Isekai : Dunia Impian

Isekai : Dunia Impian
Chapter 7 ~ kepanikan terjadi di ibukota.


__ADS_3

Dua hari sebelumnya di ibukota kerajaan Maritiv yang bernama Gruinla.


Di ruang Aula sebuah guild di kota Gruinla. Terdapat orang-orang yang memakai zirah, memakai topi seperti penyihir, dan petualang-petualang dengan pakaian job lainnya yang terdapat di dunia fantasi pada umumnya.


Di meja resepsionis, terdapat gadis cantik yang merupakan penjaga meja resepsionis nya. Terdapat seorang kakek tua pendek yang duduk di meja resepsionis, kakek tua pendek itu terlihat memejamkan matanya lalu tiba-tiba bangun.


"apa-apaan Aura mengerikan ini? Apa dia sudah bangkit kembali?" Gumam kakek tua pendek dalam hati.


Di istana kerajaan, tepatnya di ruang tahta sang raja.


Terdapat seseorang pria paruh baya yang duduk di singgasana, yang tidak lain adalah seorang raja dari kerajaan ini. Seorang pria berdiri di samping kanan, dia adalah penasehat raja. Dan seorang pria berusia 30-35 tahun dengan armor lengkap berwarna perak, orang ini adalah kepala prajurit kerajaan yang bernama Rova shifan. Rova datang menghadap raja lalu membungkuk memberikan hormat lalu dia melaporkan keadaan yang sangat darurat.


"Yang mulia, ada hal yang sangat penting yang perlu kulaporkan padamu. Ini mengenai hutan Frunaium, tepatnya dari gua Goezho. Saya baru saja merasakan Aura yang sangat mengerikan"


"Maaf, menyela yang mulia. Saya juga baru saja merasakan aura mengerikan yang sama" kata penasehat raja.


"Ya, saya sendiri juga merasakannya. Aura ini sangat mengerikan seperti Aura monster kuno itu" raja berdiri dan memerintahkan pada kepala prajurit itu "segera tutup semua gerbang masuk kota" raja melihat penasehatnya di samping kanan dan memerintahkannya juga "umumkan kepada seluruh warga kota agar tidak keluar rumah kalau tidak ingin mati, untuk waktunya belum ditentukan sampai kapan. Ini keadaan yang sangat darurat. Buat juga quest di guild dengan tulisan siapa saja yang bisa mengalahkan pemilik Aura ini dengan tingkat kesulitan SSS. Jika berhasil maka akan mendapatkan hadiah sebesar 1.000.000 keping emas kerajaan Maritiv dari raja." lalu raja berkata lagi "cepat laksanakan!"


"Baik" jawab kedua orang itu lalu pergi meninggalkan ruang tahta.


Apa dia sudah bangkit kembali? Tidak, seharusnya segel yuusha tidak selemah itu. Jika bukan dia, apa ada makhluk lain yang memancarkan aura mengerikan ini selain dia? Jika benar, itu akan sangat buruk. Yang lebih buruk lagi organisasi itu pasti akan bergerak, yang lebih menakutkan lagi adalah organisasi itu berhasil merekrut monster ini dan menjadikannya anggota dari mereka. Jika hal itu terjadi, kerajaan ini akan tamat. Gumam raja dalam hatinya.


Di guild petualang.


Ada banyak sekali petualang yang sedang berkumpul dan melihat papan quest. Di salah satu lembar guest berjudul "perburuan iblis" bagian paling atas dan dibawahnya tertulis "siapa saja yang bisa mengalahkan pemilik Aura yang mengerikan ini dengan tingkat kesulitan SSS. Jika berhasil maka akan mendapatkan hadiah sebesar 1.000.000 keping emas kerajaan Maritiv dari raja. Lokasi monster ini hutan Frunaium, tepatnya di gua Goezho" orang-orang ini berbisik satu sama lain.


"Hadiahnya besar banget ya, tapi sudah tentu kita akan langsung mati dalam satu kali serangan saja." Bisik pria pertama.


