Isekai : Dunia Impian

Isekai : Dunia Impian
Chapter 10 ~ kota kuno yang indah.


__ADS_3

Aku pun mengikuti mereka hingga akhirnya sampailah di suatu tempat. Meskipun tadi dilihat dari kejauhan dinding ini terlihat besar tetapi dilihat dari dekat ternyata lebih besar lagi. Kami sudah sampai didepan pintu gerbang masuk kota. Kira-kira tinggi gerbang masuk ini sekitar 10-20 meter sedangkan dindingnya sekitar 70-100 meter. Tepat di atas pintu gerbang masuk ini, terdapat tulisan Isekai yang dibaca "Gruinla"


"Oh kota Gruinla ya" kataku dalam hati setelah membaca tulisan Isekai yang entah mengapa aku bisa membacanya dengan mudah.


Aku pun masuk tapi di hadang penjaga karena tidak membayar pajak tetapi Ibu itu baik sekali, dia membayarkan pajak masuk untukku juga. Katanya sebagai terimakasih karena telah menyelamatkan anaknya dari bahaya. Ketika sudah melewati gerbang masuk dan berada di dalam kota, aku dan mereka berdua hendak berpisah.


"Aku ucapkan terimakasih sekali lagi" kata ibu itu sambil membungkuk sesaat.


"Tidak, tidak apa-apa. Ngomong-ngomong dimana aku bisa menemukan penginapan di kota ini?" Tanyaku. Sesaat setelah bertanya aku baru ingat bahwa aku tidak memiliki uang ataupun alat pembayaran yang sah lainnya di dunia ini. Seharusnya di dunia ini juga ada alat pembayaran sebagai gantinya misalnya uang ataupun emas.


"Oh kebetulan sekali. kalau kakak mau, kakak bisa datang ke penginapan kami. Sepertinya kakak terlihat seperti orang yang tidak memiliki uang. Tapi Tenang saja, kami akan mengratiskan satu malam khusus untuk kakak." Kata ibu dengan tersenyum ramah.


"Seriusan? Syukurlah!" Aku sangat senang mendengar itu karena aku sudah bosan tidur ditempat yang sangat keras di bebatuan gua.


"Terimakasih banyak" kata ku sembari membungkuk pada ibu itu.


Aku dan mereka pun tidak jadi berpisah dan berjalan bersamaan menuju tempat yang dimaksud ibu itu. Aku berjalan sambil melihat sekitar, Apa yang kulihat adalah bangunan-bangunan yang terbuat dari batu putih, Kereta kuda berjalan di jalanan, ada beberapa orang yang memakai armor seperti kstaria, yang lain berpakaian seperti penyihir, dan tentunya warga kota yang terlihat biasa saja.


Aku saat ini merasa seperti sedang berada di Eropa pada abad pertengahan karena bangunan, jalanan, penampilan masyarakatnya terlihat sangat mirip. Tidak ada orang bermain handphone sambil jalan, bahkan hp, mobil, listrik, ataupun teknologi canggih lainnya juga. Semuanya benar-benar terlihat kuno dan indah.


"Wah! Indah sekali!" Kataku dalam hati sambil mengagumi keindahan kota yang terlihat kuno tapi indah.


Ternyata tempat penginapan yang dimaksud ibu itu tak jauh dari gerbang masuk ke kota Gruinla.


Sekarang aku sudah sampai di sebuah gedung yang cukup besar untuk seukuran penginapan, di atas pintu terdapat tulisan "Penginapan Ruiba" dalam bahasa yang sama seperti di atas gerbang tapi entah mengapa aku bisa membacanya juga. Kupikir setelah sampai di kota tempat tinggal manusia, huruf-huruf nya akan ditulis dengan aksara Jawa seperti yang tertulis di buku yang kubaca sebelumnya tetapi setelah sampai di kota huruf-huruf yang digunakan adalah huruf-huruf aneh seperti di dunia fantasi lainnya. Aku agak kecewa tetapi biarlah, mungkin aksara Jawa adalah huruf kuno yang sudah sangat jarang digunakan di dunia ini, ataupun sudah di tinggalkan juga sama seperti di dunia ku sebelumnya.

__ADS_1


Ketika aku memasuki pintu, sesaat ada yang berkata "selamat datang di Penginapan Ruiba, Tuan" suara itu terdengar dari sebelah kiri. Aku yang penasaran langsung melihatnya. Apa yang kulihat adalah gadis cantik yang seusia denganku, dia memiliki mata biru dan rambut hitam panjang yang terlihat lembut. Gadis itu memakai pakaian maid yang biasa dipakai di cafe-cafe Jepang.


