
Alya Yunita, gadis muda berparas cantik berusia dua puluh tahun menikah dengan lelaki bernama Lukman Mahendra berusia dua puluh lima tahun, anak seorang pemilik cafe mewah di Bali
alya sendiri anak seorang pengimport sayur keluar daerah, karna di kotanya penghasil sayur besar, ia mempunyai kakak lelaki yang sangat menyayanginya
hari ini adalah prosesi ijab qobul mereka, dengan balutan kebaya berwarna putih yang semakin memancarkan aura kecantikan, Alya duduk di sisi kiri lelaki yang sebentar lagi akan berstatus sebagai suaminya
Sarah, ibu kandung Lukman yang berada di Bali tak menghadiri pernikahan anaknya karna tak merestui hubungan Lukman dan Alya
••••
sebuah pernikahan harusnya menjadi babak baru dalam kehidupan, tak terkecuali Alya. siapa sangka di usia pernikahan baru seumur jagung belum sampai seminggu Alya harus menelan kepahitan hidup, dia di tinggalkan oleh sang suaminya di hari kedua setelah menjadi istri Lukman
sebelum kejadian itu, Lukman ketahuan berbicara bisik bisik di telfon yang entah menelfon siapa Alya sendiri tak mengetahuinya
"kak, besok kita jadi kan nginap di rumah mu" tanya Alya setelah Lukman memutuskan sambungan telfon
"jadi dek, sore ini kakak izin ke rumah pakde Lucas ada barang yang tertinggal"
"adek boleh ikut kak" Alya bertanya menawarkan diri
"enggak ngak usah biar kakak sendiri ngak lama juga perginya" balas Lukman
__ADS_1
setelah itu Lukman langsung melajukan motornya sampai malam Lukman tak kunjung pulang membuat Alya khawatir
nomor yang biasa Alya hubungi tak tersambung, mencoba tenang berfikir positif. malam itu juga Reno Kakak Alya mendatangi rumah pakde Lucas menanyakan Lukman adakah datang ke sana
"ada tadi sore ngambil barangnya, kenapa nak Reno apa Lukman ribut sama Alya" tanya Lucas setelah reno bertanya
"Lukman belum pulang ke rumah pakde, nomornya sulit di hubungi" jelas Reno
tak lama Reno berpamitan, hatinya tak tenang memikirkan adik perempuan satu satunya di rumah bersama orang tua dan istri serta kedua anak kembarnya
"bagaimana bang, apa kak Lukman di sana" tanya Alya saat Reno tiba di rumah
"ya Allah mama, kemana kak Lukman" tubuh Alya seketika ambruk
"Alya Alya, bawa ke kamar" kata Linda sambil memegangi kepala Alya
Reno membopong Alya ke kamarnya, meletakkan adiknya di atas ranjang sementara Vina sibuk mengoleskan minyak di beberapa bagian tubuh Alya
"kak kak Lukman pulang lah kak, beri adek kabar kamu baik baik saja kan" Alya berbicara meracau
"dek, sadar dek, istighfar" Vina menepuk pelan pipi Alya
__ADS_1
"bagaimana vin, apa sudah sadar Alya" tanya Linda membawa segelas teh hangat
"belum ma, malah Alya berbicara meracau" wajah Vina terlihat panik
"kak Lukman pulanglah kak, katanya besok kita mau ke kampung mu" kembali Alya berbicara meracau
"Al minum dulu nak" Linda menyodorkan teh hangat di mulut Alya
Alya mendorong gelas yang di beri mamanya, mengeleng kepala "aku ngak haus ma, aku mau kak Lukman dimana dia" ucap Alya pelan
*apa yang kamu lakukan Lukman, lihat putri ku sekarang, aku telah mempercayai lelaki yang salah* gumam nata dalam hati
tangan nata mengepal kuat, nafasnya naik turun, wajahnya terlihat memerah, Reno melihat perubahan papanya mencoba menenangkan
"pa, Reno mau berbicara berdua sama papa" Reno menarik papanya menjauhi Alya yang tak sadar diri
"bicara apa" suara nata berat karna menahan amarah
"kita duduk di depan saja"
nata menuruti anak lelakinya duduk di kursi teras rumah sambil meredamkan Amarah di dalam dirinya
__ADS_1