Isekai : Dunia Impian

Isekai : Dunia Impian
Chapter 1 ~ kehidupan indah yang sebentar.


__ADS_3

Langit cerah tanpa sedikitpun awan, orang-orang dari berbagai kalangan berjalan di trotoar dengan tujuan mereka masing-masing, masyarakatnya lebih suka menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi, banyak iklan-iklan yang tertempel di gedung-gedung tinggi, tempatnya bersih tanpa sedikitpun sampah, dan dari berita yang beredar banyak gadis-gadis yang sangat cantik.


Setelah cukup lama berjalan akhirnya aku sudah sampai didepan sebuah gerbang, di samping gerbang terdapat nama sekolah yaitu Tokyo 1 high school dan dibelakang gerbang terlihat sebuah gedung besar yang terlihat seperti gedung sekolah.


Eh! Jadi seperti ini ya! Gedung sekolahnya, besar juga ya! ini bahkan lebih besar daripada gedung sekolah ku dulu. Aku tidak menyangka bahwa kelas 2 SMA ku benar-benar bisa berada di negara impianku yaitu Jepang.


aku terharu dan ingin menangis karena perjuangan ku sejak SMP akhirnya bisa terbayarkan sekarang. Meskipun begitu, aku tidak boleh berhenti berjuang sekarang karena dari berita yang beredar, kehidupan anak sekolahan di Jepang keras, jauh lebih keras dibandingkan Indonesia karena Jepang adalah negara maju, itu wajar saja sih. Setelah puas melihat gedung sekolah baruku dari luar gerbang, aku pun pergi.


Aku berjalan di trotoar kota sambil mengagumi lingkungan baru ku, tempatnya bagus, bersih, indah dan terlihat nyaman. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada seorang gadis yang menabrak ku, dia terlihat seperti anak sekolah karena dia memakai seragam sekolah Jepang dan tas.


"Maafkan aku, apa kamu baik-baik saja?"


"Y-ya" jawab ku dengan malu-malu.


"Syukurlah! Kalau begitu, aku permisi dulu!" setelah meminta maaf dia pun langsung pergi.


Gadis itu memiliki wajah yang sangat cantik bagaikan idol, rambut perak panjang yang indah, mata biru bagaikan langit yang cerah.


Dia terlihat buru-buru banget sepertinya. Apa mungkin karena dia sudah terlambat masuk kelas ya? Ya itu wajar sih kalau dia buru-buru karena Sudah jam segini juga.


Aku melihat kebawah dan menyadari bahwa ada sebuah buku yang sepertinya milik gadis tadi, aku langsung mengambilnya dan hendak mengembalikannya tetapi gadis itu sudah tidak terlihat lagi.


Cepet banget gadis tadi menghilangnya..... Tunggu sebentar... Motif seragam itu... Kalau tidak salah...


Aku berpikir bahwa seragam yang dipakai gadis tadi motifnya mirip dengan seragam sekolah baruku, aku pun berkesimpulan bahwa dia mungkin saja satu sekolahan dengan ku. Kalau begitu, aku berinisiatif untuk mengembalikan bukunya besok saat di sekolahan aja.


Kalau beneran dia satu sekolah dengan ku. apa mungkin ya, dia juga sekelas denganku nantinya? Tidak, sepertinya tidak mungkin ya kecuali kehidupan ku ini adalah novel atau anime bergenre romance dan aku adalah seorang pemeran utama nya tetapi ini adalah dunia nyata dan aku juga bukanlah pemeran utama nya di dunia ini, mungkin. Meskipun begitu, aku ingin kenalan dengannya, tidak, melihatnya lagi saja sudah cukup. semoga saja itu menjadi kenyataan. Jadi seperti ini ya, cinta pada pandangan pertama. Benar-benar indah.


Aku membawa buku itu lalu pergi menuju tempat tujuanku.

__ADS_1


Sampailah aku di sebuah bangunan panjang dan cukup besar, di bangunan itu terdapat beberapa pintu yang menandakan ada kamarnya. Inilah rumah ku sekarang, tidak, mungkin lebih cocok disebut kos-kosan daripada rumah. Aku dikasi tempat tinggal ini oleh pemerintah Indonesia, yah setidaknya ada tempat untuk makan, tidur dan aktivitas lainnya bagiku itu sudah lebih dari cukup dan aku tidak akan mengeluh.


Aku pun membuka pintu dan terkejut karena ada 3 orang yang berada di dalamnya.


Aku pikir aku salah ruangan dan menutup kembali pintunya sambil berkata. "maaf, sepertinya aku salah masuk kamar. Permisi! Maaf mengganggu!"


Ketika aku hendak menutup pintu, ada salah seorang yang mencoba menghentikan ku "tunggu! ini benar kamarmu. Masuklah!" dia pun menghampiri ku dan menarik tanganku sembari membawa ku masuk.


Aku pun duduk bersama 3 orang itu. Aku memperhatikan sekitar dan melihat koper dan barang bawaan ku yang lainnya di sudut ruangan, sebenarnya aku sudah sampai di Jepang sekitar pukul 5. Aku kesini dahulu dan menaruh koper lalu pergi untuk jalan-jalan karena jadwal sekolah pertamaku masih besok pagi.


