ISTRI DURHAKA

ISTRI DURHAKA
30


__ADS_3

"Ayolah sayang, terima lah bantuan dari kami," ucap salah satu dari mereka yang menggulirkan tangan kembali pada Cahaya.


"Benar manis, sini... Ayo kita bersenang-senang saja, dari pada lain lari-larian seperti ini, kau sendiri yang merasa lelah," sambung salah satu dari mereka yang tersenyum menggoda Cahaya.


"Kalian pergi dari sini, kalian pergi!" usir Cahaya pada dua pria itu.


Dua pria itu justru mengulas senyum pada Cahaya, ketika Cahaya justru mengusir mereka berdua dalam keadaan dirinya yang tidak bisa apa-apa.


"Manis, tentu saja kami berdua tidak akan tega meninggalkan mu di sini sendiri, apalagi dalam keadaan kakimu yang sakit," ucapnya pada Cahaya.


"Itu bukan urusan kalian, sekarang aku mohon tolong pergilah dari tempat ini," sergah Cahaya yang tak mau mendengarkan ucapan mereka.


"Tenang saja cantik, kami akan mengantarkan mu tiba di rumah, jangan selalu menolak begitu." lanjut lainnya ikut bersuara.


Ketika mereka berdua sangat kekeh ingin membantu Cahaya lantaran ada niat buruk yang terselubung, Cahaya justru terus menolak hingga akhirnya ia berusaha menghilangkan rasa sakit di kakinya dan ia pun berhasil.


Saat itu Cahaya sudah berdiri sejajar dengan mereka, meskipun salah satu kakinya tidak baik-baik saja. Ia akan pergi dari sana, namun dengan cepat pergelangan tangannya ditarik oleh mereka hingga Cahaya tak bisa bergerak saat itu.


"Lepaskan aku!" titah Cahaya sedikit berteriak.


"Ada masalah apa aku dan temanku? Kenapa kau terlihat sangat takut, apa yang salah sayang," ucap salah satu dari mereka yang menolak untuk melepaskan Cahaya.


"Lepaskan aku atau aku akan teriak," ancam Cahaya kesal.


"Hahahaha, kau sungguh lucu sekali."


Mereka tertawa lucu mendengar ancaman Cahaya, bahkan mereka sama sekali tidak melepaskan Cahaya saat itu, mereka justru membawa Cahaya ke suatu tempat dan hendak melecehkan Cahaya.

__ADS_1


Namun, di perjalanan ada seorang pria yang meminta mereka berhenti dari langkah kaki mereka, hingga akhirnya mereka pun terhenti dan menatap pria misterius itu.


"Siapa kau? Jangan ganggu aku dan temanku," ucapnya dengan tatapan kemarahan.


"Aku tidak akan mengganggu kalian jika kalian melepaskan wanita itu," seru pria itu dengan senyuman.


"Memangnya kau siapa? Kalau kau juga menginginkan wanita ini, kita bisa menikmatinya secara bergiliran," tawar salah satu dari mereka yang menolak saat pria itu meminta meraka untuk melepaskan Cahaya.


"Brengsek! Kalian pikir aku wanita apa, apa kalian berpikir aku adalah wanita yang pantas untuk dijadikan bahan giliran, ha!" maki Cahaya tidak terima, ia sangat marah kala itu.


Mendengar kemarahan Cahaya, pria itu pun akhirnya memaksa mereka untuk melepaskan Cahaya, dan kala mereka menolak, pria itu melakukan sebuah tindak kekerasan agar mereka jera.


Tak lama kemudian, mereka pun dapat dengan mudah dikalahkan, niat untuk mengajak kerja sama untuk menggauli Cahaya ditolak oleh pria itu, Cahaya merasa sangat senang. Lantaran pria yang ada di hadapannya itu mampu membuat dirinya aman, saat dua pria itu tumbang, pria itu pun meminta mereka pergi, dan setelah itu ia pun menghampiri Cahaya yang sedikit jauh dari nya.


Cahaya tersenyum saat melihat langkah kaki pria itu mendekati dirinya, dan tak lama kemudian ia melepaskan kain penutup yang sejak tadi menghalangi pandangan Cahaya untuk melihat siapa dirinya.


Saat kain penutup itu terbuka, betapa terkejutnya Cahaya, ia tidak menyangka jika ternyata pahlawan yang menolongnya itu adalan laki-laki yang telah menampar nya. Ya, laki-laki itu adalah Alex, dia datang untuk menjadi pahlawan Cahaya.


