ISTRI DURHAKA

ISTRI DURHAKA
22


__ADS_3

"Jadi kamu dan Alex adik dan kakak?" tanya Cahaya dengan tatapan seriusnya. Wajahnya memerah karena marah.


"Ya, ku adik kakak dengan Alex, meskipun itu hanya tiri," ucap Anton mengakui, ia membalas tatapan Cahaya yang sangat serius padanya.


"Anton, kenapa kamu tidak berkata jujur sebelumnya, kalau kalian berdua saling kenal dan kalian memiliki hubungan!" marah Cahaya kesal.


Melihat sikap Cahaya yang terlihat kesal atas sesuatu yang baru saja ia ketahui itu membuat Anton bingung, karena ia menganggap bahwa tidak ada yang perlu diributkan saat itu. Namun, karena Cahaya merasa dibohongi akhirnya Cahaya memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan meninggalkan Anton begitu saja.


Cahaya menggunakan taksi, sampai tiba di rumah Ratih. Di sana ia menceritakan sesuatu yang baru saja ia ketahui pada temannya itu, dan hal itu juga membuat Ratih merasa bingung, mengapa Cahaya harus semarah itu saat mengetahui bahwa antara Alex dan Anton memiliki hubungan.


***


Setelah beberapa hari tidak bertemu dengan Anton dan Alex, Cahaya menetap di rumah dengan tidak adanya pemasukan dan kegiatan apapun, saat itu ada rasa yang ingin sekali ia cari tahu tentang Arka. Laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan nya itu.


Cahaya bangkit dari tempat tidurnya, lalu segera mengganti baju santainya dengan pakaian yang lebih sopan, dan setelah itu ia keluar dari kamar.


"Cahaya, kamu mau ke mana?" tanya Ratih yang menyadari akan kepergian Cahaya.


"Aku ingin mencari tahu tentang pekerjaan mas Arka sekarang, aku pernah melihat dia sedang bersama seseorang yang berkelas, dan menggunakan mobil," ucap Cahaya penasaran.


"Untuk apa kamu mencari tahu tentang mantan suami kamu itu, Cahaya?" Ratih menatap penuh penasaran.


"Tidak ada, aku hanya ingin tahu saja," kata Cahaya singkat.


"Lalu, kalau kamu mau mencari tahu, kamu mau memulainya dari mana?"


Ratih nampak bingung dengan jalan pikiran Cahaya kali ini, setelah tidak mengangkat telpon dari Alex tidak juga dari Anton, kini Cahaya justru memutuskan untuk mencari tahu tentang Arka, mantan suami yang tidak ada hubungan lagi dengannya setelah perceraian itu.

__ADS_1


Cahaya berlalu pergi, setelah berada di dalam taksi, Cahaya pun berpikir untuk mencari tahu tentang Arka melalui putra putri nya, untuk itu Cahaya memutuskan untuk berhenti di depan gerbang pintu sekolahan Tasya dan Aldo pada supir taksi. Dan setelah itu Cahaya menunggu di sana sampai waktu pulang tiba.


Saat itu Cahaya bergegas bangkit, melihat banyaknya murid yang keluar dari pintu gerbang setelah selesai dengan aktifitas belajar mereka di kelas.


Cahaya tersenyum saat melihat Tasya dan Aldo berjalan santai bergandengan tangan, mereka masih tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


"Aldo, Tasya,"


Suara Cahaya terdengar oleh mereka, Cahaya pun melambaikan tangannya dan melempar senyum semanis mungkin pada kedua buah hatinya.


Aldo dan Tasya seolah tak percaya jika hari itu ia bertemu dengan sang ibu, wanita yang sangat mereka rindukan dalam diam itu.


Dengan penuh senyum, Aldo dan Tasya pun berlari menghampiri sang ibu, Cahaya sendiri merenggangkan kedua tangannya menyambut mereka berdua. Mereka pun jatuh dalam pelukan Cahaya dengan kerinduan yang terbalaskan.


"Ibu, Ibu ke mana saja? Kenapa Ibu tidak pulang-pulang dan menjenguk kami," ucap Tasya menangis dalam pelukan Ibunya.


Tak terasa pertanyaan Aldo menyadarkan Cahaya bahwa ia telah menyia-nyiakan mereka berdua demi kesenangan dirinya sendiri, Cahaya tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan, ia hanya bisa meneteskan air mata penuh permintaan maaf pada mereka.


