ISTRI DURHAKA

ISTRI DURHAKA
23


__ADS_3

"Pak, apa Bapak melihat anak-anak saya, Aldo dan Tasya?" tanya Arka cemas.


"Loh, tadi sepertinya Aldo dan Tasya sudah masuk mobil bersama seorang wanita, mungkin itu istri Bapak," ucap satpam itu dengan yakin.


"Ibunya anak-anak? Apa Bapak yakin, soalnya sudah sangat lama sekali ibu anak-anak tidak menjemput anak-anak Pak," seru Arka ragu untuk percaya.


"Ya Pak, saya yakin, apa sebelumnya istri Bapak tidak memberi tahu terlebih dahulu kalau mau menjemput anak-anak?" tanya pak satpam itu menatap Arka.


"Tidak Pak, tidak ada, ya sudah kalau begitu terima kasih ya Pak, saya permisi." jawab Arka buru-buru pergi meninggalkan sekolahan itu.


Pak satpam pun kembali dengan pekerjaannya, terlihat Arka sangat mencemaskan anak-anak, ia bingung harus mencari mereka ke mana saat ini, karena sejak berpisah dengan Cahaya, ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Cahaya.


Arka pun mencoba untuk pulang terlebih dahulu ke rumah, untuk memastikan apakah kedua anaknya itu sudah kembali atau belum, saat tiba di rumah Wulandari segera menghampiri mobil Arka dan menunggunya sampai ia keluar dari mobil.


"Ibu, bagaimana anak-anak, apa mereka sudah kembali?" tanya Arka saat bertemu dengan ibunya.


"Arka, anak-anak belum kembali, Ibu pikir kamu pulang bersama mereka," ucap Wulandari masih cemas.


"Tidak Ibu, Arka tadi ke sekolahan mereka, tapi tidak menemukan mereka, kata satpam anak-anak dijemput sama seorang wanita, apa mungkin itu Cahaya?" Arka berseru dengan ragu.


"Tapi apa mungkin Cahaya ke sini Arka, sudah lama sekali kan dia nggak menjenguk anak-anak dan kamu juga melarangnya, atau jangan-jangan anak-anak di culik, Arka!"


Spontan Wulandari berpikir buruk, karena belakangan ini memang marak sekali penculikan anak di bawah umur, dan hal itu juga membuat Arka spontan teringat dengan wanita yang disebut oleh pak satpam, jika sebelumnya ia berpikir bahwa itu adalah Cahaya, lain halnya saat Wulandari berkata bahwa banyak sekali berita penculikan anak yang sudah tersebar, membuat Arka memutuskan untuk mencari Tasya dan Aldo.


"Bu, kalau begitu Arka harus mencari anak-anak, Bu," ucap Arka dengan tatapan cemasnya.

__ADS_1


"Arka, Ibu ikut!" seru Wulandari bergegas menutup pintu.


Arka segera membukakan pintu mobil untuk ibunya, dan setelah itu Arka mengemudikan kendaraannya dengan sedikit kencang, ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan kedua anaknya, begitu pun juga dengan Wulandari yang sama cemasnya seperti Arka.


Sementara di tempat lain, Cahaya sedang memanjakan Tasya dan Aldo dengan mengajaknya bermain, mereka sangat senang karena hari itu Cahaya membuat mereka begitu terbebas dari pelajaran maupun kegiatan rutin di rumah, sudah sangat lama sekali mereka tidak bersenang-senang seperti itu.


Tasya dan Aldo dibawa ke wahana permainan, dan mereka menjajal semua permainan hingga menjelang sore tiba. Cahaya pun menghampiri mereka dan mengajak mereka untuk istirahat, setelah peluh di kening mereka terlihat sangat banyak.


"Ya ampun, kalian terlalu bersemangat, coba lihat, ini keringat kalian keluar sangat banyak," ucap Cahaya melempar senyum, sambil mengusap keringat mereka.


"Ya Bu, kami sangat senang dan menikmati semua permainan yang ada, kami sudah sangat lama sekali tidak bermain seperti ini," seru Aldo mengulas senyum.


"Maaf ya, Ibu sudah lama sekali tidak menemui kalian, Ibu sebenarnya sangat rindu sekali, tapi baru kali ini Ibu bisa menemui kalian," sambung Cahaya merasa bersalah.


"Tidak masalah Ibu." jawab Tasya tersenyum bersama dengan Aldo.


