
Beberapa hari telah berlalu dengan cepat. Arata masih tidak sadarkan diri ditempatnya.
Datanglah seseorang gadis yang sangat cantik yang memakai gaun pendek biru seperti Dewi di dunia fantasi, dia seusia dengan Arata yaitu 15-16 tahun, gadis itu memiliki rambut panjang biru langit dengan mata biru tosca. Gadis itu terlihat marah lalu dia memukuli pelindung Arata dengan sekuat tenaganya tapi pelindung itu tidak menandakan akan rusak, bahkan lecet pun tidak, itu dikarenakan pelindung yang dibuat Arata sangatlah kuat.
Arata terbangun karena merasa ada sesuatu yang memukul pelindungnya. Arata menoleh kearah gadis itu dengan mata yang masih tertutup dan berkata "kamu siapa? Ada urusan apa denganku? Kalau tidak penting, lain kali saja ya. Aku ngantuk nih!" Arata lanjut berbaring lagi dan kembali tidur.
Gadis itu terlihat sangat kesal lalu dia berkata dengan marah sambil menangis "setelah kamu membunuhnya dengan sangat kejam, bahkan mayatnya saja tidak tersisa karena ulah mu, kamu bilang tidak penting. Enak ya, kamu bisa tidur dengan sangat tenang ya. Sedangkan aku, aku... aku orang yang di tinggalkannya merasa sangat sakit tahu" gadis itu berteriak "apa kamu tahu? Rasa sakit ini? Apa kamu mengerti? Ha?"
Arata menjawab sebentar "hah? Bacot!! Bisa diam tidak? Kamu ni bacot tau, mau tidur saja tidak tenang." Lalu lanjut tidur lagi.
"Bangunlah! Pembunuh! Sialan!" Gadis berteriak lalu memukul pelindung Arata dengan lebih keras dari sebelumnya. Karena pelindung ini sangat kuat bahkan gadis itu sudah mengeluarkan semua kekuatan yang dia punya tetapi itu bahkan tidak bisa menggoresnya sedikitpun.
Gadis itu pun pasrah dan duduk sambil menangis lalu berkata dengan pelan.
"tolong! Bukalah pelindung ini! Aku mohon!"
Tak lama kemudian, Arata bangun lalu berdiri. Arata merentangkan kedua tangannya keatas karena baru bangun dari tidurnya yang panjang dan tidak sengaja melihat gadis yang sedang menangis di luar pelindung nya. Arata bertanya padanya dengan baik dan ramah "ada apa? Apa kamu baik-baik saja?"
Dia menjawab "tidak, aku tidak baik-baik saja" lalu melanjutkan dengan nada memohon "Aku mohon! Tolong buka pelindung ini!" Lalu gadis itu berdiri.
"Ah, baiklah." Arata yang tidak menaruh curiga pada gadis ini pun menuruti perkataan gadis itu untuk membuka pelindungnya saja.
Arata berdiri lalu membukanya, Sesaat setelah dibuka, gadis itu langsung memukul Arata dengan sangat kuat hingga membuatnya terpental jauh, sebelum Arata menyentuh tanah. gadis itu tiba-tiba sudah berada di belakang Arata lalu dia memukul Arata lagi tapi ketika pukulannya mengenai Arata, Arata berubah menjadi asap putih yang sangat tebal dan membuat mata gadis itu sangat perih sesaat.
Ketika dia membuka matanya kembali, apa yang dia lihat adalah Arata baru saja membuka pelindungnya dan dia langsung memukul Arata dengan sangat kuat hingga membuatnya terpental jauh, sebelum Arata menyentuh tanah. gadis itu tiba-tiba sudah berada di belakang Arata lalu dia memukul Arata lagi tapi ketika pukulannya mengenai Arata, Arata berubah menjadi asap putih dan membuat mata gadis itu sangat perih sesaat.
Hal itu terus-menerus terjadi berulang-ulang karena gadis itu tidak sengaja menginjak kabut tipis ketika hendak memukul Arata. Kabut itu adalah sihir yang bernama sakakku atau bisa disebut sihir ilusi, jika diinjak atau bahkan hanya disentuh maka sihir akan langsung aktif, orang yang terjebak didalam sihir ini akan terjebak di lingkaran waktu yang terjadi berulang-ulang kali, lingkaran waktu ini tidak akan berhenti jika niat awal/buruk mereka untuk pengguna sihir ini berubah atau pengguna menghentikannya sendiri.
