Isekai : Dunia Impian

Isekai : Dunia Impian
Chapter 13 ~ Quest pertama ku


__ADS_3

Di suatu tempat yang masih di wilayah kerajaan Maritiv, tepatnya di sebuah desa yang bernama konta.


Arata sedang berjalan lalu dia menanyakan tentang orang yang dicarinya kepada salah seorang bapak yang kebetulan lewat di depannya.


"Anu, maaf mengganggu pak. Saya mau tanya nih" kata Arata dengan ramah.


"Ya, tidak apa-apa. Silahkan saja" kata bapak itu menyambut dengan ramah juga.


"Bapak kenal orang yang namanya... Eto, kalau tidak salah namanya iona shino" Tanyaku.


"iona chan? Kamu ada perlu apa dengannya?" Bapak itu melihat ku dengan curiga karena yang dia tahu iona hanya ada 1 orang di desa dan dia juga merupakan anak kecil. Mengapa tiba-tiba ada remaja yang mencari seorang anak kecil? Terlebih lagi yang dicarinya adalah seorang gadis kecil, bukannya itu aneh?


"Jadi gini, seperti yang terlihat di kalung yang kupakai ini. Aku adalah seorang petualang pemula dengan rank Yowai. Nah si iona ini membuat permintaan di guild yang cukup mudah yaitu hanya menemaninya mencari tanaman herbal. Aku pun langsung mengambilnya karena quest untuk rank Yowai seperti ku tidaklah banyak"


"Oh begitu, aku sarankan kamu membatalkan quest nya saja"


Arata heran, mengapa bapak itu menyarankan untuk membatalkan questnya. Siapa sebenarnya iona shino itu?


"Kenapa?"


"Jadi gini, alasan iona chan ingin mencari tanaman herbal pasti dia ingin menyembuhkan ibunya yang sedang sakit"


"Biarkan saja, apa masalahnya? Bukannya itu bukti bahwa dia adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya."


"Bukan itu masalahnya, tempat biasa tanaman herbal tumbuh akhir-akhir ini terdengar rumor bahwa ada seekor kadal raksasa yang sering lewat di tempat itu hingga membuat kami warga desa tidak bisa kesana lagi untuk mengambil tanaman herbal." Kata bapak itu lalu melanjutkan dengan wajah ketakutan. "Kami juga sudah beberapa kali meminta tolong kepada guild tetapi petualang yang mengambil questnya pasti selalu tidak kembali pulang atau bisa dibilang telah mati. Maka dari itu aku menyarankan mu untuk membatalkannya saja, itu sangat berbahaya, apalagi buat petualang rank rendah seperti mu. Aku yakin masih ada quest lain yang cocok untuk mu."


"Tidak, aku akan tetap kesana juga karena aku juga pernah di posisi iona yang ingin membantu ibunya. Jika aku membatalkan untuk membantunya, bisa saja ibunya mati. itu pasti akan sangat menyakitkan baginya. Aku sangat memahami hal itu, maka dari itu aku akan tetap membantunya." Kataku dengan sedikit terbawa emosi sedih dan sangat yakin.


"Oh begitu ya, itu hanya saran dari ku, keputusannya balik lagi ke dirimu sendiri. Jika kamu tetap ingin membantunya dan ingin tahu rumahnya, kamu bisa lurus mengikuti jalan ini lalu belok kiri. Nah rumah yang menghadap ke barat itu rumahnya." Kata bapak itu dengan pasrah.


"Terimakasih banyak, pak" kata Arata lalu dia langsung pergi.

__ADS_1


"Apa aku harus langsung menolong ibunya saja ya pakai sihir penyembuhan kuno? Tidak, jika aku melakukan itu mungkin saja dia akan berpikiran sama seperti yang kemarin dan pastinya itu pasti akan merepotkan ku. Lebih baik aku mengikuti sesuai quest yang diajukan saja lah, tidak usah terlalu mencampuri urusan nya." kata Arata dalam hati sambil berjalan menuju tempat yang dimaksud bapak tadi.


Sekarang Arata sudah berada tepat di depan rumah yang dimaksud. Rumahnya terlihat sederhana dengan dinding kayu dan semuanya juga terbuat dari kayu. Arata pun mencoba mengetuk pintunya 2 kali lalu menunggu. Tak lama kemudian, pintu dibuka dan keluarlah seorang gadis kecil yang cantik. Dia berusia 10 tahunan dengan rambut panjang coklat dan mata coklat juga.


