
Arata sedang berjalan di jalanan kota, meskipun kota ini adalah kota kuno seperti abad pertengahan tetapi Arata tidak menyangka jalanan, perumahan, dan lain-lain terlihat cukup terang meskipun tanpa teknologi canggih.
Di beberapa sisi pinggir jalanan kota terdapat lampu-lampu jalanan di jalan raya yang mirip-mirip seperti di dunia Arata sebelumnya.
Arata terkejut karena dengan tiba-tiba lampu-lampu itu menyala satu persatu, apakah di dunia ini juga ada listrik? Itulah yang dipikirkan Arata saat ini.
"Wah luar biasa sekali! Apakah di dunia ini juga ada listrik ya?" Kata Arata sembari takjub sambil melihat lampu yang menyala satu persatu itu. Arata mendekati salah satu lampu dan melihatnya langsung dari bawah tiang lampu tersebut.
"Ini terlihat seperti lampu pada umumnya deh, kira-kira nyetrum tidak ya?" Arata mengamati tiang dan lampu sebentar lalu memutuskan untuk mencobanya "coba pegang ah!" Lalu Arata memegangnya. Arata ragu-ragu untuk memegangnya lalu sekarang dia sudah memegangnya. Sesaat dia terlihat seperti tersetrum oleh listrik.
"Aaaaaaa!!" Teriakan yang tidak terlalu kencang dari Arata lalu dia bersikap seperti biasa lagi dan berkata "bercanda"
"Ternyata tidak nyetrum ya, hebat sekali energi yang digunakannya. Kupikir mereka orang-orang asli Isekai adalah orang-orang bodoh seperti orang-orang Isekai di anime-anime kebanyakan, ternyata kenyataan dan anime itu sangat sangat berbeda sekali ya! Aku baru menyadarinya." Gumam Arata dalam hati.
Ketika Arata sedang melihat tiang lampu sihir, tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita dari timur.
"Aaaaaaaaa tolong aku!"
Arata hanya melirik kearah sumber teriakan itu. Ternyata suara teriakan itu berasal dari seorang gadis yang sedang dikejar oleh 3 orang pria bertubuh kekar. Ketika dia sudah dekat denganku, tiba-tiba dia ambruk. Aku dengan sigap menangkapnya.
Dalam pandangan gadis itu, terakhir yang dilihatnya adalah seseorang pria yang dikenalnya.
"A-ara-ta san" lalu dia ambruk dan ditangkap oleh Arata.
"Cepat serahkan gadis itu pada kami, dia adalah mangsa kami!" Bentak pria kekar pertama.
"Apa yang telah kalian lakukan dengannya?" Tanya ku dengan santai kepada 3 pria kekar itu sembari tersenyum jahat.
"Itu bukan urusanmu kan? Cepat serahkan saja!" Bentak pria kedua.
"Benar, cepat serahkan saja pada kami atau..." Kata pria ketiga lalu dia mengancam Arata.
__ADS_1
"Atau apa? Kalian mau membunuhku?"
"Ya, kami tidak akan ragu-ragu melakukannya. Lagipula kami bertiga dan kamu sendirian, dari perbedaan ini sudah jelaskan siapa pemenang nya?" kata pria pertama dan dia terlihat serius untuk membunuh Arata.
Arata meletakkan gadis itu dulu di bawah, kalau membawanya sambil bertarung hanya akan menjadi beban bagi Arata.
"Akhirnya kau paham ju—" ketika pria pertama belum selesai bicara, tiba-tiba Arata sudah berada dibelakangnya sambil membawa katana tiruan nya yang mengarah kebawah. Perlahan tapi pasti, kepala pria kekar pertama terpisah dari tubuhnya lalu terjatuh diikuti dengan tubuhnya juga. Sudah dipastikan dia telah mati.
Darah segar masih mengalir dari ujung katana tiruan hingga mengotori jalanan yang tadinya bersih.
"Ada apa? Kalian mau membunuhku kan? Come on!! Tidak usah banyak bicara dari mulut saja, mana buktinya. Perkataan saja tidak cukup untuk membunuh ku lho!"
Dua pria kekar tadi hanya bisa diam mematung, mereka benar-benar tidak bisa melihat pergerakan Arata, bahkan mereka tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Tubuh mereka berdua merinding dan keringat dingin membanjiri tubuh mereka.
