Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 6. IHDH


__ADS_3

"kenapa Alya bisa sampai sini mbak, ah kacau" Lukman mengembus Nafas berat


"mana mbak tau Lukman, mbak fikir berangkat tadi Alya tidur" zelina membela diri


"gimana ini, aku ngak mau pisah dengan Alya, kelihatan nya Alya sangat marah pada ku"


"bukan kamu aja, mbak juga. dia pasti sangat kecewa"


"kita kembali ke rumah, siapkan barang mu din" ucap Lukman


"tapi kak, aku ngak mau. aku mau kita tetap di sini di rumah ini"


"ngak bisa Din, Alya istri ku. aku harus menjelaskan nya sama Alya "


"tapi aku juga istri mu kak"


"tetap dengan keputusan ku, kita pulang sekarang"


mau tak mau, Dinda menuruti ucapan Lukman. setelah semua telah beres Lukman dan Dinda bergegas ke rumah lukman yang di tempati Alya


sedangkan zelina sudah terlebih dulu dengan mengendarai motornya, Alya yang tiba lebih dulu menyiapkan koper memasukkan semua barangnya ke dalam koper miliknya


"mau kemana Al, kenapa semua barang mu kamu kemas" tanya bulek Ningrum


"Alya akan pulang ke ruang orangtua ku bulek "

__ADS_1


"kenapa, ada apa. kenapa sangat mendadak sekali al" tanya bulek mencegah Alya


"nanti bulek akan tau sendiri, tunggu saja" Alya masih membereskan semua barangnya


Ningrum hanya diam mematung, melihat alya mengemasi barang barangnya, tak bisa mencegah itu kemauan Alya sendiri


"Al, maafkan mbak Al, mbak mohon maafkan mbak" zelina menghampiri Alya di kamarnya


"aku sudah memaafkan mbak" kata Alya terus mengemasi pakaian nya


"mbak mohon, kamu jangan seperti ini"


"terus, aku harus bagaimana, menerima wanita itu" bentak Alya dengan nada tinggi


"ada apa ini, wanita siapa" tanya Ningrum mulai Penasaran


"jelaskan Lina, kenapa Alya tiba tiba ingin pulang, pagi tadi terlihat baik baik saja"


zelina hanya diam membisu, jika Ningrum tau. akan habis di cecar apalagi Ningrum sangat menyayangi Alya seperti anak sendiri


"Lina jawab, ada apa ini. Alya berhenti" pekik Ningrum tersulut emosi karna tak ada satu pun yang menjelaskan permasalahan nya apa


hiks hiks hiks


Alya terduduk lemah, menangis memegang kedua lututnya, Ningrum mendekat lalu memeluk menenangkan dirinya yang terisak hebat

__ADS_1


"tenang nak, jelaskan sama bulek ada apa" Ningrum mengangkat dagu Alya pelan


"bulek" Alya memeluk Ningrum sangat kuat


"Alya, maafkan kakak al" lukman tiba tiba muncul sedangkan Dinda duduk di ruang tamu


"Lukman" pekik Ningrum tak mempercayai keponakan pulang


Ningrum beralih melepaskan pelukan nya pada Alya beralih memeluk Lukman kesenangan


di pikiran Ningrum, Alya tak mungkin jadi pulang karna Lukman sudah kembali...


"bulek, maafkan Lukman, bujuk Alya bulek, Lukman mohon "


Ningrum tercengang dengan perkataan yang keluar dari mulut keponakan nya itu, memohon agar Alya tak jadi pergi


"bulek, tolong hubungi pakde sekarang, bilang Alya yang meminta nya ke sini" kata Alya


"tapi kenapa Al, bukan kah kamu senang Lukman telah kembali"


"iya, sebelum lukman ketahuan. itu memang benar tapi sekarang tidak lagi" tegas Alya


Alya mengambil ponselnya menghubungi orang tuanya, memberi kabar bahwa Lukman telah kembali


dan menyuruh orang tuanya untuk segera ke sana, namun Alya tak memberi tahu yang sebenarnya khawatir akan kesehatan sang mama

__ADS_1


"iya nak, papa akan ke sana bersama mama juga Abang mu "


Nata bersiap untuk berangkat, tak lupa Linda juga bersiap siap dan memberi kabar pada Reno juga Vina yang akan ikut berangkat ke sana


__ADS_2