Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 3. IHDH


__ADS_3

Lucas yang mendapat kabar Lukman kabur sudah hampir satu Minggu tanpa kabar, mendatangi rumah besannya


"assalamualaikum" ucap Maria bersamaan dengan Lucas tiba di pintu rumah


"waalaikumsalam, pakde bude, masuk dulu" Alya kaget melihat kedatangan kakak dari ibu mertuaku


Alya memangil Linda dan nata, tak lama setelahnya Linda bersama Nata keluar dari kamar Mereka


"eh, pak Lucas Bu Maria" ucap Nata sambil berjabat tangan


"iya besan" jawab Lucas membalas berjabat tangan


Maria bersama Linda berjabat tangan sambil berpelukan kemudian duduk, setelah saling mengakrabkan diri mereka mulai pada inti dari pembahasan..


"oh.. soal Lukman dan Alya, ya begitulah pak saya juga bingung masalahnya apa sampai Lukman lari" kata nata


"saya dari keluarga Lukman dan pak Raka meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang terjadi pada Alya dan Lukman, semoga Lukman segera kembali" ucap Lucas


"Aamiin" jawab mereka serentak


setelah berbincang membahas permasalahan Alya dan Lukman belum juga menemukan titik terang, Lucas mengeluarkan ide untuk memancing Lukman


"untuk saran itu, saya serahkan pada Alya sendiri pak Lucas karna Alya sendiri yang akan menjalankan" ucap nata dengan santai

__ADS_1


"bagaimana Al, kamu setuju" Lucas beralih bertanya


"beri aku waktu memikirkan nya pakde, aku pun sudah ikhlas akan nasip rumah tangga kami, itu keputusan kak Lukman meninggalkan ku"


"fikirkan baik baik lagi Al, sangat di sayangkan jangan menyerah" Maria memberikan semangat untuk Alya


Alya tersenyum "aku minta waktu, besok pagi akan ku beri Jawabannya bude" Alya menjawab dengan sopan


"baiklah, bude tunggu kabar baik dari mu nak" balas Lucas


setelah memberi ide Alya untuk tinggal sementara Waktu di kampung halaman Lukman, Lucas berpamitan bersama istrinya


"terimakasih pak nata, tak menyimpan sakit hati pada Lukman atas perlakuannya terhadap Alya" Lucas berbicara tanpa mengetahui di balik hati Nata


......................


"sebaiknya kamu tolak saja ide gila itu dek" Reno tak menerima saran dari Lucas


"biarkan Alya yang memutuskan ren" tegur Linda


"entahlah bang, aku belum tau jawabannya apa"


Alya bangkit dari duduknya memasuki kamarnya, tak ada semangat di dalam diri Alya semenjak suaminya kabur

__ADS_1


hiks! hiks! hiks!


Alya menangis sambil memeluk kedua lututnya di atas tempat tidurnya, sembari memandangi baju suaminya yang tak di bawanya


"apa salah ku kak, Hinga kamu meninggalkan aku, aku rela memutuskan sekolah ku demi ingin menikah dengan mu" ucap Alya pelan terus memandangi baju suaminya yang ada di hadapannya


"di mana kamu sekarang, sedang apa kak, adakah rindu untuk ku apa kamu mengingat ku" ucapnya lagi


paginya Alya memberi jawaban, siap akan tinggal di sana untuk menghindari dari pertanyaan warga juga kabar tidak baik


gosip yang beredar mengatakan bahwa Alya tidak tinggal karna tidak perawan lagi makanya suaminya kabur, tidak bisa merawat suami dan mulut tajam lainnya


Alya hanya tersenyum getir mendengar gosipan miring dari para warga, Hinga menjadi gosip trending di kompleks juga kampusnya dulu


banyak temannya yang bertanya melalui pesan namun alya tak merespon, demi menjaga kewarasan mentalnya Alya lebih memilih mengabaikan pertanyaan pertanyaan itu


"kamu serius, tidak merasa terpaksa" Linda bertanya


"iya ma, biarkan aku menunggu kak Lukman mungkin dia akan kembali setelah aku di sana"


"baiklah kalau itu keputusan Mu" berat Linda melepaskan putrinya tinggal dengan orang lain yang belum pernah Alya kenal


tapi itu sudah menjadi keputusan Alya, tak bisa menolak...

__ADS_1


__ADS_2