Isekai : Dunia Impian

Isekai : Dunia Impian
Chapter 5 ~ kencan bersama gadis cantik di gua ice.


__ADS_3

Di dunia nyata.


Beberapa hari kemudian.


Aku membuka mataku perlahan, apa yang kulihat pertama kali adalah wajah seorang gadis yang sangat cantik seusiaku, dia memiliki rambut panjang biru langit dengan mata biru tosca yang indah. Aku terpana melihatnya.


"akhirnya kamu bangun juga" kata gadis itu sambil tersenyum manis.


Arata bangun perlahan dari paha gadis itu, Arata heran siapakah gadis cantik ini. Arata pun bertanya "kamu siapa?"


Cantik banget ini gadis. Gumam Arata dalam hatinya.


"Ah, aku belum memperkenalkan diri, ya?" Gadis itu memperkenalkan diri nya. "Aku Mayumi, salam kenal!" Katanya dengan tersenyum manis lalu dilanjut dengan Arata. "aku Arata Masashi" Arata penasaran mengapa ada gadis secantik dia di gua ice ini, terlebih gadis ini memperbolehkan Arata untuk tidur di paha nya yang sangat empuk dan lembut sekali.


Arata pun menanyakannya "Oh ya, mengapa kamu berada di sini sendirian? Apa kamu juga tersesat?"


"Tidak, aku sudah berada disini lebih dari 500 tahun" kata Mayumi.


"Seriusan? Kamu manusia bukan?" Kata Arata yang tidak percaya dengan perkataan Mayumi.


"Serius! Aku adalah manusia biasa sama sepertimu" Jawab Mayumi, perkataan Mayumi saat ini memang tidak ada tanda-tanda bahwa dia berbohong. Tapi yang bikin aku heran adalah mengapa dia masih hidup? Apa benar dia hanya manusia biasa seperti ku? Aku tidak yakin akan hal itu.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Arata yang masih tidak percaya.


"Entahlah, aku tidak mengingatnya sama sekali." jawab Mayumi.


Akhirnya aku memutuskan untuk percaya dengan perkataan Mayumi dan tidak terlalu memikirkannya, lagipula itu bukan urusan yang harus kupedulikan juga.


"Oh ya, bagaimana kalau kamu ikut bersama ku? Disini sendirian pasti membosankan bukan?" Aku menawari dia untuk pergi bersama menemaniku berpetualang di dunia fantasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya.


"Ya, aku mau" Mayumi mengangguk sambil tersenyum manis dan terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Kamu yakin tidak tanya ikut denganku kemana?" Tanya Arata yang heran, kenapa seorang gadis cantik seperti dia mau saja diajak pria tak dikenal seperti Arata, terlebih lagi ke tempat yang tidak diketahuinya.


"Entahlah, aku juga tidak terlalu mengerti tetapi aku merasa bahwa aku harus mengikuti mu, Arata" katanya sambil tersenyum manis.


Arata berdiri lalu berkata "Kalau begitu, ayo pergi!"


"Sekarang?" Tanya dia dengan heran.


"Ya, aku tidak mau membuang-buang waktu berharga ku di gua ini" lanjut ku.


"Baiklah" dia pun berdiri dan berkata lagi "bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat dulu sebelum meninggalkan gua ini?" Ajak dia ke suatu tempat yang ingin dikunjungi dia untuk terakhir kalinya.


"Boleh" kata Arata yang menyetujuinya.


Kami berdua sudah berjalan cukup lama kearah yang ditunjukkan oleh Mayumi hingga akhirnya kami sampai di suatu tempat. Aku sangat terpukau ketika pertama kali melihat tempat seindah ini. Tempat ini terlihat indah, langit-langit gua ice yang terdapat benjolan-benjolan setengah lingkaran dan menyala biru, dinding juga menyala biru, danau yang cukup luas dengan air biru jernih dan bersih yang tidak membeku meskipun suhunya sangat dingin, dan terakhir yang paling aneh sekaligus menakjubkan adalah terdapat rerumputan berwarna biru ice yang melengkapi keindahan tempat ini.


"Wah! Apa-apaan tempat ini! Luar biasa indah sekali, Mayumi" kata Arata sambil melihat-lihat keindahan disekelilingnya.