"Apa yang baru saja terjadi?" Gumam pria kedua.
"Apa kalian benar-benar tidak akan menyerangku lebih dulu? Aku membunuh teman kalian lho!"
Pria kedua melihat kalung penanda rank yang dipakai Arata, dia terkejut karena Arata hanyalah rank Yowai terendah di guild.
Pria kedua terlihat kembali tenang dan berkata "ehhh, ternyata kamu hanyalah seorang petualang rank Yowai ya! Jangan takut kawan, dia lebih lemah daripada kita, lihatlah kalung penanda rank itu!" Dia memberitahukan nya pada temannya.
Sebelum temannya (pria ketiga) berbicara, tiba-tiba Arata sudah berada di belakang pria ketiga sama seperti pria yang pertama.
Tentu saja Arata sudah melakukannya. Perlahan tapi pasti, kepala pria ketiga terlepas dari tubuhnya lalu terjatuh diikuti dengan tubuhnya juga. Pria ketiga juga telah mati, pria kedua semakin ketakutan lagi. Darah segar membanjiri sekitar Arata dan pria kedua.
Pria kedua menjatuhkan diri kebelakang karena saking takutnya. Seluruh tubuhnya menggigil ketakutan lalu tangannya tidak sengaja menyentuh jalanan yang sudah terbanjiri dengan darah temannya itu. Dia melihat telapak tangannya yang banyak sekali darahnya, dia lebih takut lagi. Dia melihat Arata yang terlihat dari tatapannya Arata terlihat sangat tajam.
"Ada apa? Mana ya tadi yang bilang bahwa tiga orang akan menang melawan satu orang?" Arata mengejek dia dengan melihat kanan-kiri sambil tangan kanannya berada di dahi seolah-olah sedang mencari sesuatu.
Pria kedua semakin takut lagi lebih takut lagi lalu dia pingsan.
__ADS_1
"Ah! Dia pingsan. Apa aku berlebihan ya?" Gumam Arata.
Arata memasukkan katana tiruan kembali kedalam penyimpanan dimensi lalu memerintahkan mereka untuk ******* 3 orang pria itu dan darahnya juga agar tidak ada orang yang tahu.
"Laksanakanlah!" Perintah Arata.
Arata menuju tempat gadis tadi lalu melihatnya dan berpikir, dia harus membawa gadis ini kemana. Rumah tidak ada, penginapan juga belum bayar lagi, sudah malam pasti nanti akan ada rumor buruk yang beredar mengenai nya.
Akhirnya Arata memutuskan untuk berhenti terlalu memikirkannya.
"lebih baik aku menjauh dari tempat ini dulu sebelum ada seseorang yang melihatnya" Gumam Arata.
Arata membawanya pergi dari sini. Arata pun menggendongnya dan pergi.
Tak lama setelah meninggalkan tkp, datanglah sesosok berjubah hitam.
"Sudah pergi ya!" Lalu dia pergi mengikuti jejak Arata.
...
"Aku bawa kemana ya gadis ini?" Gumam Arata. Ketika Arata sedang berpikir mau bawa kemana gadis yang digendongnya, tiba-tiba datanglah sebuah bola yang meluncur dengan cepat kearah Arata lalu meledak. Arata tidak sempat menghindar karena terlambat menyadari serangan tiba-tiba itu.
Bola itu meledak menjadi asap yang sangat tebal berwarna putih, ternyata asap itu bukanlah asap biasa melainkan asap ngantuk. Siapa saja menghirup asap ini maka dia akan merasa sangat ngantuk, konsepnya kurang lebih sama seperti obat tidur tapi berbentuk gas. Arata pun semboyongan.
"Apa-apaan ini?" Kata terakhir Arata lalu dia terjatuh kebelakang karena sangat mengantuk sekali dan tubuh gadis itu menimpa tubuh Arata yang dibawah. Arata pun tidak sadarkan diri.
Tak lama kemudian, datanglah sesosok berjubah hitam, seluruh tubuhnya dari rambut sampai ujung kaki semuanya tertutup oleh jubah berwarna hitam.
"Kamu adalah..." Kata sesosok itu tanpa melanjutkan perkataannya lagi.
Siapakah sosok itu? Apakah dia seseorang yang jahat atau malahan baik? Apakah dia penculik?
__ADS_1