Innocence Love

Innocence Love
Alan, Risa dan Pak Doni.


__ADS_3

Sejak di halte Risa terus berusaha melawan dua orang yang berusaha melakukan hal buruk padanya.


Saat dia berusaha untuk lari, tiba-tiba sebuah mobil mini Van dengan dua orang didalamnnya menariknya,dan dua orang pertama mendorongnya sehingga tanpa bisa melawan dirinyapun di culik.


"Tooolooong." Teriak Risa dari dalam mini Van yang tentu saja sia-sia, tidak ada seorang pun yang dapat mendengarnya.


"Siapa kalian!!" Teriak Risa pada ke-empat lelaki itu. Dua orang disampingnya masih berusaha memegang Risa dengan kuat.


"Jangan berisik!!" Teriak salah seorang lelaki.


Akhirnya dengan sangat marah Risa menggigit lengan lelaki di sebelah kirinya hingga berdarah.


"AAAAA!!" Teriak lelaki itu.


"Perempuan gila!!" Teriak lelaki itu sambil menampar keras pipi Risa hingga mengeluarkan setitik darah di ujung bibirnya, rambutnya yang terikat akhirnya tergerai.


Dua lelaki itu semakin memguatkan pegangannya pada Risa.


Risa semakin meronta menggila dan marah.


"LEPASKAN AKUUUU!!" Dengan seluruh kekuatannya Risa melepaskan diri dari kedua lelaki yang memegang lengannya erat. Kemudian dengan sekali hentak, Risa menggerakkan lengannya kuat, mengarakhan kedua siku mengarah ke wajah lelaki di kanan dan kirinya.


"TAK!!" Suara siku Risa menabrak hidung dua lelaki itu hingga mengeluarkan darah.


Risa terdiam, merasa kaget dengan apa yang dilakukannya kepada dua orang disampingnya.


Sedangkan dua orang lainnya yang duduk di depan hanya sibuk menyetir dengan sangat kencang, seolah ada yang mengejar.


Saat mini Van berbelok dengan tiba-tiba dengan sudut yang tajam, Risa terlempar ke arah kanan, kepalanya terbentur pintu mobil dan pingsan menindih lelaki yang dibuatnya berdarah.


"Wanita sial!! Cepat ikat dia!!" Perintah salah seorang lelaki yang duduk di depan.


Mini Van terus berbelok berusaha lari dari Mobil Alan hingga memasuki sebuah gang menuju sebuah gudang bantal tua yang lama tidak berproduksi.


Rolling door gudang terbuka, mini Van disambut oleh enam lelaki kekar lainnya.


Dua dari mereka membopong Risa menuju sebuah ruangan administrasi tua penuh debu.


Seorang wanita berpakaian overall hitam dengan potongan rambut pendek sebahu tengah duduk di sebuah kursi kayu sambil menghisap rokok yang terkait diantara dua jemarinya.


"Siapa lelaki itu?" Tanya wanita itu datar pada Larry, lelaki babak belur yang dihajar Alan di toilet.


"Lelaki yang dengan lancang menghajarmu sayang?!"


Larry mendekati wanita itu, duduk bersimpuh dan menaruh kepalanya di paha wanita itu.


" Aku tidak tahu mengapa dia menghajarku." Larry berkata seolah memelas sambil menggosok-gosokan kepalanya diatas paha wanita itu seperti seekor kucing manja


"Kau akan menghajarnya untukku kan Rena sayang?" Larry menatap manja pada Rena.


"Tentu saja!!" Jawab Rena.


Rena adalah bos dari sebuah kelompok preman di kota itu, dan Larry adalah simpanan kesayangannya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu siapa lelaki itu, tapi wajahnya sangat menyebalkan!!" Larry membela dirinya seolah kesalahan bersumber dari lelaki itu.


Seorang anak buah Rena datang dengan tergesa seolah akan mengabarkan sesuatu hal yang sangat gawat.


"Bos!! Lelaki itu adalah Alan Ricat!" Lapornya.


"Apa?!!" Rena terkejut, matanya terlihat menatap tak tentu dengan gugup.


Dia berusaha mengembalikan ketenangannya.


"Siapa saja yang mengejar gadis ini?" Rena menatap gadis yang masih pingsan dihadapannya.


"Alan Ricat terlihat bersama supirnya, Doni Docan."


"Tentu mereka kalah jumlah dengan kita." Rena tetsenyum sinis, merasa menang.


Rena mengangkat wajah Risa dengan menarik rambutnya.


"Cantik." Komentarnya.


"Lepaskan ikatannya, kita lihat bagaimana mereka ber-tiga akan memperjuangkan nyawa ditangan kita." Senyum sinis kemenangan dinikmatinya.