"Ya, terlebih lagi di gua Goezho. Itukan gua tempat dia disegel. Monster mana yang mendapatkan tingkat kesulitan sampai SSS selain dia? Tidak ada kan." bisik pria kedua.


"Tidak ah, takut!" Bisik wanita muda pertama dengan wanita lainnya.


"Seriusan ini? Dia sudah bangkit kembali? Habislah kita" bisik pria ketiga.


"Lebih baik kita jangan ambil ini dan diam dirumah saja seperti instruksi yang mulia" bisik wanita muda kedua.


Tiba-tiba ada tiga pria yang menerobos keramaian itu. Mereka melihat sebentar lalu mengambil quest itu tanpa ragu. Semua orang yang ada disitu terkejut dan saling bisik-bisik lagi.


"Mereka kan 3 anggota baru yang dirumorkan kuat itu. Apa mereka benar-benar bisa mengalahkannya?" Bisik wanita ketiga.


"Tidak, mereka hanya mempercepat kematian saja" bisik wanita muda keempat.


"Apalagi mereka tidak memiliki healer atau support, apa mereka yakin?" Tanya pria keempat.


"Mungkin mereka sudah bosan hidup, jadi mereka memilih mati ditangan monster yang sangat kuat ini" jawab pria kelima.

__ADS_1


"Mungkin benar juga, katamu" kata pria keempat.


Tiga (3) pria tadi menyerahkan kertas quest itu ke penjaga gadis di meja resepsionis. Gadis itu bertanya dengan khawatir "apa kalian yakin? Tingkat kesulitannya SSS lho! Itu diluar kemampuan kalian"


"Tenang saja, kami akan menyelesaikan quest ini dengan cepat, tidak ada satu hari sudah selesai dan kami akan mendapatkan hadiah itu" kata salah seorang dari 3 orang itu dengan sangat yakin bisa menyelesaikan quest ini.


"Baiklah kalau begitu" kata gadis penjaga meja resepsionis lalu dia akhirnya menyetujuinya dan menstempel kertas quest itu.


Setelah mendapatkan persetujuan, 3 orang itu langsung pergi meninggalkan guild.


"Apa kamu yakin tidak menghentikan mereka? master" Tanya gadis penjaga meja resepsionis kepada kakek tua pendek yang duduk di meja resepsionis.


"Ya, aku tidak peduli. Utusan yang mulia baru saja berkata padaku tadi, jika ada yang ingin mencoba menyelesaikan quest itu jangan batasi tingkat rank mereka dan biarkan saja mereka melakukan sesuka mereka meskipun rank mereka tidak cukup tapi jika diserang bersama-sama mungkin itu akan berefek pada monster ini"


"Jadi itu alasannya ya, master. Kejam juga ya penasehat raja ini, membiarkan orang dengan rank rendah mengambil quest seberat ini" kata gadis penjaga meja resepsionis itu.


"Tidak, menurutku ini ada baiknya juga. Orang yang mengambil quest ini pasti sudah memikirkannya matang-matang, jadi jangan terlalu khawatir" jawab master.


Wanita muda penjaga meja resepsionis berjalan menuju papan quest dan menempelkannya lagi. Quest ini bisa diambil lagi oleh petualang lain yang mau dikarenakan ini quest special.


Tiga orang itu sudah berjalan cukup jauh dari guild.


Di jalanan kota.


Pria pertama terlihat berbadan besar yang memakai zirah besi dan perlengkapan lengkap layaknya seorang ksatria, pria kedua terlihat kurang lebih sama dengan pria pertama tetapi pria kedua tidak membawa perisai. Sedangkan pria ketiga terlihat memiliki badan paling besar dibandingkan yang lain, pria ketiga juga memakai zirah tapi zirah yang dipakai hanya terdapat dibahu kanannya dan terbuat dari kulit itu bertujuan untuk memperlihatkan tubuh besar dan kekarnya, pria ketiga juga memiliki pedang besar di punggung nya, pria ketiga yang tidak lain adalah bos/pemimpin dari kedua pria lainnya. Masing-masing dari mereka juga memakai sebuah kalung dengan papan persegi berwarna ungu yang memiliki panjang 7 cm dan tinggi 1,5 cm dan ada tulisan Epic di papan kalung itu berwarna putih.