"Aldo, ada apa?" tanya Cahaya menatap Aldo dengan serius.


"Kakak, kita harus pulang sekarang, karena Nenek dan Ayah tidak tahu kalau kita sedang bersama Ibu, pasti meraka mencemaskan kita karena kita tidak memberitahu meraka terlebih dahulu," ucap Aldo yang langsung mengarahkan pandangannya pada Tasya, sang kakak.


"Ish, Aldo... Kamu apa-apaan si, kita ini lagi seneng-seneng sama Ibu, kenapa kita harus mikirin nenek dan ayah yang sama sekali tidak pernah membawa kita jalan-jalan seperti ini, biarin aja mereka di rumah," celetuk Tasya yang tidak menghiraukan adiknya.


"Kak, mereka akan mencemaskan kita, ini sudah sangat lama kita bermain dan bersenang-senang, lebih baik sekarang kita pulang ke rumah." ajak Aldo pada kakaknya.


Saat itu Tasya memasang wajah kesal, lantaran Aldo yang sepertinya talah merusak mood kebahagiaannya bersama dengan sang ibu, sementara Cahaya sendiri saat itu masih terlihat santai, ia menatap jam di pergelangan tangannya, lalu ia menyadari bahwa saat ini jam sudah menunjukkan pukul lima sore.

__ADS_1


"Iya, apa yang dikatakan oleh Aldo benar Tasya, ini sudah sangat sore, ayah dan nenek kalian pasti mencemaskan kalian," ucap Cahaya membenarkan kecemasan Aldo.


"Ibu, kenapa Ibu membela Aldo, si!" omel Tasya kesal.


"Ibu, bukan membela Aldo sayang, tapi ini sudah sore. Sekarang lebih baik kita bersiap-siap, Ibu akan mengantar kalian pulang, yuk." jelas Cahaya yang tidak mau membuat Arka dan Wulandari cemas.


Tasya pun dengan kesal akhirnya bangkit dan mengambil barang-barangnya, sementara Aldo terlihat senang lantaran akhirnya ia akan segera diantar pulang oleh ibunya.


Saat tiba di depan rumah sederhana Arka bersama ibunya, saat itu juga Arka dan Wulandari baru saja tiba dari mencari kedua anaknya, Arka terhenti saat melihat mobil taksi berhenti di depan rumahnya.


"Siapa itu, Arka?" tanya Wulandari menghampiri Arka.


"Arka juga tidak tahu, Bu." jawab Arka masih memperhatikan mobil biru itu.


Saat itu Arka terkejut ketika melihat Aldo turun dari sisi kanan mobil taksi itu, wajah sumringah Arka dan Wulandari pun terlihat menyambut kedatangan Aldo, dan tak lama kemudian Tasya pun turun bersama dengan Cahaya dari sisi kiri.


"Arka, itu Cahaya, kan?" tanya Wulandari saat melihat wajah Cahaya yang tertutup bodi mobil.


"Ya Bu, ternyata anak-anak sama Cahaya." jawab Arka.


Saat itu Arka segera menghampiri Cahaya yang sedang berjalan bersama anak-anak ke arahnya, Arka sangat marah hingga membuatnya tidak bisa berdiam diri di tempat menunggu mereka tiba.


"Apa-apaan ini Cahaya, kenapa kamu membawa anak-anak tanpa sepengetahuan dari ku, apa maksud kamu, Cahaya!" marah Arka menatap tegas ke arah Cahaya.


"Ya Cahaya, kenapa kamu membawa anak-anak tanpa berpamitan dulu kepada kami, kamu tahu? Bahwa kami baru saja pulang mencari-cari keberadaan Tasya dan Aldo, tapi rupanya meraka pulang bersama dengan kamu," celetuk Wulandari tak kalah panik.

__ADS_1


"Mas, Bu, kalian kenapa si, kenapa kalian malah marah-marah sama aku, aku seharian membuat anak-anak seneng loh, tapi kenapa kalian marah-marah gini." jawab Cahaya tidak terima.


Saat itu Aldo dan Tasya saling berpegangan tangan, melihat ketegangan antara kedua orang tua mereka juga nenek mereka yang saat itu sedang menyerang sang ibu, saat itu Tasya sangat kesal pada ayahnya lantaran Arka terlihat sangat marah pada Cahaya.


__ADS_2