Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 4. IHDH


__ADS_3

seperti yang di kabarkan, tepat pukul setengah satu siang Lucas bersama istri tiba di rumah untuk mengantarkan Alya tinggal di rumah mertuanya


perjalanan cukup jauh dengan menempuh jarak sekitar tiga jam untuk tiba di kediaman Lukman...


"kalau sudah sampai beri kabar ya dek" Vina sedih berpisah dengan sang adik ipar


"iya kak, aunty berangkat dulu ya kembar, jaga ummi Abi titip nenek Datuk, oke " Alya mencium kedua keponakan nya itu


"siap aunty" kembar berucap serentak


"kalau ada apa apa cepat beru kabar ya dek" Reno berbisik di telinga Alya


"siap bos" Alya memberi hormat seperti sedang upacara


Reno terkekeh, lalu mengusap kepala Alya sangat lembut, Alya senang mendapatkan perlakuan dari Abang nya


setelah tiga jam lebih di perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan dengan selamat, Maria turun dari mobil terlebih dahulu


Maria mengetuk pintu rumah namun tak ada jawaban lalu berjalan ke samping rumah


ceklek...


"masuk pak nata Bu Linda" ucap Lucas


Alya dan orang tuanya turun dari mobil lucas berjalan ke arah pintu utama rumah tersebut..


"assalamualaikum" ucap Alya lalu menyalimi yang punya rumah


"waalaikumsalam, ini Alya istrinya Lukman" tanya sang nenek sinem


"iya nek, salam kenal saya Alya" kata Alya memperkenalkan diri sambil tersenyum


"panggil Mbah aja, ini Mbah Kakung Yamin, cantiknya kamu cuh" kata sinem


"makasih mbah" jawab Alya ramah


usai berkelanan dan berbincang sebentar, Alya bersama mama dan papa istirahat di kamar kak Lukman yang sekarang Alya menempatinya


untuk malam ini mereka menginap di rumah itu agar Alya tak terkejut tiba-tiba berpisah dengan orang tuanya dan tinggal dengan orang asing yang baru dia kenal berapa jam lalu

__ADS_1


"Al, sering kabari mama papa atau Abang ya, jika ada yang mencurigakan segera beritahu kami" Nata berucap


"iya pa"


"jaga diri baik-baik, bantu Mbah beres rumah atau apapun pekerjaan yanv bisa di kerjakan, jangan merepotkan orang rumah" Linda menimpali


"iya ma, insha Allah"...


tok..


tok..


tok ..


suara pintu kamar di ketuk kemudian Alya buru buru membuka pintu kamar...


"Alya ya" tanya seorang wanita paruh baya


"iya" jawab Alya menjabat tangan lalu bersalaman


"panggil aja bulek Ningrum, bulek adiknya ibu Lukman" katanya


"ayo makan malam dulu, nanti kelaparan sudah waktunya juga" kata Ningrum


tiga menit setelah di panggil Ningrum, akya dan orang tuanya berjalan ke arah dapur yang berada tepat di samping kamar Alya hanya di batasi dinding agar tak langsung menyatu dengan ruang keluarga


"ayo Alya pak Bu, makan jangan malu malu, anggap saja seperti rumah sendiri" kata paklek Dami


"ini paklik Dami, Al. suami bulek" Ningrum memperkenalkan suaminya


Alya tersenyum ramah pada pakliknya


"Alhamdulillah kita berjumpa lagi" kata Nata


"iya besan, ayo ayo makan dulu nanti kita lanjut berbincang setelah makan, kasihan Alya udah lapar" kekeh paklik


Usai makan makan, para orang tua berkumpul di ruang keluarga, berdiskusi tentang permasalahan Alya dan Lukman, sedangkan Alya sendiri membereskan meja makan dan mencuci piring kotor di bantu Ningrum


"sini, biar bulek aja, kamu istirahat aja sana" bulek Ningrum ingin mengambil ahli percucian piring kotor namun Alya tak memberinya

__ADS_1


"assalamualaikum" ucap zelina kakak Lukman


"waalaikumsalam" jawab mereka serentak


"wah.. pada ngumpul ni maaf kemalaman sampai sini nungu mas Gilang pulang kerja dulu" kata zelina


"Alya" panggilnya


"iya mbak, apa kabar" tanya Alya


"Alhamdulillah baik, kamu apa kabar dik" ucap zelina sambil memeluk adik iparnya


"baik juga mbak" Alya membalas pelukan zelina


"Al, jika nanti Lukman tak pulang Sampai tiga bulan sepuluh hari, kamu bisa mengajukan gugatan ke pengadilan, itu terserah kamu" Lucas membuka pembicaraan


"iya pakde"


"pakde hanya bisa berharap, semoga kamu bertahan menunggu sampai Lukman kembali, pakde bersama paklek akan berusaha agar lukman segera pulang" ujar Lucas


"itu, kami serah semua di tangan Alya pak Lucas, kami orang tua akan mendukung apa langkah yang Alya ambil, kalau Lukman tak juga kembali sebelum tiga bulan sepuluh hari berarti talak satu telah jatuh pada Alya" terang Naya dengan tegas


"iya pak nata, kami mengerti, sebelum talak itu jatuh. kami akan berusaha Lukman kembali"


"iya pak Lucas, kami akan menunggu"


diskusi telah selesai, saatnya untuk beristirahat, Alya bersama orang tuanya kembali ke kamar


"Al, sekecil apapun kalau mengenai kabar Lukman, kamu harus memberi tahu kami" kata Linda


"iya ma, oh ya pa, apa aku harus di sini selama itu"


"ngak juga sih, kalau di rasa kamu sudah ngak betah, kamu boleh pulang ke rumah"


"oke pa, rasanya aku ngak sanggup kalau harus berpisah dengan kalian selama itu"


"ngak sayang, sekira mau pulang kabari aja ya"


Alya mengangguk kepala, matanya mulai berat, lalu izin tidur duluan

__ADS_1


__ADS_2