
Di ruang makan, Garvin dan Hestia sudah berada di ruang makan. Arata berjalan lalu duduk di kursi didepan Hestia. Tak lama kemudian, datanglah seseorang gadis yang sangat cantik dan terlihat dingin dari ekspresi wajahnya. Dia memiliki rambut panjang putih keperakan dan mata biru yang indah mirip Garvin dan Hestia. Arata bahkan sampai melongo melihat kecantikan yang perlahan duduk disampingnya itu.
Gadis itu merasa tidak enak dengan tatapan Arata yang heran melihatnya lalu dia bertanya dengan wajah dingin "ada apa? Nīsan"
"Ah, tidak, bukan apa-apa" kata Arata lalu memalingkan wajahnya dan melihat kearah meja makan kembali.
Siapa gadis ini? Dia benar-benar cantik sekali. Eh, tunggu, dia bilang Nīsan? Bukannya itu panggilan untuk kakak laki-laki dalam bahasa Jepang. Jangan-jangan...
"Kamu adalah adikku?" Tanya Arata dengan spontan sembari melihat nya.
"Iya, itu memang benar. Aku sudah dengar dari ayah dan ibu bahwa Nīsan lupa ingatan. Apa Nīsan juga melupakan yang itu?"
"Yang itu apa maksud mu?" Kata Arata yang kebingungan dengan maksud dari adiknya.
"Ah, tidak apa-apa. Lupakan saja." Jawab adiknya dengan acuh tak acuh. Padahal yang sebenarnya didalam pikirannya, dia sangat bersyukur karena Arata melupakan nya karena itu adalah sesuatu yang sangat memalukan baginya.
"Syukurlah Nīsan tidak mengingat kejadian waktu itu. Itu benar-benar memalukan" kata dalam hatinya.
Tiba-tiba dia memperkenalkan diri.
"Oh ya, pasti Nīsan juga melupakan semua tentang ku. nama ku Syifa, Syifa Mavzio. Anak kedua dari Garvin Mavzio dan Hestia Mavzio dan juga merupakan adik dari Arata Mavzio, bisa dibilang aku adalah adik perempuan mu satu-satunya." Kata nya dengan dingin sekaligus datar.
"Ehh, Syifa ya. Nama yang indah, melambangkan pemilik nama yang juga indah." kata Arata.
Syifa terlihat tidak peduli tetapi yang sebenarnya dirasakannya, dia sangat bahagia sekali karena pujian Arata padanya.
"A-apa-apaan itu tadi? Apa aku sedang bermimpi? Apa ini mimpi? Siapapun tolong beritahu aku bahwa ini hanya mimpi. Aku harus berterimakasih padanya, gimana nih, apa yang harus kulakukan? Tenanglah diriku. Mari jawab dengan tenang." Kata nya dalam hati.
"Nīsan, menjijikkan sekali!" Kata-kata yang keluar dari mulutnya sama sekali tidak sama dengan apa yang berada dipikirannya.
__ADS_1
Didalam pikirannya, dia sangat panik dan takut kalau akan dibenci oleh Arata.
"Aaaaa-aapa-aaapa yang baru saja kukatakan, pasti Nīsan sakit hati saat ini dan dia akan membenci ku." Dia perlahan melihat Arata tapi masih dengan ekspresi yang dingin sekali.
"Oh begitu ya, ha ha ha" kata Arata yang terlihat kecewa tetapi tetap mencoba tersenyum lembut kepada adiknya lalu Arata memalingkan pandangannya.
"Ternyata begitu ya, pandangan adiknya kepada kakaknya dulu. Dia membenci ku ya." Kata Arata dalam hati, Arata berpikir bahwa adiknya, Syifa saat ini membencinya.
"Sepertinya Nīsan kecewa ya, dilihat dari senyumannya sih begitu. Apa aku harus minta maaf ya?" Syifa berpikir dia harus meminta maaf kepada Arata tetapi dia langsung menghilangkan niat itu.
"Tidak, tidak, tidak, mana mungkin seorang perempuan minta maaf lebih dulu kepada laki-laki. Yang salah itu Nīsan, bukan aku. Benar, yang salah adalah Nīsan. Aku hanya perlu bersikap seperti biasa saja" Lanjut nya dalam hati.