Gadis kecil tadi langsung memeluk gadis cantik yang berpakaian maid itu dan berkata "kakak" gadis cantik itu juga merespon dengan ceria dan berkata "adikku" mereka saling berpelukan karena mereka adalah kakak adik yang akur. aku melihat mereka dengan heran, kok bisa ya mereka akur banget? Aku sama adikku kok gelud mulu sih. Apa jangan-jangan di dunia ini memang begitu? Adik dan kakak akur seperti mereka.


Ibu tadi yang merupakan ibu mereka berdua memanggil ku tetapi aku tidak mendengarnya dan terlihat melamun hingga akhirnya dia memegang bahuku. Aku sedikit terkejut dan berkata "eh? Apa?"


"Apa kamu menyukainya?" Dia mengira bahwa aku suka dengan anak nya yang seusia denganku.


"Tidak, sepertinya anda salah paham" jawabku dengan wajah datar.


"Oh begitu ya, kupikir gadis ku cukup cantik lho! Lihatlah! Rambut hitam panjang yang lembut dan mata birunya yang juga indah. Apa kamu yakin tidak jatuh hati pada pandangan pertama dengannya?" Kataku ibu itu yang mencoba menggoda ku, apakah aku suka anaknya atau tidak.


"Memang benar dia cantik tetapi aku belum jatuh hati padanya" kataku.


"Ohhhh, jadi suatu saat kamu bisa saja jatuh hati padanya, begitu maksudmu?" Tanya ibu itu.


Akhirnya ada seorang bapak-bapak yang berusia 30 tahunan. Bapak itu memberiku sebuah kunci kamar dengan nomor 26 dan berkata "ini! Cepat pergilah! Istriku memang begitu. Abaikan saja dia"


"Ya, baiklah" aku menerima kunci itu lalu pergi meninggalkan mereka semua.


Arata sudah pergi dari ruangan utama, sekarang tinggal mereka berempat.


"Mama, kenapa kamu tadi menggodanya seperti itu? Tidak seperti dirimu saja yang selalu tidak suka dengan teman laki-laki nya bermain kerumah kita" Tanya bapak itu.


"Benar itu, mama" saut gadis cantik berpakaian maid tadi.

__ADS_1


"Dengar! Jika benar yang dikatakan Wulan, maka orang itu adalah orang yang sangat langka sekali, mungkin saja dia adalah orang terakhir. Aku tidak yakin bisa menemukan lagi seseorang yang sepertinya untuk putri kita" kata ibu itu dengan sangat yakin.


"Apa maksudnya?" Tanya bapak itu yang heran, apa yang dimaksud istrinya.


"Jadi gini..." Ibu itu menceritakan semua yang diberitahukan oleh anak terkecil nya Wulan bahwa laki-laki tadi (Arata) adalah orang yang sangat langka sekali karena bisa menggunakan sihir penyembuhan kuno yang dipercaya telah hilang selama 8 abad yang lalu di benua ini.


Bapak itu sangat terkejut dan tidak percaya apa yang telah dikatakan istrinya padanya.


"Apa itu sungguhan?" Kata bapak itu.


"Ya, kata Wulan memang begitu tapi aku sendiri juga tidak yakin karena itu yang dikatakan oleh anak kecil yang baru berusia 8 tahun."


Ketika ibu itu belum selesai bicara, Anak terkecil tiba-tiba nyaut pembicaraan orang tuanya. "Benar, itulah kenyataannya, papa, mama"


"Aku sendiri juga ingin melihatnya secara langsung sihir penyembuhan kuno itu" Kata ibu itu.


"Oh begitu ya, jika begitu kita tidak boleh asal berkata demikian karena kita tidak melihatnya secara langsung" kata bapak itu.


"Benar juga ya" jawab ibu itu.


Gadis cantik dari tadi hanya menyimak pembicaraan kedua orang tuanya.


.....


Akhirnya aku sampailah di depan pintu masuk kamarnya. Aku membuka pintunya lalu masuk kedalam kamar. Aku sudah bisa menduga bahwa kamarnya tidak akan terlalu bagus, ini wajar karena kamar ini gratis. kupikir kamar ini terlihat cukup nyaman dan rapi meskipun terlihat sederhana, Lagipula aku juga sudah terbiasa hidup sederhana seperti ini di dunia sebelumnya. Aku langsung melompat ke kasur dan berbaring.

__ADS_1


"Ah! Ini sangat nyaman sekali dibandingkan tidur di bebatuan gua yang sangat keras." Kata ku dalam hati sambil menikmati kenyamanan tidur di kasur yang cukup empuk lalu aku menutup mataku perlahan dan tidur.


Petualangan apakah yang menunggu Arata di keesokan harinya?


__ADS_2