Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 15. IHDH


__ADS_3

Dinda merasa Lukman mulai berubah, diam diam dia menyelidiki apa penyebabnya suaminya berubah sangat drastis


Dinda menyewa orang untuk mengikuti kemana suaminya pergi, dia tidak mungkin mengikuti Lukman karna perutnya yang semakin membesar


sekarang Dinda semakin susah bergerak, bangun dari duduk saja dia meminta pertolongan, bagaimana mau mengikuti Lukman


[gimana Sutris, apa ada perkembangan soalnya kak Lukman] Dinda mengirim pesan pada Sutris, orang yang di sewanya untuk mengikuti Lukman


[sampai saat ini belum ada yang mencurigakan mbak] balas Sutris


[ikuti terus, jangan sampai kehilangan jejak]


[baik mbak]


zelina melihat Dinda mondar-mandir seperti gelisah, mendekati mencoba bertanya


"ada apa Din, kayak gelisah banget" tanya Zelina duduk menatap penasaran


"ngak ada mbak" Dinda mencoba menutupi dari Zelina


"kalau ngak ada, ngak mungkin kamu gelisah, coba ceritakan sama mbak, mungkin mbak bisa bantu"


Dinda diam sejenak *betul apa yang di katakan mbak zelina , mungkin bisa membantu ku* gumam Dinda dalam hati


Dinda kemudian duduk di sisi Zelina, menceritakan tentang perubahan Lukman sejak pulang dari kota


"mungkin Lukman sedang banyak kerjaan aja" kata Zelina

__ADS_1


"ngak mungkin mbak, pasti ada sesuatu yang terjadi"


"ngak baik berprasangka buruk, lebih baik kamu memikirkan kandungan mu yang sebentar lagi akan melahirkan" zelina mengelus pelan perut Dinda.


"tapi mbak, aku merasakan itu, jangan jangan kak lukman punya wanita simpanan lain"


"hus.." zelina menepuk pelan mulut Dinda, seketika Dinda nutup mulutnya rapat rapat


"sudah di bilangin, jangan berprasangka buruk, pikirkan yang baik baik aja, buang jauh jauh fikiran buruk mu itu" tegur Zelina


lalu zelina meninggalkan Dinda karna kesal telah menuduh adiknya memiliki simpanan lain


...*****...


"jadi hari ini ke tokoh al" tanya Linda saat Alya sedang sarapan di meja makan


"jadi ma, doain aja usaha kami berjalan dengan lancar"


hari ini, Alya akan memulai bekerja. mencari kesibukan supaya dia bisa melupakan masalahnya dengan Lukman


maunya Alya, kalau bisa saat ini juga mengajukan gugatan tapi dia harus menunggu sampai tiga bulan sepuluh hari


tiba di tokoh, maya bersama karyawannya menyambut gembira kedatangan alya, membuat Alya sedikit kaget


"selamat datang bos baru" ucap Maya dan karyawan serentak sambil meniupkan peluit


"may, ngak perlu lah nyambut aku segitunya"

__ADS_1


"harus dong, perkenalkan semua. ini Bu Alya salah satu owner tokoh ini" Maya memperkenalkan Alya di hadapan karyawan karyawannya yang berjumlah cukup banyak


"salam kenal semua saya Alya" Alya membungkuk kepalanya "panggil saya kak Alya aja ya"


"baik kak alya, salam kenal" jawab ketua karyawan tokoh


"ya sudah, silahkan kembali berkerja" ucap Maya sambil membawa Alya ke kursi nya


"ini kursi mu, nanti aku jelaskan apa tugas tugas kita, kita bagi tugas aja ya"


"oke, aku nurut aja deh owner pertama" balas Alya sambil duduk di kursinya


mereka berbincang sesaat sebelum kembali dengan pekerjaan Mereka masing masing, Maya sambil menjelaskan apa tugas Alya dan membagi tugasnya berdua


selesai membagi tugasnya, Maya bertanya mengenai dia dan Lukman, kenapa bisa berpisah apa penyebabnya


sebenarnya dari kemarin saat pertama bertemu Maya ingin menanyakan tapi tak enak hati, menanyakan masalah pribadi Alya, takut Alya akan tersinggung


"Al, maaf ya kalau lancang tapi aku penasaran, kenapa kamu bisa pisah sama Lukman, aku lihat dia baik.. apa penyebabnya" kata Maya ragu ragu


Alya tersenyum sambil memainkan pulpen yang ia pegang


"Lukman meninggalkan aku setelah dua hari kami menikah, aku menunggu dia berminggu-minggu di rumahnya sampai dimana aku menemukan titik terang bahwa Lukman telah menikah lagi dan kamu tau may" Maya mengeleng cepat "istri sirihnya sudah hamil tujuh bulan lebih"


"astaghfirullah... tega sekali Lukman Al sama kamu, maaf ya kamu jadi sedih lagi gara gara aku nanya"


"ngak apa apa, aku sudah mulai terbiasa dengan semua ini may"

__ADS_1


"terus terus, lanjut Al, aku sangat penasaran akhirnya bagaimana si Lukman itu" Maya kembali bertanya


"setelah aku tahu, aku memilih berpisah saja demi menjaga kewarasan ku may" sambung Alya


__ADS_2