Risa perlahan membuka matanya, sadar dari pingsannya.


Dengan spontan dan penuh reflek, Risa memukul tangan Rena, menyingkirkannya menjauhi rambut Risa.


"Siapa kau?! Siapa kalian!?" Teriak Risa. Risa berdiri dan melangkah mundur menjauhi Rena dan beberapa anak buahnya.


"Cih, munafik!!" Rena melepas puntung rokok dan menginjaknya.


"Kekasih?" Tanya Risa bingung.


Tiba-tiba dari arah belakang ruangan terdengar dentuman keras.


Mobil sedan itu menabrak rolling dor tanpa ampun.


Risa menoleh, terlihat Bosnya, Alan Ricat dan pak Doni keluar dari dalam mobil sedang.


"Tu...tuan malaikat?" Tanyanya pada diri sendiri.


Masih dalam keadaan bingun, tiba-tiba kepala Risa terhentak. Rambutnya dijambak oleh Rena dan di geret keluar ruangan menemui Alan.


Jarak Risa dan Alan hanya terpaut lima meter.


Rena mendorong Risa, menyerahkannya kembali pada Alan.


"Tuan Alan Ricat, terima kasih telah berkunjung ke tempat kami." Rena menyambut Alan dengan senyum licik di wajahnya.


"Aku tidak mengenalmu, dan aku benci berurusan denganmu." Suara Alan dingin dan dalam.


"Tentu saja anda tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu, lelaki berkuasa pemilik segalanya."


"Akupun tidak suka berurusan dengan anda. TAPI KAU TELAH MENYENTUH SIMPANANKU!!!" Teriak Rena seperti menggila.

__ADS_1


Larry hanya berdiri ciut di belakang Rena.


"Simpanan kotormu itu telah menyentuh tuanku." Pak Doni melangkah maju, membawa Risa yang masih terlihat bingung.


"Dan tuan Alan sudah sangat murka karna tingkah kaliah menyentuh gadisnya." Senyum pak Doni.


"Apa!!"


"Aku yang harusnya murka!!"


"Hajar mereka!!" Perintah Rena pada seluruh anak buanya.


Alan, pak Doni dan Risa di kepung oleh sekitat sepuluh orang.


"Mundurlah, aku dan pak Doni akan mengurus ini." Alan menatap mata Risa bersalah karna membawanya pada situasi berbahaya.


"Anda harus menjelaskan ini padaku nanti, tapi aku harus ikut dalam pertarungan ini!!" Tegas Risa.


Mereka bertiga memasang kuda-kuda.


Alan, Risa dan Pak Doni.


"Aaaaa!!!" Tetiakan anak buah Rena mulai menyerang.


- Alan -


Tiga orang lelaki mengepungnya.


Serentak memukulkan tinju dan menendang.


Alan dengan tangkas mengambil lengan itu, menariknya kemudian dengan kuat menendang hingga lelaki itu terbanting tersungkur.


Kemudian dengan cepat menangkap kaki yang menendangnya, mengaitkan kakinya pada kaki lelaki itu hingga terjatuh.


Kemudian lelaki lainnya memeluknya erat dari belakang, tanpa jeda Alan menjedotkan kepalanya dengan kuat pada lelaki itu, berbalik kemudian memendangnya hingga jatuh tersungkur.


- Risa -


Berhadapan dengan seorang lelaki kekar tidak membuatnya takut. Risa adalah gadis kuat dan berani.


Lelaki itu mengarahkan tinjunya pada wajah Risa, namun dengan gesit Risa mengelak kemudiam menyikut wajanya kemudian menendang bokong lelaki itu.


Lelaki itu terlihat marah dan kembali menendangkan kakinya pada leher Risa, namum berhasil ditangkapnya. Lelaki itu berusaha menarik kembali kakinya namun Risa keukeuh memeluk kaki itu lalu dengan tangkas menendang organ terpenting lelaki itu hingga terjatuh dan mengeluh hebat.


Risa merasa puas.


-Pak Doni-


Tanpa harus membuang waktu melawan tiga lelaki dihadapannya, pak Doni dengan lincah memutar badannya. Tangannya perpegangan pada lantai dan memutar kencang kakinya hingga memukul wajah tiga lelaki kekar dihadapannya bertubi-tubi tanpa mampu melawan.


Kemudian satu persatu ketiga lelaki itu di tendang hingga jatuh tersungkur di lantai.


Seperti belum merasakan sakit, seluruh anak buah Rena bangkit dan kembali melawan tiga manusia dihadapan mereka yang sungguh kompak melawan mereka.

__ADS_1


Rena hanya diam melihat, memcari celah kapan dirinya harus turut campur menghabisi Alan.


"Mereka harus mati ditanganku!!'


__ADS_2