ditengah perjalanan menuju pintu keluar, Risa masih tergoda dengan ice cream gelato yang di lewatinya.


"Belum tentu aku akan kembali lagi." Akhirnya dengan terpogoh Risa membawa seluruh belanjaannya menuju Ice cream gelatonya.


Tangan kirinya sibuk dengan dua kantung belanjaan, sedangkan tangan kanannya menggengg ice cream, bersyukur tas kerjanya adalah tas ransel.

__ADS_1


Hari yang menyenangkan bagi Risa. Menaiki Bus adalah pilihan buruk. Risa memesan sebuah taxi untuk kembali ke apartemennya. Ingin segera meluruskan pinggangnya.


__ADS_2