
Setibanya Maya di depan rumah Alya, alangkah terkejutnya melihat Alya di datangi ibu mertuanya dan madunya! siapa lagi kalau bukan Sarah bersama Dinda
Maya mencoba melerai pertikaian antara Alya, Dinda dan Sarah yang saling tak mau mengalah
"stop" pekik Maya "Tante berhenti atau aku telfon bang Reno" ancam Maya
Sarah dan Dinda langsung berhenti mengoceh..
"ngapain Tante ke sini sama si wanita ini" Maya melirik sinis Dinda
"apaan si ikut ikutan saja urusan orang" Dinda tak mau kalah sengit
"jelas urusan ku, Alya ini teman baik ku jadi apapun yang bersangkutan sama Alya jelas jadi urusan ku, pergi kalian atau ku laporkan sama bang Reno " Maya mengusir dengan nada keras
"ayo Bu, malas berurusan lama lama sama wanita gila" Dinda menarik tangan Sarah
"ingat ya urusan kita belum selesai" ucap Sarah lalu meninggalkan Alya dan Maya tegak mematung depan pintu
"mama mana Alya, kok kamu sendiri ngadepin orang gila itu" Maya mencari sosok mama tak melihat di dalam rumah
"mama tadi ada, memang ku suruh masuk saja percuma mereka itu tidak tau malu, sudah biarkan saja, ayo masuk" Alya merangkul pundak Maya mengajaknya masuk ke dalam rumah
__ADS_1
mama keluar ketika tidak lagi mendengar keributan di luar, mama bernafas dengan lega akhirnya dua pengacau itu pergi
siapa yang jadi perla kor siapa korban, si Pela kor merasa jadi korban sementara korban seperti Pela kor
mama mengelus dadanya menarik nafas panjang lalu membuangnya berulang kali di lakukan
"ma" Maya mengulur kan tangan
mama menyambut uluran tangan Maya lalu memeluk, mama telah menganggap Maya sebagai anaknya sehingga tidak ada kecanggungan antara mama dan Maya termasuk papa bang Reno juga kak Vina dan kembar
"ma kami ke kamar dulu ya" ucap Alya
"iya" jawab mama
...********...
Dinda memendam kebencian pada Alya padahal Alya tak melakukan apa apa, ia hanya cemburu karna lukman terus saja menjumpai Alya secara diam diam
apalagi melihat secara nyata di video Viral itu, Lukman mengaku sebagai suami padahal Alya telah mengugatnya
"kita pulang atau kemana dulu Din" ucap Sarah memecahkan keheningan
__ADS_1
"pulang saja jadi Bu, aku lagi bete banget Ngan mood mau jalan jalan" jawab Dinda
"oke" Sarah mengarahkan supir menuju kembali ke hotel
di kamar, Lukman tampak kesal karna Dinda pergi terlalu lama sedari tadi menghubungi namun tak Dinda angkat
"kemana sih kalian, tau ngak aku nelfon dari tadi ngak di angkat" Lukman bangkit dari tempat duduknya
"anuh kak, Hem" Dinda mencari jawaban yang tepat agar Lukman tak mengetahui aksinya pada Alya
"anuh apa, kok seperti orang kebingungan tinggal jawab saja apa susahnya atau ada kalian menyembunyikan sesuatu dari ku" Lukman mendelik mencari kejujuran dari Dinda dan ibunya
"apa kamu Lukman, wong kami ngak melakukan apa apa, memangnya kami menyembunyikan apa dari kamu, jangan ngasal kalau ngomong" Sarah membalas agar Lukman tak curiga
"mana ku tau kalian yang tau, oh ya ini Manda gantian jaga, aku capek" Lukman memberikan Manda bayi mungil pada Dinda
"baru sebentar saja sudah ngeluh capek, gimana aku yang jaga ngak ada tuh ngeluh" balas Dinda sengit
"beda lah, mengurus anak dan suami itu tugasnya istri" Lukman yang hendak mengambil ponselnya mengurungkan niatnya
"ist... sensi amat si jadi Orang, Manda kan anak mu juga sekali sekali jaga kan ngak apa apa" lagi Dinda membalas ucapan Lukman
__ADS_1
Lukman kesal karna Dinda selalu saja menjawab ucapannya...