"Ya, kita bisa." Jawab bos dari 2 orang itu dengan sangat yakin.


"Tenang saja, kita pasti bisa mengalahkannya. Itu karena kita yang terkuat" saut pria kedua dengan sombong karena sejauh ini mereka selalu memenangkan pertarungan dan belum pernah kalah. Mereka belum tahu bahwa diatas langit masih ada langit begitu juga seterusnya.


Di aula guild.


Terdapat dua orang gadis cantik sedang makan di aula guild. gadis cantik pertama memiliki rambut panjang coklat dan mata coklat yang indah, sedangkan gadis kedua memiliki rambut putih kehijau-hijauan dan mata hijau yang indah.


Tentunya mereka bukan orang biasa, mereka adalah seorang petualang rank Epic sama seperti 3 pria yang mengambil quest special. Itu bisa dilihat dengan jelas dari kalung yang dipakai mereka, kalung ini terdapat papan persegi berwarna ungu yang memiliki panjang 7 cm dan tinggi 1,5 cm dan ada tulisan Silver di papan kalung itu berwarna putih. Kalung ini tertempel dengan sihir dan akan selalu tetap berada disitu kecuali pemakai melepaskan sihirnya. Sihir ini diberikan kalung agar tidak kontal-kantil dan tidak sengaja terjatuh lalu hilang. Untuk mengurus kalung penanda rank jni jika hilang juga cukup rumit dan susah.


"Hei! Apa kamu dengar bahwa quest perburuan iblis tidak ada tingkat rank yang harus dipenuhinya lho!" Kata gadis cantik pertama.


"Apa? Seriusan?" Tanya gadis kedua.


"Serius! Mau ambil?" Jawab gadis pertama.


"Tidak dulu deh, tingkat kesulitannya terlalu tinggi buat kita, Apa kamu mengerti kesulitan SSS?" Kata gadis kedua.


"Ya mengertilah, aku hanya bercanda. Tolong jangan diambil serius" kata gadis pertama.

__ADS_1


"Oke, habis makan ini kamu mau kemana lagi?" Tanya gadis kedua.


"Mungkin pulang dan tidur" jawab gadis pertama.


"Mau nginap dirumah ku malam ini?" Gadis kedua menawari gadis pertama untuk menginap dirumahnya.


Gadis pertama mengangguk dan berkata "baiklah"


Di jalanan kota yang ramai akan masyarakat beraktifitas seperti biasa.


Terlebih ada 2 pria yang berusia 25-30 tahun, kedua pria itu terlihat seperti rakyat biasa yang sedang mengobrol santai sambil berjalan di jalanan kota.


"Hei! Apa akhir-akhir ini kamu merasa merinding?" Tanya pria pertama.


"Ya, aku juga merasa begitu" jawab pria kedua.


"Apa kamu tahu sesuatu?" Tanya pria pertama.


"Tidak, aku tidak tahu apa-apa" jawab pria kedua.


Tiba-tiba terdengar suara alarm peringatan yang sangat keras dari sesuatu yang terlihat seperti speaker tanpa kabel yang berada diatas tiang di beberapa tempat di ibukota ini. Kedua pria itu menghentikan langkah mereka dan mendengarkan pengumumannya. Lalu terdengar suara seorang pria dari benda itu


"Pengumuman! Diminta kepada seluruh warga kota Gruinla agar tidak keluar dari kota. Akan lebih baik lagi, jika tidak keluar dari rumah sama sekali. Ini keadaan darurat. Monster yang sudah disegel yuusha di gua Goezho sudah terlepas dari segelnya. Sekarang dia sudah semakin dekat dengan pintu keluar gua. Kami pihak kerajaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menekannya agar tidak masuk kedalam kota, maka dari itu dimohon kerjasama nya"


Para warga langsung panik dan lari berhamburan kesana-kemari ketika mendengar bahwa monster legend telah berhasil keluar dari segel yuusha di gua Goezho. Tetapi kedua pria tadi masih sangat santai dan tidak melarikan diri seperti masyarakat lainnya.