Gadis ini sangat ingin membunuh Arata karena Arata telah membunuh seseorang yang disayanginya, jika gadis ini tidak mengubah niatnya untuk membunuh Arata maka dia akan berada dalam sihir sakakku untuk selamanya.
Di dunia asli.
Arata berdiri ditempatnya tadi sambil melihat gadis yang berada didepannya, dia menatap dengan heran, mengapa tiba-tiba ada yang berniat membunuhnya? Apa alasannya? Terlebih lagi dia adalah seorang gadis cantik.
"Kenapa ya? Apa aku punya salah dengannya?" Arata pun teringat kembali bahwa dia telah membunuh satu makhluk ketika berada di gua ice ini. "Apa mungkin makhluk itu ya? Kalau benar begitu, nanti mungkin aku akan minta maaf padanya jika dia bisa keluar dari sihir ini."
__ADS_1
Arata tiba-tiba merasa sangat lelah bahkan lelah ini lebih lelah dibandingkan tadi hingga membuat Arata terjatuh kebelakang dan terbaring.
"apa-apaan ini? Tubuhku tak bisa digerakkan lagi, apa ini karena sihir sakakku yang baru saja aktif? Ternyata sihir kuno efek sampingnya sangat mengerikan ya." gumam Arata.
Arata memutuskan untuk tidur lagi untuk memulihkan tenaganya dengan cepat, Arata memasang pelindung dan jebakan lagi lalu memejamkan mata dan tidur.
Di dunia sakakku.
Gadis itu masih belum menyerah. Dia masih terjebak di lingkaran waktu yang terulang-ulang terus karena keinginan untuk membunuh Arata masih sangatlah kuat. Gadis itu juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas, dia selalu melakukan hal yang sama berulang kali. Meskipun gadis itu tidak bisa bebas menggerakkan tubuhnya tapi pikirannya masih diberi kebebasan berpikir oleh Arata, tiba-tiba di kepala gadis itu terdengar suara Arata yang berkata "apa kamu sudah lelah?" Waktu masih tetap terulang-ulang.
"Kamu ya yang melakukan ini semua?" Tanya gadis itu dengan marah.
"Ya, bagaimana kalau kita berhenti saja dan bicarakan ini dengan baik-baik? Maka mungkin saja waktu berulang-ulang ini bisa kembali normal. Bagaimana? Mau tidak nih?" Bujuk suara Arata dengan ramah.
Gadis itu menghela nafas dengan berat dan berkata "huh! Baiklah" Sesaat seluruh waktu yang berulang-ulang di gua ice perlahan berubah menjadi sebuah ruangan yang gelap gulita. akhirnya gadis itu bisa bergerak bebas, dia berjalan kedepan sambil melihat-lihat keadaan yang seluruhnya gelap tanpa sedikitpun cahaya.
Tiba-tiba terdengar suara Arata yang menggema di seluruh tempat yang gelap ini.
"Yami no sekai e yōkoso"
Sihir ini merupakan sihir tingkat kedua dari sihir sakakku atau bisa dibilang kakaknya sihir sakakku yang saling terhubung satu sama lain. Setelah korban dari sihir sakakku mau diajak bicara, maka korban akan dibawa ketempat kedua yaitu Yami no Sekai.
Sesaat keluarlah bayangan wujud Arata dari kegelapan yang berjalan perlahan menghampiri gadis itu, bayangan wujud Arata terlihat sangat bersinar hingga menerangi area kegelapan disekitarnya. Gadis itu langsung menendang kearah kepala Arata tetapi ketika hampir mengenainya dia menghentikannya. Dia merasa kalau menyerang Arata sekarang, dia akan terkena jebakan yang lain.
"Ada apa? Kok tidak jadi?" Kata bayangan wujud Arata dengan santai.
Gadis itu menurunkan kakinya lagi dan berkata "tidak, maafkan aku."
"Aku ingin tanya padamu, mengapa kamu sangat marah denganku? Apa aku pernah berbuat sesuatu yang buruk denganmu?"
Gadis itu menundukkan kepalanya sambil menahan amarah dan berkata "ya, itu sangat buruk dan kejam. kamu telah membunuhnya. Bahkan mayatnya saja tidak ada, kamu sangat kejam"
"Oh makhluk itu ya, aku tidak sengaja membunuhnya. Lagipula kalau aku tidak membunuhnya, dia yang akan membunuhku kan?" Tanya Bayangan wujud Arata.
