Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 9. IHDH


__ADS_3

Alya memilih mundur, lebih baik menjanda dari pada memiliki madu, lelaki mana mungkin bisa adil apalagi istri madunya itu hamil


Akan merasa bodoh, sudah di tipu mentah mentah masih mau menerima, sudah di buang mau di pungut kembali


bagi Dinda kemenangan sudah di depan mata, memang itu mau nya. menjadi istri Lukman satu satunya


lain dari Lukman, yang tak rela Alya memilih berpisah, sedangkan dirinya masih mencintai istri pertamanya tapi berat melepas istri kedua


"pakde, tolong bujuk Alya pakde, aku ngak mau berpisah" Lukman memohon di lutut Lucas


Lucas tak bergeming, untuk apa ia menolong selama Alya di sana. apa ada di hari Lukman memikirkan Alya


"papa, maafkan Lukman pa, tolong jangan pisahkan kami, aku mencintai Alya " Lukman memohon pada mertuanya


"bangun lah Lukman, ini sudah menjadi keputusan Alya, aku harap kamu ikhlas seperti Alya, rela melepaskan kamu untuk istri sirih mu" sindir Nata


"tidak papa, aku tidak mau, jangan pisahkan kami papa ma, Alya hanya gertakan dari Alya saja" Lukman masih berusaha


"untuk apa menggertak mu, Lukman" ucap Alya ketus

__ADS_1


"kamu hanya berbohong alya, aku tau kamu masih mencintai ku sama seperti aku kan"


"haha.. sejak kapan aku berbohong seperti mu Lukman"


"Alya aku mohon Al, terima aku kembali, beri aku kesempatan kedua" Lukman bersujud di kaki Alya


"aku sudah memberi mu kesempatan, hampir satu bulan aku menunggu mu kembali tapi nyatanya kamu menikah lagi"


"sudah lah kak, untuk apa kamu seperti ini, merendahkan diri demi wanita seperti dia" tunjuk Dinda


"hy, turunkan tangan mu" bentak Reno "jangan sekali sekali kamu menunjuk adik ku, adik ku lebih berkelas dari pada kamu. wanita rendahan "


"jaga ucapan mu, aku lebih baik dari adik mu


Dinda seketika terdiam, mulutnya terkunci rapat. tak dapat lagi membalas ucapan Reno, yang di katakan Reno memang benar. jika dia memang wanita baik baik tak mungkin mudah mau di gauli yang jelas jelas bukan suaminya


sedangkan Alya, memasuki kamar menggeret koper miliknya keluar lalu memberikan pada Reno agar di masukkan ke dalam mobil


Ningrum sedari tadi hanya menangis, rasanya tak ikhlas kepergian Alya, dia Sangat menyayangi Alya seperti anaknya sendiri, karna dia sendiri tidak memiliki keturunan

__ADS_1


"aku harap, kamu segera memberi ku talak, untuk apa lagi aku bertahan selama ini aku menunggu mu tapi kamu sibuk dengan istri baru mu" Alya berdiri di hadapan Lukman duduk


Lukman mendongak ke atas, matanya merah karna menangis, lalu kembali menunduk pandangan nya


"beri aku waktu Alya"


"baik, aku tunggu"


"bulek" Alya memeluk Ningrum, mereka tersedu-sedu menangis "Alya pamit, maafkan aku kalau selama di sini merepotkan bulek, paklek"


"tidak nak, kamu tidak pernah merepotkan kami, kami senang kamu hadir di kehidupan kami, kamu memberi warna baru di rumah tangga paklik" kata Darmin sambil menghapus air matanya


"terimakasih sayang, walau hanya berapa Minggu saja kita bersama, kejadian mu saat berarti buat kami" Ningrum merangkul sebagai tanda perpisahan mereka


"sama sama Ning, kalau rindu Alya main lah ke rumah kami, pintu rumah kamu terbuka lebar untuk kalian" Linda berucap


"terimakasih semuanya, telah menerima Alya dengan baik" Nata ikut menimpali


"hati hati di jalan Al, buk Linda pak Nata, hati hati nyetirnya nak Reno" Lucas berkata sebelum mobil Nata jalan

__ADS_1


"terimakasih pak" kemudian Reno menarik gas berjalan menjauh


*ku pastikan kamu akan menjadi milikku lagi Alya* gumam Lukman menatap mobil yang di naiki Alya menjauh


__ADS_2