"Ada apa, kakak" kata gadis kecil itu dengan datar.


"Apa kamu iona chan?"


"Iya, memangnya kenapa?" lalu dia melihat kalung penanda rank yang dipakai oleh Arata. Dia langsung terlihat sangat senang dan bertanya "apa kakak adalah seorang petualang?"


"Iya, itu benar." kata Arata sambil tersenyum ramah.


Dia baru ingat bahwa rank yang tertulis di kalung Arata adalah rank tingkat terendah, dia menundukkan kepalanya dan terlihat sedih lalu berkata. "Apa kakak adalah petualang yang kuat? Tempat yang kita tuju cukup berbahaya lho, jika kakak lemah itu akan percuma saja dan sebaiknya kakak batalkan saja quest nya. Aku tidak mau kejadian kemarin terus berulang."


"Memangnya kemarin ada apa?"


"Mereka semua mati" katanya dengan sedih.


"Ohhh, kalau begitu tenang saja karena Aku adalah yang terkuat" kata Arata dengan sedikit sombong.


Dia masih tidak percaya dengan Arata karena rank nya yang rendah lalu dia bertanya kembali untuk memastikannya. "Apa itu benar?"


"Ya" jawab Arata sambil tersenyum dengan penuh percaya diri. Arata mengelus rambut iona yang panjang dan lembut lalu berkata. "Aku sudah dengar dari salah seorang warga sekitar bahwa ibu mu sedang sakit, jadi tenang saja. percaya saja padaku" lalu tersenyum dengan penuh percaya diri lagi.


Gadis kecil itu akhirnya percaya, dia masuk kembali kedalam rumahnya.


"Tunggu ya!" Tak lama kemudian, dia keluar lagi lalu menggandeng tangan kiri Arata dan berkata "ayo kakak!" Sambil membawa sebuah tas pasar yang terbuat dari bambu.


"Langsung nih?"


"Iya" kata gadis kecil itu sambil menarikku, Aku pun mengikuti nya.

__ADS_1


Di hutan Frunaium bagian timur. Arata dan gadis kecil itu berjalan bersama, dia masih menggandeng Arata. Suasana benar-benar terasa canggung, tidak ada percakapan apapun dari tadi lalu Arata mencoba memulai pembicaraan.


"Apa kita sudah hampir sampai?"


"Iya, sebentar lagi" tiba-tiba dia berlari dan Arata pun mengejarnya. Ternyata yang dilihatnya adalah tanaman herbal yang dicari-cari nya.


Tanaman ini memiliki daun-daun yang kecil dan bunga putih yang sama kecilnya dengan daunnya.


"Wah! Ada banyak sekali" kata iona.


"Apa tanaman ini yang kamu cari?"


"Iya" kata iona. Dia langsung memetik tanaman herbal yang berada dibawah kakinya dan memasukkan kedalam tas pasar yang dibawanya.


Arata mencoba memetik 1 daunnya lalu mengidentifikasi nya lebih dekat.


"Kayak kenal daun ini, tapi daun apa ya? Aku tidak bisa mengingatnya" Gumam Arata dalam hati.


"Ada apa? Apa ada yang salah dengan tanamannya?" Tanya iona, dia bingung mengapa Arata melihat daunnya sampai sebegitu nya.


"Oh, bukan apa-apa" kata Arata. iona melanjutkan memetik daun-daun nya.


Sekarang Arata penasaran dengan bunga putih itu, ketika Arata hendak memetiknya, iona langsung mengeplak tangan Arata sebelum menyentuhnya.


"Jangan!"


Arata heran, ada apa dengan bunga itu? Lalu dia bertanya "Kenapa?"


"Meskipun daunnya bermanfaat tapi bunganya tidak. Bunga itu beracun, misalnya jika kamu menyentuhnya tadi maka seluruh tubuhmu akan bentol-bentol, terasa sakit, panas, dan terlebih lagi tubuhmu akan terasa sangat gatal. Jika kamu menggaruknya itu akan sakit tetapi jika dibiarkan itu akan sangat gatal, lebih baik jangan coba-coba menyentuh nya"


"Maafkan aku dan terimakasih telah memberitahu"

__ADS_1


Akhirnya Arata membantu memetik daun-daun tanaman itu tanpa menyentuh bunga-bunga putih yang terlihat indah itu.


__ADS_2