"Orang-orang ini pada kenapa ya? Setelah dengar monster yang disegel di gua Goezho terlepas, kok mereka pada panik. Apa kamu tahu sesuatu?" Tanya pria pertama.


"Entahlah, aku tidak peduli. Ayo segera jalan! Kalau tidak kamu akan ketinggalan lho!" jawab pria kedua yang tidak tahu monster apa itu dan tidak ingin tahu lebih lanjut pergi meninggalkan temannya.


"Tunggu!" Pria pertama pun mengejar sesaat sebelum pria kedua pergi lebih jauh lagi.


Di suatu tempat. Seorang pria yang tidak lain adalah penasehat raja yang sedang melaksanakan perintah raja.


"Monster ini bagaimana cara mengatasinya? tidak ada catatan apapun di kitab ataupun buku-buku jaman dahulu, meskipun ada kami tidak bisa membacanya karena huruf-huruf misterius yang tidak kami mengerti itu. Yuusha juga sudah tidak ada lagi, jika melakukan pemanggilan yuusha lagi juga tidak akan sempat karena membutuhkan waktu 15 hari lamanya. Kekuatan pasukan khusus dan pasukan elite yang dibawah kepemimpinan raja langsung juga tidak mungkin digunakan untuk menyerbu hutan Frunaium karena mereka harus menjaga kota agar tetap aman. Aku hanya bisa berharap ada seorang petualang yang berhasil menghabisinya karena makhluk apapun yang bisa menerobos keluar dari segelnya pasti hanya akan memiliki kekuatan 5% saat baru keluar, meskipun kemungkinannya sangat kecil sekali. Aku hanya bisa bertaruh" Gumam dalam hati penasehat raja. Lalu penasehat raja berdoa pada dewi agar melindungi para petualang yang akan bertarung melawan bencana.


Kitab yang dimaksud adalah kitab Vancerna yang ditulis oleh seseorang yang tidak ketahui identitas nya dan kitab ini dibuat pada zaman dahulu. Kitab ini berisikan mengenai ciri-ciri fisik monster ini yang berupa seorang pria muda yang terlihat berusia 14-17 tahun dengan kekuatan yang sangat luas biasa kuat. Pria ini disebut monster karena kekuatannya yang sangat luas biasa kuat dan pembantaian besar-besaran terhadap manusia pada zaman itu dan dia juga memiliki julukan lain yaitu raja iblis baru.


Monster ini bahkan dahulu hampir saja membantai seluruh umat manusia di benua ini hanya dengan auranya saja yang terus meningkat seiring dengan pembantaian manusia yang dilakukannya tetapi untungnya masih sempat dan didatangkanlah yuusha dari dunia lain dengan kekuatan tak kalah besar dari monster itu.


Yuusha ini dipanggil dengan kekuatan penyihir tingkat tinggi dari berbagai negara. Setelah beberapa bulan akhirnya monster ini berhasil ditekan dan disegel di sebuah gua yang bernama gua Goezho. Meskipun tidak berhasil dibunuh karena yuusha sudah mencapai batasnya lalu dia menggunakan sihir yang menggunakan nyawanya sebagai bentuk sihir lalu menyegelnya di sebuah gua yang tidak terlalu jauh dari tempat pertarungannya.


Di ruang aula guild.


"Kita kan masih punya uang simpanan, jadi tidak perlu ambil quest lagi untuk beberapa waktu ini. Mau tidak kamu menginap sampai waktu yang belum ditentukan itu? Pasti lebih aman berdua kan daripada hanya seorang diri saja" kata gadis kedua yang mencoba membujuk gadis pertama agar mau menginap dirumahnya.

__ADS_1


"Ya, baiklah. Itu ide yang tidak terlalu buruk" jawab gadis pertama sambil mengunyah makanan di mulutnya.


__ADS_2