"Ya, aku sangat menyukainya" kata Arata.


"Tempat ini adalah salah satu tempat kesukaan ku. Biasanya aku duduk disini sambil melihat Air danau yang menenangkan ini" Arata tidak terlalu mendengarkan ucapan Mayumi karena Arata asik sendiri dengan melihat-lihat rumput biru ice yang aneh itu sambil jongkok. Rumput itu mengingatkan Arata dengan rumput ungu yang indah tetapi sangat berbahaya.


"Ya, tempat ini sangat indah" Arata berdiri lalu berkata lagi "Ngomong-ngomong boleh tidak renang di danau ini?" Tanya Arata.


"Boleh saja" jawab Mayumi.


"Yosh!" Arata melepaskan bajunya dan berlari menuju danau itu. Ternyata danau ini mirip pantai dan laut, semakin jauh dari daratan maka akan semakin dalam, sebaliknya semakin dekat dengan daratan maka akan semakin dangkal airnya. Arata berada cukup jauh dari daratan, Arata berenang kesana-kemari dengan senangnya.


Air danau ini tidak dingin dan tidak panas juga, jadi benar-benar pas lah untuk berenang. Gumam Arata sambil berenang kesana-kemari.


Tak lama kemudian, Arata mentas dan berjalan menuju Mayumi yang sedang duduk dipinggir danau sambil melihat Arata berenang dengan bahagia. Arata sudah berada didepan Mayumi dan berkata "apa kamu tidak mau berenang? Air nya sangat menyegarkan lho!"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak bisa berenang" Kata Mayumi.


"Oh begitu ya, bagaimana kalau kita main air aja ditepi danau ini?" Tanya ku.


Mayumi awalnya tidak mau tapi aku menarik tangannya sambil tersenyum. Akhirnya dia pun mau. Akhirnya kami berdua main ciprat-cipratan air dengan bahagia seperti anime-anime Jepang bergenre romance. Tawa bahagia terlihat di kedua wajah kami.


Beberapa saat kemudian. Kami berdua sudah selesai main air dan sedang duduk di pinggir danau untuk mengistirahatkan tubuh. Kami bernafas dengan sedikit terengah-engah.


"Itu tadi menyenangkan, Arata" kata Mayumi.


"Ya, aku juga merasa begitu. Mau pergi sekarang?" Tanya Arata yang tidak sabar untuk melihat dunia luar.


"Emmm" kata Mayumi sambil menggelengkan kepalanya dan berkata lagi "Ada satu tempat lagi yang ingin ku kunjungi untuk terakhir kalinya. Tempat ini sangat indah, bahkan lebih indah daripada tempat ini"


Aku tidak sabar tempat seperti apa itu, aku pun berdiri dan berkata


"Yosh! Kalau begitu mari kita pergi" sambil mengulurkan tangan ke Mayumi.


Mayumi menerima tanganku dan berkata "Baiklah"


Kami berdua pun pergi menuju tempat yang dimaksud Mayumi. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami sampai di tempat yang dimaksud Mayumi.


Tempat ini sudah tidak terlihat seperti di dalam gua lagi. Langit benar-benar terlihat seperti langit malam yang dihiasi dengan banyak bintang-bintang dan Aurora yang sangat indah.


"Wah! Aku tidak bisa percaya bahwa saat ini aku masih di dalam gua yang sama. Ini sangat aneh tetapi juga sangat indah" sekali lagi Arata terpukau dengan tempat yang ditunjukkan Mayumi.


"Tidak kalah Indah bukan? Dari tempat tadi" Tanya Mayumi.


"Bukan hanya indah tetapi luar biasa indah sekali daripada tadi" kata Arata dengan kagum.


Kami berdua pun duduk bersampingan untuk menikmati keindahan Aurora dan langit malam lalu Mayumi bersandar di bahuku. Sekarang kami berdua benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang bermesraan di tempat yang indah. Kami melihat langit Aurora yang sangat indah sambil mengobrol santai, terkadang juga tertawa dan bercanda ria.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian. Mayumi tertidur disandarkan bahuku. Aku tidak tega mengganggu tidur nya pun membiarkannya tertidur di bahuku, mungkin dia lelah. Dilihat saat tidur pun Mayumi tetap cantik.


__ADS_2