
Di kantin sekolah. Arata sedang makan siang bersama Mazeh karena ajakan Mazeh juga.
"Hei! Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, apa kamu murid baru?" Tanya Mazeh.
"Iya bisa dibilang begitu." Jawab Arata.
"Ohhh, ngomong-ngomong kamu kelas berapa?"
"Aku?"
"Iya."
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Waktu itu aku mengikutinya dan aku kehilangan jejaknya lalu akhirnya aku sampai di gedung yang merupakan kelas seni bela diri itu."
Mazeh terkejut lalu bertanya. "Eh? Sungguh?"
"Sungguh," jawab Arata lalu memasukan satu sendok nasi goreng.
"Tidak buruk juga nasi goreng ini." Batin Arata sambil mengunyahnya. Nasi goreng sebenarnya hanyalah julukan yang diberikan Arata karena rasa dan tampilannya yang mirip nasi goreng yang sering di makan waktu di Indonesia.
"Eh... Jadi kamu bukan anggota resmi ya?"
"Emmm... Mungkin bisa dibilang begitu,"
"Oh jadi begitu ya ceritanya, sekarang aku mengerti. Habis ini kamu mau kemana?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Mungkin saja berkeliling lagi sambil mencari kelasku."
"Apa kamu tahu kelas berapa kamu? Mungkin saja aku bisa membantu mu."
"Tidak tahu."
Bel masuk pun berbunyi.
Mazeh berdiri sedangkan Arata masih makan satu sendok nasi goreng terakhirnya.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pergi dulu, aku harus segera masuk kelas. Kamu juga segeralah cari kelasmu."
"Baiklah." Mazeh pun pergi meninggalkan Arata sendirian dikantin.
"Lanjut cari kelasnya ah!" Batin Arata. Arata berdiri dan pergi meninggalkan kantin.
Di lorong sekolah. Arata sedang berjalan santai, dia terlihat ngantuk karena kekenyangan makan. Ternyata kebiasaan sewaktu di dunia sebelumnya masih belum hilang juga.
"Whaaahh!" Arata menguap.
Tiba-tiba datanglah seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut hitam panjang dan mata berwarna coklat. Dia berlari lalu melompat kearah Arata. Arata pun terjatuh sedangkan gadis itu sekarang berada di atas tubuh Arata.
Arata membuka matanya perlahan apa yang dilihatnya adalah seseorang gadis yang duduk menimpanya, terlebih lagi dua gunungnya yang cukup besar menekan di tubuh Arata tapi Arata hanya berekspresi kebingungan.
"Akhirnya kamu membuka mata juga... Selamat pagi, Arata san."
"Kamu siapa?" Tanya Arata yang kebingungan.
"Aku? Hehehe." dia tertawa kecil sambil menutup mulutnya.
Apa jangan-jangan... Dia adalah pacarku di dunia ini? Tidak, tidak, tidak, diingat-ingat lagi masa lalu tubuh ini dulu, tidak memiliki kekuatan sihir. Mana mungkin ada seorang gadis cantik yang menyukainya, meskipun tampangnya ganteng seperti ini tapi kalau tidak bisa melindungi seorang perempuan itu percuma saja. Mungkin aku jawab tidak tahu sajalah.
"Entahlah, ngomong-ngomong apa kamu tahu kelas ku berada dimana?"
"Ternyata benar begitu ya, kamu masih sering nyasar seperti dulu ya," ucapnya.
"Eh?"
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju kelas. Arata menceritakan beberapa fakta tentangnya seperti hilang ingatan, sekarang memiliki kekuatan sihir dan tadi nyasar di kelas seni bela diri khusus. Sebenarnya di kelas bela diri ini hanya murid-murid yang terpilih yang bisa menjadi anggotanya.
"Eh? Itu sungguhan? Kamu tidak sedang bercanda atau berbohong kan?"
"Tidak, aku sungguhan. Ngapain juga berbohong, tidak seperti aku saja."
"Kalau begitu, sekarang kamu kuat ya."
__ADS_1
"Iya"
Mereka berdua pun masuk kedalam kelas. Sesampainya di kelas, Arata langsung di tanya-tanya, kemana saja tadi. Arata pun menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir tanpa ditutupi karena Arata adalah orangnya sudah jujur sejak didunia sebelumnya.
Guru ini sudah berbeda dengan guru yang pertama karena pelajaran sudah berganti. Arata langsung dibawa ke suatu tempat yang mirip-mirip dengan BK (bimbingan konseling) seperti di dunia sebelumnya Arata karena kesalahannya.
Arata ditanya-tanya lagi oleh para guru yang lainnya itu, Arata menjawab hal yang sama seperti yang diawal. Untung saja, Arata dibela oleh Sensei Suwarto yang kebetulan sedang disitu. Dia bilang, Arata akan dimasukkan secara resmi karena berhasil melawan muridnya yang ditingkat tujuh. padahal dulunya Arata terkenal sangat lemah di seluruh akademi, kalau bukan karena keluarganya sudah pasti Arata tidak akan diterima di akademi Miraiva ini.
Awalnya para guru-guru tidak percaya tapi setelah mereka mengingat kembali, latar belakang Arata yang merupakan anak dari mantan kaisar sihir terbaik di kerajaan ini, itu merupakan hal yang wajar saja.
Akhirnya para guru-guru pun setuju untuk tidak memperdalam masalah ini lebih lanjut, mulai sekarang Arata secara sah diterima di kelas seni bela diri, Gu Qing. Gu Qing adalah nama seni bela diri yang diajarkan di akademi ini, Arata sendiri juga bingung setelah diberitahukan oleh Sensei Suwarto.
Kenapa namanya Gu Qing, padahal arti kanji dari yang terdapat dibaju seragamnya bagian belakang berarti menggelegar atau mengaum tapi Arata tidak terlalu memperdulikannya.
Arata pun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju kelasnya tadi. Setelah berjalan cukup lama, Arata baru sadar bahwa dia tersesat lagi.
"Ah, aku tersesat lagi. Tempat ini benar-benar membingungkan sekali ya!"
Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan, Arata pun menoleh kearah suara itu. Ternyata suara itu tidak lain berasal dari seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut hitam panjang dan mata berwarna coklat. Namanya adalah Nanami Irania.
"Yahallo!" Ucapnya sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan kanannya.
Awalnya Arata ragu-ragu tapi dia tetap membalas lambaian nya.
Nanami berjalan menuju Arata lalu memeluk tangannya. Arata masih tidak tahu dengan gadis ini karena dia tidak memiliki ingatan sebelumnya, terlebih lagi gadis ini juga tidak memberitahukan nya.
"Kamu pasti tersesat lagi kan?"
"Ya begitulah, ngomong-ngomong kamu siapa sih? Dan apa hubungannya dengan ku?" Jawab Arata.
Gadis itu pun akhirnya teringat bahwa Arata telah hilang ingatan seperti yang diceritakannya tadi.
"Oh begitu ya, kamu kan hilang ingatan. Pantas saja kamu melihat ku seperti orang asing." Dia pun berhenti dan melanjutkan untuk memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan, namaku Nanami Irania."
__ADS_1