Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 20. IHDH


__ADS_3

Bayi cantik mungil, yang baru di lahiran Dinda di bersihkan setelah itu di berikan kepada ayahnya untuk di adzan kan


Dinda menangis haru, perjuangan nya mengandung sembilan bulan lebih, rasa sakit yang ia rasakan saat hamil dan perjuangan melahirkan terbayar lunas dengan kehadiran buah hati tercinta yang sedang Lukman adzan


"selamat Dinda Lukman, kalian resmi menjadi orang tua" kata Sarah menatap haru


"makasih bu" balas Dinda


tak lama itu, orang tua Dinda tiba di rumah sakit di mana Dinda melahirkan, perjalanan cukup jauh di tempuh dan melelahkan


"sudah lahir ya cucu mama" kata Diana sambil memeluk putrinya yang terbaring lemah


tenaga Dinda habis terlalu banyak mengejan...


"iya ma, cucu mama cantik seperti aku" balas Dinda


"wah, perempuan rupanya cucuku" ucap Edi papanya Dinda


"iya pa, ini kalau mau gendong " Lukman menyerahkan bayi yang dia gendong pada papa mertuanya


dengan cepat Diana mengambil alih mengendong cucunya, Edi tersenyum ceria mendapatkan cucu perempuan yang cantik dia idam idamkan selama ini


...******...


Alya tak menyangka saat makan siang, Daffa menyatakan Isi hatinya membuat Alya kaget terbatuk-batuk Karna sangking terkejutnya


Alya hanya diam, dia bingung menjelaskan bagaimana, tak mungkin dia menerima cinta Daffa sedangkan dia baru mengugat Lukman


"kok diam al, aku serius sama kamu, kalau kamu mau kita langsung nikah aku siap" jawab Lukman


kembali Alya hanya diam membisu...


"Al, apa kamu tidak percaya pada ku" kembali Daffa bertanya


"percaya" jawab Alya singkat

__ADS_1


"lalu, kenapa kamu diam saja, aku butuh jawaban mu al"


"Hem.. itu kak Daffa aku aku" Alya tergugup menjawab pertanyaan Daffa


"aku apa, apa kamu sudah punya yang lain"


"ngak ngak, aku ngak punya pacar tapi kamu belum tau siapa aku kak"


"untuk itu, aku ingin mengenal mu lebih jauh lagi"


"tapi ada sesuatu yang belum kak Daffa ketahui"


"apa, jelaskan"


"aku sedang menunggu sidang perceraian ku, aku akan berstatus janda sedangkan kak Daffa lajang"


"terus, kalau aku lajang dan kamu janda apa salah menjalin hubungan, ngak kan"


"enggak si, apa kakak tidak malu punya pacar janda"


"bagaimana Al, kamu terima aku tidak"


"aku butuh waktu untuk menjawabnya, tidak apa apa kan"


Daffa mangut mangut kepalanya, Daffa memberi waktu luang untuk Alya berfikir, Daffa sudah mengetahui soal status Alya dari Maya teman baik Alya juga Daffa


...


Di tempat lain, Lukman mencari kesempatan untuk bertemu Alya, jarak dari rumah sakit harapan ibu dan rumah Alya tidak terlalu jauh


siang itu, Lukman memiliki kesempatan keluar sesaat, berbohong izin kepasar untuk mencari perlengkapan anaknya yang kurang


Dinda percaya saja ucapan Lukman tanpa rasa curiga, karna Dinda berfikir Lukman telah berubah setelah mereka mempunyai anak


"kakak mau kepasar sebentar ya, mau nyari popok dedek karna tinggal berapa lagi yang masih bersih" kata Lukman sambil mencium pipi gemes anaknya

__ADS_1


"iya kak, hati hati" balas Dinda


lalu Lukman keluar penuh kesenangan, akhirnya dia terbebas dari Dinda walau hanya sebentar saja


Lukman melajukan mobilnya menuju ke kediaman alya, dia tidak tahu kalau Alya saat ini telah sibuk bekerja jarang sekali siang hari di rumah


tok


tok


tok


ceklek...


Vina membuka pintu Lukman berdiri tegap, mengira Alya yang membuka pintu, lukman terkejut terlalu berharap Alya yang hadir di hadapannya


"mau apa ke sini" tanya Vina ketus


"Alya nya ada kak vina" tanya Lukman matanya mencari sosok Alya di dalam rumah


"ngak ada, Alya ngak di rumah " jawab Vina sambil melipat kedua tangannya di dada


"kemana kak, Alya nya kalau boleh tau "


"kerja" jawab Vina singkat, terlalu malas berlama lama berbincang pada Lukman


"kerja..! kerja di mana kak, aku boleh tau tempat kerja alya"


"siapa mi, tamunya ngak di suruh masuk" pekik reno dari dalam


"bukan siapa siapa Bu, tamu ngak penting" jawab Vina menyindir Lukman


"ya sudah kalau begitu, aku pamit ya kak, salam untuk alya" Lukman berpamitan


"hem" jawab Vina

__ADS_1


sebelumnya, Lukman telah mengira akan di tolak kehadirannya oleh keluarga Alya, tapi dia tetap nekat pergi ke rumah itu


__ADS_2