"Aku tidak sengaja berada di tempat ini Cahaya, dan aku juga tidak sengaja menemukan kamu sedang dalam bahaya, sebab itulah aku datang menolong mu," ucap Alex melempar senyum.


"Bohong, apa jangan-jangan mereka adalah pesuruh mu, Alex. Untuk menodai aku, ngaku," sergah Cahaya yang berpikir buruk pada Alex saat itu.


"Apa yang kamu pikirkan Cahaya, kenapa kamu berpikir kalau mereka adalah pesuruh ku? Apa kau sudah tidak waras." jawab Alex tentu saja tidak mengakui.


Namun sikap Alex yang tiba-tiba datang sebagai penolong membuat Cahaya merasa sangat aneh, ia tidak percaya jika Alex hanya kebetulan saja melewati tempat itu, tempat itu sangat kumuh, mana mungkin seorang Alex berada di tempat seperti itu.


Cahaya pun memutuskan untuk tidak banyak bicara, ia memilih untuk meninggalkan Alex begitu saja tanpa ucapan apapun, melihat sikap Cahaya yang tidak membutuhkan bantuan siapapun, membuat Alex merasa sangat kesal, ia mengejar Cahaya dan menghentikan Cahaya saat itu.

__ADS_1


"Cahaya, apa kamu tidak pernah berpikir untuk mengucapkan kata terima kasih setelah aku menolong mu?" tanya Alex berdiri di hadapan Cahaya.


"Untuk apa aku harus berterima kasih padamu, aku tidak meminta mu untuk menolong ku," ucap Cahaya dengan entengnya.


"Oh, jadi apa kau berpikir kalau aku tidak menolong mu tadi, harga dirimu akan tetap ada? Cahaya, kau harus sadar, dengan kejadian ini kau harus mengerti bahwa tidak ada gunanya kau keluar dari pekerjaanmu, kau menjadi wanita panggilan, tentu saja akan mendapatkan bayaran yang mahal. Tapi di sini, lihat apa yang terjadi beberapa menit yang lalu, jika aku tidak datang menolong mu, kau bisa saja di cicipi oleh dua laki-laki itu secara gratis." jelas Alex dengan begitu ringkas.


Mendengar penjelasan itu dari Alex membuat Cahaya sangat kesal, meskipun apa yang ia katakan memang ada benarnya. Namun tetap saja Cahaya sama sekali tidak menginginkan keduanya. Tatapan Cahaya tajam menghadap Alex ketika itu.


"Lalu, apa maksud dari kata-kata mu itu, Alex?" tanya Cahaya.


"Tentu saja jelas Cahaya, kau harus kembali lagi menjadi wanita panggilan, dengan begitu kau akan mendapatkan bayaran dan terhormat," ucap Alex merayu Cahaya.


"Maaf Alex, aku sama sekali tidak tertarik dengan semua tawaran mu, lebih baik kau pergi dari sini!" usir Cahaya menolak.


Alex menelan saliva nya dengan kasar, ketika ia menyadari bahwa Cahaya sama sekali tak mau mendengar nya, ia menoleh ke belakang dan mendapati Cahaya sudah berlalu cukup jauh darinya.


"Lihat saja kau Cahaya, akan aku buat kau menyesal karena telah menolak permintaan ku berkali-kali." umpat Alex penuh dendam pada Cahaya.


Saat itu Alex mengikuti Cahaya yang pulang ke rumah kontrakannya, dan saat mengetahui bahwa Cahaya rupanya tinggal di tempat sederhana itu, Alex pun berpikir untuk membuat ulah lagi.


Alex menghubungi seseorang yang bisa ia jadikan alat untuk membuat keributan, dan orang suruhan Alex pun datang menemui Alex.


"Bagus, kau datang di waktu yang sangat tepat," ucap Alex melempar senyum.


"Tugas apa yang ingin kau berikan padaku, Bos?" tanya pria itu pada Alex.


"Aku ingin kau masuk ke rumah itu, dan kau harus berpura-pura tidur bersamanya, sementara aku akan memanggil para warga dan mengadukan bahwa kalian berdua sedang berbuat mesum," titah Alex hendak menjebak Cahaya.

__ADS_1


"Apa? Bos, ini adalah sesuatu yang sangat fatal, jika aku dibunuh, atau aku dipaksa untuk menikahi wanita itu bagaimana?" tanya pria itu bergidik ngeri.


"Tenang lah, aku yang akan membereskannya." jelas Alex melempar senyum.


__ADS_2