Tak lama kemudian, datanglah para pelayan yang membawakan makanan lalu menaruhnya di meja makan satu persatu. Akhirnya semua makanan sudah semuanya ditaruh dimeja lalu para pelayan pergi meninggalkan keluarga Mavzio.
Ketika Arata hendak meminum teh yang berada di cangkir putih tiba-tiba Hestia berkata "kamu kan sudah kembali lagi ke rumah ini dan tidak ada penyakit ataupun masalah pada tubuhmu, jadi besok kamu sudah bisa mulai bersekolah lagi, Arata" sesaat Arata langsung menyemburkan tehnya karena saking terkejutnya.
"A-apa?" Tanya Arata yang tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar nya.
"Kamu akan berangkat kan, Arata" kata Hestia sembari tersenyum, tetapi jelas dibalik senyumannya menandakan amarah.
Arata menundukkan kepalanya dan berkata dengan pelan karena takut dengan senyuman ibunya saat ini, dia mengingat kejadian yang hampir serupa waktu di bumi.
"Ti-tidak, aku masih merasa tidak enak badan saat ini."
"Apa kamu bilang tadi?" Kata Hestia sembari tersenyum, tetapi jelas dibalik senyumnya menandakan amarah.
"Ti-tidak, aku akan berangkat ke sekolah besok." Lalu Arata menghela nafasnya dengan berat dan terlihat tidak suka diwajahnya lalu Garvin berkata untuk menyemangati Arata kembali.
"Hidup adalah tentang belajar. Jika kamu berhenti, maka kamu mati. apa kamu tahu maksudnya? Arata"
__ADS_1
Arata hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Tidak tahu" jawab Arata.
"Hidup adalah tentang belajar. Jika kamu berhenti, maka kamu mati, makna dari kata-kata itu adalah jika kamu berhenti belajar, di masa mendatang kamu bisa saja mengalami kesulitan hingga kamu tidak bisa menyelesaikan, maka itu adalah akhir mu. Sampai sini paham?"
Arata masih tidak mengerti dan dia hanya menggelengkan kepalanya lagi.
"Tidak mengerti, tolong jelaskan lebih ringan lagi, ayah" jawab Arata dengan polosnya.
"Singkatnya gini, misalnya kamu ketemu bandit dan sebelumnya kamu sudah berhenti belajar mengenai cara melawan balik bandit itu, nah kamu kan tidak bisa melawan balik, maka dari itu kamu mati dibunuh oleh mereka. Paham?"
Akhirnya Arata mengerti apa yang ingin disampaikan oleh ayahnya itu.
"Oh begitu ya, sekarang aku mengerti sekarang, ayah. Terimakasih atas motivasi nya. Besok aku akan bersekolah kembali." Jawab Arata lalu berterimakasih padanya.
Di kamar Arata. Arata sedang tiduran.
Arata menghela nafasnya dengan berat.
Huh! Kupikir kehidupan kedua ini, aku sudah tidak perlu repot-repot berpikir sesuatu yang merepotkan lagi seperti halnya waktu di sekolah. Meskipun aku suka baca buku tetapi terkadang aku juga malas melakukannya, apalagi pergi ke sekolah. Selamat tinggal kehidupan kedua yang menenangkan. Ternyata benar ya, katamu.
"Hidup tanpa masalah, tidak akan asik dan seru. Maka dari itu, hadapilah masalah itu dan jangan melarikan diri darinya (masalah)" Kata seseorang pada Arata di kehidupan sebelumnya.
Tunggu, sekolah ya. Se... Kolah ya, biasanya apa yang akan terjadi ketika di sekolah?
Aku mencoba mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di sekolah ku dulu dan peristiwa yang terjadi di sekolah anime.
Bercanda ria dengan teman-teman, belajar pengetahuan yang baru, terlambat bersama-sama juga, bolos pelajaran bersama-sama, izin ke toilet taunya cuma ngobrol di toilet karena tidak suka pelajaran tersebut, dihukum bersama-sama dengan kesalahan yang sama pula, menyukai gadis-gadis yang sangat cantik dan besar, ngobrol tentang kebenaran dari dunia ini, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Kira-kira begitu lah yang kuingat tentang sekolah, apa nanti akan seperti itu juga ya? Aku jadi tidak sabar menantikan nya.
Di jalanan kota yang terlihat cukup ramai dengan orang-orang yang berjalan menuju tujuannya masing-masing.