Suasana hening seperti kuburan tapi tiba-tiba mereka bertiga berteriak dan bersemangat seolah-olah sedang mengadakan pesta.


"Selamat!" Ucap mereka bertiga.


"Eh? Apa? Ada apa ini?" Aku terkejut sekaligus heran, apa-apa mereka ini. Main masuk kamar orang sembarangan lalu buat pesta sembarangan lagi. Kalau bukan karena aku yang ramah, penyabar, baik dan suka menabung. Pasti 3 orang ini sudah dihajar atau dilaporkan ke polisi.


"Iya, aku orang asli Indonesia"


"Selamat! Kamu telah menjadi salah satu dari kami"


"Apa? Apa maksudnya?" Aku masih bingung dengan apa yang mereka katakan.


"Jadi begini... " Salah seorang dari mereka pun menjelaskan tentang ini dan itu hingga akhirnya aku paham maksud mereka.


"Oh begitu"


Seorang pria yang terlihat selalu senang/priang berkata dengan semangat


"Untuk perayaan penyambutan anggota baru kali ini, mari kita mulai dari perkenalan dulu. Nama saya Hanjak nanjan, biasa dipanggil hanjak. saya berasal dari Kalimantan, lalu dia ini..." Hanjak mempersilahkan seorang pria disebelahnya untuk memperkenalkan diri juga, pria itu memiliki kulit coklat serta rambut hitam dan mata coklat, kurang lebihnya sama seperti Hanjak. Dia (Arifin) terlihat seperti seseorang yang selalu serius

__ADS_1


"Nama saya Arifin Armahedi Mahzar, biasa dipanggil Arifin. Saya berasal dari Sumatera barat. Lalu seseorang di sebelah mu..." Dia memiliki kulit hitam serta rambut hitam sedikit keriting dan mata coklat juga, dia terlihat ramah seperti orang Papua pada umumnya.


"Nama sa Isy Maruna, biasa dipanggil Isy. Sa asli Papua. Sa tinggal di sini untuk bekerja" kata Isy dengan logat Papua.


"Perkenalkan nama saya Candra pramadana, saya asli orang Jawa. Saya di sini karena sekarang saya bersekolah di Tokyo 1 high school"


"Seriusan?" Tanya Hanjak, dia tidak percaya karena sekolah itu adalah salah satu sekolah elite di Tokyo.


"Serius, saya masuk lewat beasiswa"


"Eh! Hebat juga kamu!" Arifin memuji Candra dengan tulus.


"Tidak, tidak juga" Candra menjawab dengan malu-malu.


Mereka semua disini sebagai TKI dan mereka disini karena sedang libur, biasanya jika waktu libur cukup lama seperti ini, mereka pergi jalan-jalan tapi karena ada kabar penghuni baru dari Indonesia mereka menunda rencana liburan itu. mereka ingin lebih akrab dengan orang senegara, Indonesia yang sedang berada di Jepang. maka dari itu mereka membuat sebuah kelompok yang berisikan penghuni beberapa kos-kosan di bangunan ini, mereka dulunya ada 5 orang tapi 2 orang yang lainnya sudah pulang ke Indonesia karena masa kontrak sudah habis. Aku dan mereka langsung akrab karena kita semua satu hoby.


Beberapa jam telah berlalu, kami sudah selesai melakukan pesta penyambutan anggota baru. Mereka bertiga pun berpamitan dan keluar dari ruangan ku.


"Ternyata mereka asik juga" ketika aku hendak menuju kasur, aku baru ingat bahwa uangku masih dalam bentuk dollar US yang cukup banyak sekitar $1.565 .


Aku mendapatkan uang itu dari hasil gambaran dan design yang kujual pada orang luar dengan harga yang lumayan, kalau kujual dengan orang Indonesia pasti selalu ditawar dengan harga sangat rendah daripada orang luar. Aku mengumpulkan uang itu juga dari 3 tahun yang lalu. Aku menghampiri koper ku dan mengambil uang itu lalu pergi keluar untuk menukarkan uang dollar ke bentuk uang Yen di bank terdekat.


Sekarang aku sudah berada di bank dan sedang mengantri untuk mendapatkan giliran. Aku tidak tahu hari ini hari spesial apa di Jepang, sepertinya bukan hari biasa karena orang di bank ini cukup rame sehingga aku harus menunggu cukup lama.


Beberapa jam yang membosankan kemudian. Akhirnya giliran ku tiba juga, aku langsung menghadap meja resepsionis bank.


"Mbak, aku mau menukarkan uang dol—"


Sebelum Candra selesai bicara dengan mbak-mbak bank tiba-tiba ada truk besar melaju dengan sangat cepat dan menabrak masuk langsung kedalam ruangan bank. Truk itu menabrak tepat mengenai Candra yang sedang menukarkan uang. Tak lama, ada beberapa orang memakai topeng layaknya perampok. Mereka juga memegang senjata api, ternyata benar mereka adalah perampok yang akan merampok bank ini. Candra yang tertabrak truk pun mati ditempat.

__ADS_1


__ADS_2