Sekali lagi, Cahaya menjatuhkan mereka ke dalam pelukannya, Cahaya mengakui di dalam hati kecilnya bahwa ia telah bersalah. Dan saat itu Cahaya mengajak Aldo bersama Tasya untuk ikut bersama nya, Tasya dan Aldo pun mengikuti ajakan Cahaya tanpa mereka bicara terlebih dahulu pada ayah maupun nenek mereka.


Cahaya membawa mereka ke sebuah restoran, mengajak mereka menikmati makanan mewah dan enak di sana, restoran yang biasa mereka kunjungi ketika Arka belum jatuh bangkrut.


"Sayang, kalian bisa makan dan nambah sesuka kalian, kalian bisa menikmati semua ini sepuasnya," ucap Cahaya memesankan beberapa menu makanan.


"Terima kasih Ibu___" seru Aldo dan Tasya secara bersamaan.


Cahaya memperhatikan betapa lahapnya mereka berdua dalam menikmati makanan, dan setelah makan siang itu selesai, Cahaya membawa Aldo dan Tasya pergi ke sebuah permainan, tempat yang biasa juga mereka datangi ketika hari libur tiba dulu, namun hal itu sudah cukup lama sekali tidak mereka lakukan kembali.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Wulandari di rumah merasa sangat cemas, lantaran Aldo dan Tasya tak kunjung tiba di rumah. Ia melihat anak tetangga sebelah rumah sudah berada di rumah dan bermain bersama adiknya, tetapi Aldo dan Tasya justru belum kunjung kembali.


"Ya ampun, di mana Tasya dan Aldo, kenapa mereka berdua tidak kunjung datang, ini sudah jam dua siang," ucap Wulandari panik.


Wulandari memutuskan untuk pergi ke rumah tetangga sebelah rumah, dan menanyakan keberadaan Aldo bersama Tasya pada anak laki-laki yang satu kelas dengan Aldo.


"Nak Bayu, apa kamu melihat Aldo dan Tasya? Karena sampai sekarang mereka berdua tidak kunjung tiba," ucap Wulandari cemas.


"Tidak Nek, tadi Bayu pulang ditempat oleh ayah, dan tidak melihat Aldo juga Tasya," kata Bayu dengan jujur.


"Oh ya ampun, jadi kamu tidak sempat bertemu dengan mereka berdua ya? Ya sudah kalau begitu, Nenek pulang dulu." pamit Wulandari yang telah mendapatkan jawabannya.


Menit berganti jam, namun Tasya dan Aldo masih tak kunjung datang. Hingga kecemasan itu akhirnya membuat Wulandari memutuskan untuk menghubungi Arka di kantor, saat itu Arka dengan cepat mengangkat telpon saat ia tahu bahwa itu adalah ibunya.


"Ya Ibu, ada apa?" tanya Arka dari seberang sana.


"Arka, tolong sekarang juga kamu pergi ke sekolah, karena sampai sekarang Aldo dan Tasya tak kunjung pulang, Ibu sangat takut Arka," ucap Wulandari gemetar.


"Apa! Aldo dan Tasya belum juga pulang? Ya ampun Ibu, ini sudah lewat dari jam biasanya mereka pulang, kenapa ibu tidak menelpon 10 menit setelah mereka tidak kembali dari jam biasanya!" protes Arka cemas.


"Sebelumnya Ibu tidak kepikiran akan seperti ini, Arka. Sekarang tolong pergilah dan cari mereka," titah Wulandari yang sudah banjir dengan air mata.


"Ya Bu, sekarang juga Arka akan mencari mereka." jawab Arka dengan cepat mematikan ponselnya.


Ia harus pergi dari ruangannya saat itu juga, namun sebelum itu Arka berpamitan pada salah satu karyawan yang dekat dengannya, setelah itu baru lah Arka pergi meninggalkan kantor untuk mencari kedua anaknya.


Tibanya di sekolah, tempat itu sudah sangat sepi, tidak ada kegiatan apa-apa lagi. Arka dengan cepat turun dari mobil dan mencari ke mana Aldo dan Tasya, saat itu Arka menemukan seorang penjaga sekolahan sedang menutup pintu-pintu ruangan yang terbuka. Ia segera menghampiri laki-laki paruh baya itu untuk mencari tahu keberadaan anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2