Gadis itu berkata dengan sedih sambil menundukkan kepalanya lalu tiba-tiba berhenti ditengah-tengah perkataannya. "Itu memang benar te-tetapi—"
__ADS_1
"Maafkan aku" bayangan wujud Arata meminta maaf dengan tulus menggantikan Arata asli sambil membungkuk sebentar lalu melanjutkan. "memangnya dia sangat berharga bagimu ya?"
Gadis melihat kearah Arata kembali dan berkata. "Ya, dia sangat-sangat berharga bagiku. Ketika aku sendirian di gua ini dan merasa kesepian, dia menemani ku layaknya seorang teman"
"Oh, teman ya. Bagaimana kalau aku menjadi temanmu sebagai gantinya? Dengan begitu kamu tidak akan kesepian lagi?" Tanya Bayangan wujud Arata.
"Tidak, semua laki-laki yang datang kesini hanya menginginkan tubuhku saja. Mereka yang terburuk." kata gadis itu.
Bayangan wujud Arata salah paham, dia pikir maksud dari hanya menginginkan tubuhnya adalah digunakan untuk memuaskan nafsu saja. Bayangan wujud Arata pun berusaha meyakinkan dia bahwa Arata berbeda dengan laki-laki lain yang pernah bertemu dengannya.
"Tolong jangan samakan aku dengan laki-laki brengsek lainnya. Aku adalah aku dan mereka adalah mereka. Aku sangat berbeda dengan mereka, aku bisa menjamin hal itu" kata Bayangan wujud Arata dengan kesal karena Arata disamakan dengan laki-laki brengsek lain.
Dia bertanya karena masih tidak percaya dengan perkataan Bayangan wujud Arata tadi.
"Serius?"
"Serius, kalau kamu mau kamu bisa membuktikannya sendiri dengan cara semaumu" jelas Bayangan wujud Arata.
"Baiklah, aku akan menguji mu." gadis itu melepaskan Gaun pendek biru nya dan memperlihatkan bagian utamanya tepat didepan mata Arata, laki-laki mana yang tidak mau melewatkan kesempatan emas ini tapi Arata melihat kearah lain dan menunjukkan sikap bahwa dia tidak tertarik sedikitpun. Gadis itu terus menggoda Arata tetapi Arata masih terlihat tidak tertarik. Gadis ini sangat paham bahwa seluruhnya tubuhnya indah, dia juga berpikir tidak ada satupun laki-laki di dunia ini yang tidak mau memiliki tubuh indahnya. Tapi pemikiran itu disangkal dengan adanya Arata, bahkan melihatnya saja Arata tidak mau. Gadis itu memakai gaun pendek biru nya kembali.
Bayangan wujud Arata membalikkan badannya kembali menghadap gadis itu dan berkata "sekarang sudah mengerti kan?"
"Aku masih belum sepenuhnya yakin, aku ingin melakukan pembuktian sekali lagi, apa boleh?"
"Silahkan saja jika itu bisa menenangkan hatimu" kata Bayangan wujud Arata.
Gadis itu mendekati Arata lalu memeluknya dari depan. Dia memejamkan mata lalu gadis itu terbayangkan sesuatu yang sangat indah. Air terjun mengalir ke sungai dengan tenang, pepohonan hijau-hijau, nyanyian burung yang merdu, dan langit biru cerah yang indah. Tempat ini terlihat seperti hutan dengan pepohonan yang hijau dengan sungai dan air terjun yang melengkapinya hingga semakin indah sekali.
Gadis ini sekarang sangat yakin bahwa Arata adalah laki-laki yang suci dan baik hatinya.
"Apa sudah selesai?" Tanya Bayangan wujud Arata.
"Belum, biarkan aku begini sebentar lagi. Ini Sangat menenangkan buatku" kata gadis itu yang masih memeluk Bayangan wujud Arata dengan lembut seperti layaknya sepasang kekasih.
"Jadi sekarang kamu mau memaafkan ku kan?" Tanya Bayangan wujud Arata itu.
__ADS_1
"ya, aku memaafkan mu dan aku menerima mu juga sebagai teman baru ku tetapi kamu harus janji tidak akan meninggalkan ku sendirian lagi ya? Kesepian itu menyakitkan tahu"
"Ya, aku janji" jawab Bayangan wujud Arata sambil memeluk balik gadis itu dengan lembut.